Kamis, 17 Okt 2019

Jangan Biarkan Berkembang Penipuan Berkedok Agama

Selasa, 18 Okt 2016 05:07
BAGIKAN:
ist
Padepokan Dimas Kanjeng.

SAMARINDA (EKSPOSnews): Aparat kepolisian harus menindak tegas praktik penipuan berkedok agama, menyusul terungkapnya kasus penipuan dengan modus penggandaan uang Kanjeng Dimas Taat Pribadi yang ternyata juga merambah hingga Samarinda, kata anggota Komisi IV DPRD Kaltim Ahmad Rosyidi.

"Kami berharap aparat kepolisian, TNI dan pihak-pihak terkait lainnya untuk dapat melakukan deteksi dini dan menindak tegas praktik penipuan dan penyesatan kepada masyarakat dengan berkedok agama, agar jumlah korban dan kerugian material yang sangat besar dapat dicegah," kata Ahmad Rosyidi di Samarinda, Senin 17 Oktober 2016.

Sebelumnya, aktivitas Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng yang mengatasnamakan Majelis Ta'lim Ukhuwwah di Jalan IR Sutami Gang Pusaka, Kota Samarinda, Kalimantan Timur telah ditutup oleh pemerintah daerah pada 6 Oktober lalu.

Pengumuman penutupan padepokan di Samarinda itu berdasarkan kesepakatan bersama unsur Forum Pimpinan Daerah dengan Majelis Ta'lim Ukhuwwah demi menjaga keamanan lingkungan.

Penyampaian kesepakatan tersebut ditandangani Kapolsek Sungai Kunjang, Camat, Lurah, pihak dari Kemenag Samarinda, tokoh masyarakat serta perwakilan dari Majelis Ta'lim Ukhuwwah.

Ketua RT 22, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Neneng, menyatakan, penutupan sementara Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Majelis Ta'lim Ukhuwwah tersebut dilakukan berbagai unsur.

Unsur itu dari pihak Kementerian Agama Kota Samarinda, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kesbangpol, Polsekta Sungai Kunjang, Camat serta Lurah karang Asam Ulu.

Atas kejadian tersebut, Ahmad Rosyidi mengimbau masyarakat agar tidak gampang percaya dengan hal-hal instan seperti iming-iming penggandaan dengan uang mahar yang disetorkan.

"Masyarakat jangan mudah tergiur dan tergoda dengan hal-hal instan. Harus jeli dan berpikir secara rasional, sehingga tidak mudah tertipu seperti kasus Kanjeng Dimas yang sedang ramai saat ini," ucapnya.

Sedangkan kepada masyarakat yang sudah terlanjur menjadi korban, dia mengimbau agar segera membuat laporan kepada aparat kepolisian agar kasus tersebut dapat diselesaikan pihak berwajib dan para pelakunya diproses hukum.(ant)


  Berita Terkait
  • 8 bulan lalu

    Mantan Bupati Tapteng Berperan dalam Kasus Penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil

    SIBOLGA (EKSPOSnews): Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syahrul Effendi Harahap menjelaskan peran Raja Bonaran Situmeang mantan Bupati Tapanuli Tengah, dalam kasus penipuan terhadap delapan calon pegawai nege

  • 12 bulan lalu

    Pengadilan Lepaskan Isteri Pilot dari Tuduhan Penipuan

    SEMARANG (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Semarang melepaskan MAS, istri pilot, dari segala tuntutan terkait dengan dugaan tindak pidana penipuan dalam investasi bisnis telepon seluler yang kerugiannya

  • tahun lalu

    Penipuan Perumahan Sipoa Group

    SURABAYA (EKSPOSnews): Pengacara Yusril Ihsa Mahendra mengincar otak kasus dugaan penipuan dari penjualan perumahan dan apartemen milik pengembang "Sipoa Group", setelah resmi menandatangani surat kua

  • tahun lalu

    Penipuan Properti di Bandung

    BANDUNG (EKSPOSnews): Polrestabes Bandung selidiki kasus penipuan pembangunan perumahan di Bandung yang mengakibatkan sebanyak 135 orang diduga menjadi korban penipuan berkedok properti yang dilakukan

  • tahun lalu

    Penipuan Apartemen Sipoa Group

    SURABAYA (EKSPOSnews): Puluhan konsumen yang menjadi korban kasus penipuan dari pembelian perumahan dan apartemen milik pengembang "Sipoa Group" meminta pengacara Yusril Ihza Mahendra untuk bertindak

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99