Kamis, 17 Agu 2017

Jaksa Banding Kasus Ahok dengan Alasan Profesionalisme

Oleh: Beng San
Sabtu, 20 Mei 2017 05:53
BAGIKAN:
istimewa
Kejaksaan Agung.
JAKARTA (EKSPOSnews): Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan alasan pihaknya mengajukan banding atas vonis Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait penodaan agama menyangkut kebenaran hakiki dan profesionalitas.

"Jadi biarlah hukum berjalan sesuai koridornya sendiri, orang lain tidak perlu mencampuri masalah ini sebagaimana halnya kita harapkan," katanya di Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Kejaksaan mengajukan banding atas vonis dua tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama setelah sebelumnya JPU menuntut satu tahun penjara dengan dua tahun percobaan.

JPU dalam tuntutannya mengenakan Ahok dengan Pasal 156 KUHP soal menimbulkan permusuhan sekelompok orang, atau dapat dikatakan mengurangi dari dakwaannya yang mengenakan Pasal 156A KUHP soal penodaan agama. Namun majelis hakim sebaliknya mengenakan Pasal 156A KUHP terhadap Ahok dengan dua tahun penjara.

Dikatakan, pengajuan banding itu sudah sesuai SOP yang ada.

"Ini kan ada perbedaan kualifikasi pasal yang dibuktikan. Ini harus diuji," katanya.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sampai sekarang belum menerima berkas perkara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Termasuk berkas memori banding dari kejaksaan, kata juru bicara Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Yohannes Suhadi kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Tentunya, kata dia, PT DKI Jakarta berharap secepatnya berkas perkara itu segera dilimpahkan agar secepatnya ditunjuk majelis hakim tingkat banding perkara tersebut.

Terkait dengan pengajuan penangguhan penahanan Ahok, dijelaskan, persoalan dikabulkan atau tidaknya itu tergantung dari majelis hakim yang ditunjuk nanti.

"Itu kewenangan dari majelis hakim (dikabulkannya atau tidak penangguhan penahanan)," katanya.

Untuk menyidangkan banding itu, kata dia, tetap harus menunggu berkas perkara pengajuan bandingnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak