Senin, 22 Jul 2019

Indonesia Menang Lawan Pertambangan Asing

Oleh: marsot
Senin, 25 Mar 2019 15:15
BAGIKAN:
istimewa.
Yasonna H. Laoly.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah kembali memenangkan gugatan terhadap dua perusahaan tambang Churcill Mining Plc asal Inggris dan Planet Mining Pty Ltd asal Australia dalam forum arbitrase International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID), di Washington DC Amerika Serikat.

"Setelah pertarungan cukup lama, maaf karena kita melawan 'company' yang cukup kuat, Pemerintah Indonesia saya sebagai sentral pemerintah, dilakukan oleh Dirjen Pak Cahyo. Kita memenangkan gugatan di Arbitrase Internasional di ICSID yang diputuskan 18 Maret lalu, gugatan mereka ditolak," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, saat konferensi pers bersama dengan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM Cahyo Rahadian Muhzar, di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin 25 Maret 2019.

"Memang sebelumnya sudah kita menangkan tanggal 6 Desember 2016, tetapi mereka minta 'annulment' kembali. Pada 18 Maret yang lalu, ICSID menegaskan kembali kemenangan Indonesia dengan membatalkan gugatan mereka. Ini sudah menjadi final, tidak ada lagi upaya hukum," ungkap Yasonna.

Artinya, kata dia, Indonesia terbebas dari gugatan sekitar 1,3 miliar dolar AS atau kurs sekarang sekitar Rp18 triliun.

"Dan kita dapat 'award', dapat denda dari mereka, mereka yang harus bayar sekitar 9,4 juta dolar AS sekitar Rp140 miliar lebih. Ini akan kita tagih nanti," ujar dia pula.

Gugatan itu, lanjut Yasonna, berkaitan dengan penerbitan izin tambang di Kalimantan Timur.

Para penggugat (Churcill Mining Plc dan Planet Mining Pty Ltd) menuduh Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Bupati Kutai Timur melanggar Perjanjian Bilateral Investasi (BIT) RI-Inggris dan RI-Australia.

Pelanggaran yang dimaksud adalah melakukan ekspropriasi tidak langsung ("indirect expropriation") dan prinsip perlakuan yang adil dan seimbang ("fair and equitable treatment").

"Melalui pencabutan Kuasa Pertambangan/Izin Usaha Pertambangan Eksploitasi (KP/IUP Eksploitasi) anak perusahaan para penggugat (empat perusahaan Grup Ridlatama) seluas lebih kurang 350 kilometer persegi, di Kecamatan Busang oleh Bupati Kutai Timur pada 4 Mei 2010," ujar Yasonna pula.

Para penggugat mengklaim bahwa pelanggaran tersebut telah menimbulkan kerugian terhadap investasinya di Indonesia dan mengajukan gugatan sebesar 1,3 miliar dolar AS.

"Ini pada tingkat pertama, pada putusan 6 Desember (di Singapura) mereka kalah, mereka menggugat kembali meminta 'annulment'. Ada 3 hal yang mereka minta pada waktu itu," kata dia lagi.

Pada 31 Maret 2017, para penggugat mengajukan permohonan pembatalan putusan ("annulment of the award") berdasarkan pasal 52 Convention on The Settlement of Investment Disputes between States and Nationals of Other States (Konvensi ICSID).

Pertama, kata dia, bahwa tribunal ICSID dianggap telah melangkahi kewenangannya. Selanjutnya, bahwa telah terjadi penyimpangan yang serius dari aturan prosedur yang mendasar. Terakhir, putusan telah gagal menyatakan alasan yang menjadi dasar putusan.

"Alasan dasar hukumnya tidak tepat atau tidak ada dasarnya. Sama dengan kita kalau mau kasasi, alasan penerapan hukum yang tidak benar. Syukur lah ini perjuangan panjang. Buat pertama kalinya ini Indonesia menang besar dalam gugatan seperti ini dan dapat 'award' yang signifikan," ujar dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Jepang Buka Lowongan Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia

    MANADO (EKSPOSnews): Peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar bagi calon-calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sulut yang ingin bekerja di negara Jepang."Hal ini menyusul ditandatanganinya Memor

  • satu bulan lalu

    Aroma Kopi Indonesia di Jerman

    JAKARTA (EKSPOSnews): Booth kopi Indonesia kembali menjadi magnet di ajang pameran kopi internasional “specialty coffee internasional, World of Coffee 2019 Berlin, Jerman, yang berlangsung dari tang

  • 2 bulan lalu

    Semen Indonesia Group Santuni Anak Yatim di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Semen Indonesia Group (SMIG) memberikan santunan kepada 231 anak yatim yang berada di daerah operasi perusahaan tersebut yakni Lhoknga dan Leupung Kabupaten Aceh Besar, Provin

  • 2 bulan lalu

    Peta Hutan Adat di Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan Peta Hutan Adat dan Wilayah Indikatif Hutan Adat Fase I untuk menjamin usulan-usulan di daerah yang telah memiliki

  • 2 bulan lalu

    Samsung Jawara Penjualan Ponsel di Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ponsel buatan Samsung Electronics menduduki urutan teratas dari merek gawai yang digunakan warganet untuk mengakses dunia maya, demikian survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Intern

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99