Selasa, 21 Mei 2019

Indonesia Bisa Tiru Ketegasan Filipina Memberantas Narkoba

Jumat, 09 Sep 2016 16:52
BAGIKAN:
ist
Narkoba serbu Indonesia.

MEDAN (EKSPOSnews): Gerakan Nasional Antinarkotika mengharapkan Indonesia dapat mencontoh semangat dan ketegasan dalam pemberantasan peredaran narkoba yang dilakukan oleh pemerintah Filipina.

"Kebijakan yang dilakukan Filipina menembak mati pengedar narkoba patut ditiru oleh pemerintah Indonesia untuk dapat meminimalisir penyeludupan narkoba di Tanah Air ini," kata Ketua DPD Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Sumatera Utara H Hamdani Harahap di Medan, Jumat 9 September 2016.

Sebab, menurut dia, Indonesia saat ini telah dinyatakan darurat narkoba, sehingga Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) harus bersikap tegas tanpa toleransi untuk menyelamatkan negara dari kehancuran.

"Dalam menuntaskan kasus peredaran dan penyeludupan narkoba di Indonesia, aparat keamanan harus bersikap tegas bagi pelaku yang melanggar hukum," ujar Hamdani.

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia tidak perlu mengasihani pelaku kejahatan narkoba tersebut karena perbuatan yang dilakukan telah banyak merusak generasi muda harapan bangsa.

Selain itu, sindikat dan gembong narkoba internasional itu dapat mengganggu stabilitas keamanan di Indonesia sehingga harus secepatnya dicegah atau diantisipasi.

"Kita tidak ingin Indonesia dijadikan sebagai tempat transit dan sekaligus pasar peredaran narkoba di Asia Tenggara," ucapnya.

Hamdani mengatakan, Indonesia dalam kondisi darurat narkoba itu, harus segera dipulihkan oleh aparat keamanan dan institusi terkait.

Tercatat sekitar lima juta orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba tersebut, dan 40 hingga 50 orang per hari meninggal dunia.

"Pemerintah diharapkan memiliki kepedulian yang cukup tinggi dalam memberantas peredaran dan penyeludupan narkoba yang semakin marak terjadi di Indonesia," kata Pengacara itu.

Sebelumnya, setelah diangkat pada 4 September 2016, Presiden Filipina Rodrigo Duterte melakukan pemberantasan narkoba secara besar-besaran di negara tersebut.

Bahkan, sebanyak 1.011 sebagai terduga pengedar dan pengguna narkoba telah tewas selama operasi polisi di Filipina.(ant)


  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Samsung Jawara Penjualan Ponsel di Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ponsel buatan Samsung Electronics menduduki urutan teratas dari merek gawai yang digunakan warganet untuk mengakses dunia maya, demikian survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Intern

  • 3 minggu lalu

    Masyarakat Indonesia Lebih Nyaman Jadi Kuli

    MEDAN (EKSPOSnews): Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmana -Kemristekdikti Ismet Yus Putra mengatakan kebanyakan masyarakat Indonesia lebih nyaman menjadi seo

  • 4 minggu lalu

    Puluhan Bungkus Ganja, Hingga Dua Pasang Tanduk Rusa Berhasil Diamankan Satgas Yonmek

    MERAUKE (EKSPOSnews): Satgas Pamtas Yonmek 521/DY, berkomitmen untuk terus menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Merauke, khususnya di perbatasan Indonesia-Papua Nugini.Upaya pengamanan itupun, telah

  • 4 minggu lalu

    Semen Indonesia Edukasi Mahasiswa

    PADANG (EKSPOSnews): PT Semen Indonesia mengedukasi mahasiswa se-Sumatera Barat dalam mengotimalkan bakat yang mereka miliki melalui kegiatan ‘BUMN Goes To Campus’ (BGTC) yang merupakan rangkaian

  • 4 minggu lalu

    Pengguna Twitter di Indonesia Meningkat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Twitter Indonesia mencatat pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang 2018 lalu, dengan jumlah pengguna harian platform mikroblog tersebut naik di atas angka rata-rata global."Tah

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99