Rabu, 21 Agu 2019

Hukum Berat Pembunuh Pendeta di Sumatera Selatan

Oleh: marsot
Sabtu, 30 Mar 2019 09:26
BAGIKAN:
istimewa.
Pembunuh.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Aktivis Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan, Women's Crisis Center Palembang, meminta penyidik Reskrimum Polda Sumatera Selatan menghukum berat dua tersangka pembunuh calon pendeta perempuan.

"Kami mengapresiasi keberhasilan tim Reskrimum Polda Sumatera Selatan menangkap Hen dan Nang, dua tersangka pembunuh calon pendeta, Melinda Zidoni, di kawasan perkebunan sawit Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan meminta kedua tersangka dihukum berat," kata Direktur Eksekutif Women's Crisis Center Palembang, Yeni Roslaini Izi, di Palembang, Sabtu 30 Maret 2019.

Perbuatan kedua orang itu terhadap perempuan pendeta yang mengabdi di daerah pelosok di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir itu sangat kejam dan tidak bisa ditoleransi.

Sudah seharusnya kedua tersangka diberikan hukuman berat sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan, yakni pembunuhan berencana dan pencabulan.

Dengan hukuman berat diharapkan dapat memberikan efek jera bagi tersangka dan masyarakat lain untuk tidak melakukan kejahatan serupa, ujar aktivis pembela perempuan itu.

Sementara sebelumnya Kepala Polda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Zulkarnain Adinegara, menegaskan, kasus pembunuhan terhadap Zidoni tidak terkait unsur SARA.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka Hen dan Nang, informasi serta barang bukti yang diperoleh dari TKP di daerah Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, kasus pembunuhan itu murni kriminal.

Berdasarkan keterangan tersangka, terungkap modus operandi kasus pembunuhan calon pendeta itu, karena sakit hati cintanya ditolak dan dihina korban.

Kejahatan dilakukan berdua oleh tersangka karena keduanya sama-sama menyukai Zidoni, seorang gadis kelahiran Pulau Nias.

Pembunuhan terhadap korban telah direncanakan secara matang oleh kedua tersangka. Berdasarkan fakta hukum yang dihimpun penyidik kedua tersangka dikenakan pasal pembunuhan berencana dan pencabulan.

Pasal pencabulan dikenakan terhadap kedua tersangka karena di bagian pribadi korban berdasarkan hasil visum ditemukan bukti lecet namun tidak ditemukan sperma tersangka sebagaimana dugaan sebelumnya korban diperkosa tersangka sebelum dibunuh.

"Kasus pembunuhan itu sedang ditangani serius penyidik Reskrimum Polda Sumatera Selatan dan berdasarkan bukti-bukti yang dihimpun di TKP kedua tersangka bisa diancam hukuman penjara seumur hidup dan hukuman mati," kata Adinegara. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Polisi Ringkus Kawanan Pembobol ATM di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Anggota Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan menangkap empat dari delapan tersangka sekawanan spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri milik Bank Mandiri di Kantor Cab

  • 6 bulan lalu

    Pelaku Kekerasan Seksual Harus Dihukum Berat

    KUPANG (EKSPOSnews): Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Veronika Ata mengatakan, aparat penegak hukum harus berani menjatuhkan hukuman berat bagi para pelaku kekerasan

  • 8 bulan lalu

    Mendukung Peremajaan Sawit di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sumsel Babel mendukung rencana pemerintah untuk meremajakan perkebunan sawit melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa

  • 9 bulan lalu

    Hukum Berat Pengoplos Elpiji

    MEDAN (EKSPOSnews): Manajemen Pertamina meminta pihak Kepolisian melakukan penindakan hukum secara tegas dan tuntas kepada pelaku penyelewengan elpiji 3 Kg."Manajemen mengapresiasi dan mendukung penga

  • 11 bulan lalu

    Hukum Berat Penyelundup Lobster

    JAMBI (EKSPOSnews): Pihak Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi berharap hakim dan jaksa penuntut umum yang mengadili kasus ini menghukum secara maksimal t

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99