Kamis, 22 Agu 2019

Hanya 9 Tahun untuk Andri Tristianto

Kamis, 25 Agu 2016 20:39
BAGIKAN:
ist
Andri Tristianto Sutrisna hanya divonis 9 tahun penjara.

JAKARTA (EKSPOSnews): Bekas Kasubdit Kasasi Perdata Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna hanya divonis hukuman sembilan tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara oleh Hakim Tipikor.

Andri bersalah karena telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai pegawai di MA untuk memperkaya diri sendiri dengan mempermainkan perkara.

"Menjatuhkan pidana kurungan selama sembilan tahun dan denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara," kata hakim John Halasan Butarbutar di Pengadilan Tipikor, Kamis 25 Agustus 2016.

Hakim menilai, Andri telah mencoreng nama institusi Mahkamah Agung.

Jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar terdakwa dihukum 11 tahun penjara.

Andri ditangkap KPK pada Februari 2016 setelah menerima uang dari Ichsan Suaidi senilai Rp400 juta. Uang itu diberikan Ichsan untuk menunda petikan salinan kasasi yang tengah berproses di MA.

Andri juga diduga menerima gratifikasi berupa uang senilai Rp500 juta. Uang itu diberikan oleh seorang pengacara bernama Asep Ruhiyat. Asep meminta Andri untuk memantau sejumlah perkara kasasi yang diurus oleh pengacara tersebut.

Dalam sidang terhadap Andri Tristianto Sutrisna pekan lalu terungkap bahwa Andri hanya sekadar loket perkara di lembaga peradilan tersebut.

Aktor lain bermunculan, Taufik besan Sekretaris MA Nurhadi, masuk ke pusaran tersebut. Dia disebut meminta Andri supaya mengawasi enam perkara yang tengah berproses di MA.

Salah satunya adalah pengajuan kasasi Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Bali 2014. Inti pengajuan tersebut adalah menggugat Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) atas pengesahan kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Ancol (Agung Laksono).

Dalam putusan kasasi  nomor 490/TUN/15  tampak, Hakim Agung Imam Soebechi mengabulkan gugatan kasasi dari pihak Aburizal Bakrie. Putusan MA itu menempatkan Golkar Munas Bali sebagai pemenang.

Besan Nurhadi  juga meminta Andri untuk mengawasi perkara kasasi PTP X Kediri, kasasi Bank CIMB Niaga atas nama Andi Zainudin Azikin, kasasi Kediri, dan kasasi Banjar Baru.(al)


  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Mantan Ketua Kadin Bali Divonis 2 Tahun Penjara

    DENPASAR (EKSPOSnews): Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) wilayah Bali, Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra (50), mendapatkan putusan majelis hakim atas kasus penipuan, perizinan da

  • 2 minggu lalu

    Kronologi Kasus Suap Impor Bawang Putih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi tangkap tangan terkait kasus suap pengurusan izin impor bawang putih Tahun 2019.KPK pada Kamis (8/8) malam telah mengumum

  • 4 minggu lalu

    KPK Periksa Sejumlah Pejabat Provinsi Kepulauan Riau

    BATAM (EKSPOSnews): Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus perizinan reklamasi yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin

  • 4 minggu lalu

    Mencari Pimpinan KPK yang Berani

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani meyakini Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mampu menemukan calon pimpinan KPK terbaik dari 104 nama yang lulus uji

  • satu bulan lalu

    KPK Sita Aset Rita Widyasari

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita aset-aset milik mantan Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Rita Widyasari senilai Rp70 Miliar terkait kasus tindak pidana

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99