Rabu, 22 Mei 2019

Hanya 9 Tahun untuk Andri Tristianto

Kamis, 25 Agu 2016 20:39
BAGIKAN:
ist
Andri Tristianto Sutrisna hanya divonis 9 tahun penjara.

JAKARTA (EKSPOSnews): Bekas Kasubdit Kasasi Perdata Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna hanya divonis hukuman sembilan tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara oleh Hakim Tipikor.

Andri bersalah karena telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai pegawai di MA untuk memperkaya diri sendiri dengan mempermainkan perkara.

"Menjatuhkan pidana kurungan selama sembilan tahun dan denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara," kata hakim John Halasan Butarbutar di Pengadilan Tipikor, Kamis 25 Agustus 2016.

Hakim menilai, Andri telah mencoreng nama institusi Mahkamah Agung.

Jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar terdakwa dihukum 11 tahun penjara.

Andri ditangkap KPK pada Februari 2016 setelah menerima uang dari Ichsan Suaidi senilai Rp400 juta. Uang itu diberikan Ichsan untuk menunda petikan salinan kasasi yang tengah berproses di MA.

Andri juga diduga menerima gratifikasi berupa uang senilai Rp500 juta. Uang itu diberikan oleh seorang pengacara bernama Asep Ruhiyat. Asep meminta Andri untuk memantau sejumlah perkara kasasi yang diurus oleh pengacara tersebut.

Dalam sidang terhadap Andri Tristianto Sutrisna pekan lalu terungkap bahwa Andri hanya sekadar loket perkara di lembaga peradilan tersebut.

Aktor lain bermunculan, Taufik besan Sekretaris MA Nurhadi, masuk ke pusaran tersebut. Dia disebut meminta Andri supaya mengawasi enam perkara yang tengah berproses di MA.

Salah satunya adalah pengajuan kasasi Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Bali 2014. Inti pengajuan tersebut adalah menggugat Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) atas pengesahan kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Ancol (Agung Laksono).

Dalam putusan kasasi  nomor 490/TUN/15  tampak, Hakim Agung Imam Soebechi mengabulkan gugatan kasasi dari pihak Aburizal Bakrie. Putusan MA itu menempatkan Golkar Munas Bali sebagai pemenang.

Besan Nurhadi  juga meminta Andri untuk mengawasi perkara kasasi PTP X Kediri, kasasi Bank CIMB Niaga atas nama Andi Zainudin Azikin, kasasi Kediri, dan kasasi Banjar Baru.(al)


  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Sekjen KONI Divonis 2,8 Tahun Penjara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indoensia (KONI) Ending Fuad Hamidy divonis 2 tahun dan 8 bulan penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan

  • 2 hari lalu

    Vonis Mati untuk Warga Prancis

    MATARAM (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, mejatuhkan vonis hukuman mati kepada Warga Negara Perancis, Dorfin Felix (35), karena terbukti menyelundupkan 2,98 kilogram narkob

  • 4 hari lalu

    Presiden Angkat Pansel Pimpinan KPK

    KUTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menetapkan sembilan orang sebagai panitia seleksi (pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023."Pansel tersebut dibentuk untuk menjamin kualit

  • 5 hari lalu

    Hakim Tipikor Merry Purba Divonis 6 Tahun Penjara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadilan Medan Merry Purba divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan karena dinilai terbukti

  • 6 hari lalu

    Bupati Bengkalis Jadi Tersangka Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama satu orang lainnya sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99