Senin, 25 Mei 2020

Hakim di Aceh Dipukuli Polisi

Selasa, 21 Jun 2016 04:21
BAGIKAN:
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Seorang hakim dan tiga anaknya serta seorang adik iparnya menjadi korban penganiayaan oknum polisi yang bertugas di Polda Aceh.

Korban bernama Mahdy Usman mengungkapkan kasus yang dialaminya kepada wartawan di Kantor PWI Aceh di Banda Aceh, Senin 20 Juni 2016.

"Bukan hanya yang dipukul. Tiga anak saya dan adik ipar saya juga menjadi korban pemukulan oknum polisi yang bertugas di Polda Aceh. Saya tidak tahu alasan pemukulan oknum polisi itu," ungkap Mahdy Usman.

Korban Mahdy Usman merupakan hakim yang bertugas di Pengadilan Agama Jakarta Barat. Korban sekeluarga diduga dianiaya di rumahnya. Jalan Cut Nyak Dhien Lorong Lam Awe 1, Gampong Lamteumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Didampingi Adnan NS, mantan Ketua PWI Aceh, Mahdy Usman mengatakan, oknum polisi yang diduga menganiaya tersebut berinisial Mar, perwira yang bertugas di bagian narkoba Polda Aceh, Selain Mahdy Usman berusia 60 tahun, korban pemukulan oknum polisi berinial Mar lainnya yakni anak korban di antaranya Fanny Tasyfia, 25 tahun, Yadaina Ulya, 23 tahun, dan Ruhil Fathana Mahdy, 16 tahun. Serta adik ipar Mahdy Usman bernama Mulyadi.

Didampingi Sabariah, istri dan dua anaknya, Mahdy Usman menuturkan pemukulan terhadap dirinya berawal dari kedatangan adik iparnya Mulyadi pada Kamis (16/6) sekitar pukul 18,30 WIB atau menjelang berbuka puasa.

Kedatangan Mulyadi untuk menjemput ibu dan anaknya. Sebelum pergi dari rumah korban, Mahdi Usman meminta Mulyadi menjelaskan batas tanah rumahnya yang bersebelahan dengan rumah oknum polisi berinisial Mar tersebut.

Dalam penjelasannya, Mulyadi mengatakan dirinya yang membangun rumah korban. Saat menjelaskan, datang oknum polisi berinisial Mar dan memukul Mulyadi. Pemukulan terjadi di depan pagar rumah korban Mahdi Usman.

"Saya yang ketika itu berada dekat Mulyadi ikut menjadi sasaran pemukulan. Saya dipukul di bagian wajah. Saya sempat pingsan. Saat pingsan, saya mendapat kabar pelaku juga hendak melempar saya dengan batu," terang dia.

Namun pelaku tidak jadi melemparkan batu karena ada warga yang melerai. Saat korban pingsan, pelaku juga diduga memukul anak perempuan korban bernama Fanny Tasyfia. Korban Fanny mengalami memar di wajah, bawah mata kanan.

Akibat pemukulan tersebut, korban Mahdy Usman mengalami memar di wajah kanan. Kuping agak pekat, kepala mengalami pusing-pusing. Korban mengaku sering kehilangan ingatan.

"Setelah sadar dari pingsan, saya dibawa ke rumah sakit. Beberapa saat di rumah sakit, saya melaporkan kejadian ke Polda Aceh. Setelah itu, saya menjalani pemeriksaan di rumah sakit," ungkap Mahdy Usman.

Beberapa hari sebelum pemukulan terhadap dirinya, Mahdy Usman menuturkan pelaku juga diduga memukul anaknya bernama Yadaina Ulya, 23 tahun, dan Ruhil Fathana Mahdy, 16 tahun.

"Saya dan istri saat itu sedang berada di Jakarta. Kami sekeluarga tidak tahu mengapa dipukul korban. Selama ini, saya dengan pelaku tidak ada masalah apapun," ungkap Mahdy Usman.

Adnan NS, mewakili keluarga korban, mengatakan pihaknya mendesak Polda Aceh mengusut tuntas kasus penganiayaan hakim yang dilakukan oknum aparat negara.

"Kami mendesak Polda Aceh mengusut tuntas kasus ini. Kami mencari keadilan. Kalau tidak selesai di Polda, kami akan laporkan ke Mabes Polri," kata Adnan NS yang juga anggota DPD RI periode 2004-2009.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Aceh AKBP Goenawan menegaskan kasus dugaan penganiayaan yang tersebut merupakan masalah pribadi oknum polisi berinisial Mar dengan korban.

"Kasus ini sudah ditangani dan sedang dalam proses penyidikan oleh Bidang Propam Polda Aceh. Penanganan kasus ini menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata AKBP Goenawan.(ant)

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Polisi Cokok Pria Pembawa Sabu 2 Kilogram

    PADANG (EKSPOSnews): Polda Sumatera Barat menangkan seorang pria berinisial H (41) yang diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat dua kilogram melalui bus antar provinsi di Kabupaten 50 Kota, Sum

  • 7 bulan lalu

    Seorang Anggota Polisi di Medan Dibacok

    MEDAN (EKSPOSnews): Seorang anggota polisi di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan mengalami luka serius usai dibacok oleh pelaku pencabulan saat korban hendak mengama

  • 8 bulan lalu

    Ninoy Ancam Laporkan Pengurus Masjid Al Falaah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pegiat media sosial Ninoy Karundeng mengancam akan melaporkan Ketua Pengurus Masjid Al Falaah, Iskandar, ke polisi lantaran menyebarkan informasi yang tidak benar terkait peristi

  • 9 bulan lalu

    Jembatan di Aceh Barat Ambruk

    MEULABOH (EKSPOSnews): Aktivitas ribuan masyarakat di di empat desa meliputi Desa Peulanteu LB, Ujong Simpang, Karang Hampa dan Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat hingga Sel

  • 9 bulan lalu

    Polisi Baku Tembak dengan Pencuri Pistol

    JAMBI (EKSPOSnews): Tim gabungan Resmob Ditreskrimum Polda Jambi dan Polres Sarolangun serta Polres Muarojambi menangkap pelaku pencurian senjat api (senpi) milik anggota Polsek Pauh, Kabupaten Sarola

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99