Rabu, 27 Mei 2020

Hakim Vonis Mati Pengedar 55 kg Sabu

Oleh: marsot
Jumat, 18 Jan 2019 04:55
BAGIKAN:
istimewa.
Vonis.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis, Provinsi Riau, menjatuhkan hukuman mati untuk tiga jaringan sindikat pengedar 55 kilogram sabu-sabu serta 46.000 ekstasi.

Dalam putusannya di Pengadilan Negeri Bengkalis, Hakim Ketua Sutarno menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah mengedarkan narkoba senilai lebih Rp60 miliar itu.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan hukuman mati," kata Hakim Sutarno didampingi dua hakim anggota Wimmid D Simarmata dan Aulia Fhatma Widhola, Kamis 17 Januari 2019.

Putusan itu dibacakan hakim kepada para terdakwa secara bergantian. Hakim menilai ketiga terdakwa Juliar (22), Dedi Purwanto (31) dan Andi Syahputra (26) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Vonis yang dibacakan hakim tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkalis sehingga JPU langsung menyatakan menerima putusan tersebut.

Sementara itu, kuasa hukum ketiga terpidana Helmi Syarizal dan Farizal menyatakan menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari kedepan.

"Kita gunakan waktu tujuh hari ini untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Helmi.

Sidang pembacaan putusan itu diwarnai dengan derai tangis keluarga ketiga terpidana. Mereka tak dapat menahan air mata ketika hakim membacakan putusan hukuman mati kepada ketiganya satu persatu.

Perkara yang menjerat ketiga terpidana itu diungkap oleh jajaran Polsek Bengkalis Kota, Kabupaten Bengkalis pada Mei 2018 silam. Pengungkapan itu merupakan pengungkapan narkoba dengan barang bukti terbesar sepanjang 2018 lalu.

Seluruh narkoba tersebut ditangkap Polisi di Pelabuhan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis, yang diduga kuat berasal dari negeri jiran Malaysia. Namun, Polisi berhasil menggagalkan upaya pengiriman sabu-sabu yang rencananya akan dibawa ke Kota Pekanbaru tersebut.

Vonis Mati Sindikat Narkoba Ketiga Pengadilan Negeri Bengkalis dalam kurun waktu satu tahun terakhir telah tiga kali menjatuhkan hukuman vonis mati.

Pada September 2018 lalu, Pengadilan Negeri Bengkalis yang berada di pesisir Riau dan menjadi sasaran empuk penyelundupan narkoba itu menjatuhkan vonis mati kepada dua kurir 10 kilogram sabu-sabu.

Sutarno yang kala itu juga menjadi pimpinan majelis menjatuhkan vonis mati kepada M Hanafi (38) dan Riko Fernando (38). Keduanya divonis bersalah melanggar undang-undang narkotika dalam kasus peredaran 10 kilogram sabu-sabu.

Pada awal 2018, vonis mati juga diterima Eri Jack alias Eri Jack. Terpidana yang dikenal sebagai nelayan kaya mendadak dengan aset miliaran rupiah itu terbukti bersalah mengedarkan narkoba dengan barang bukti 40 kilogram sabu-sabu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Menteri Agama Disebut Terima Suap Rp70 Juta

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, disebut menerima Rp70 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin, atas bantuan sehingga Hasanu

  • 12 bulan lalu

    Vonis Mati untuk Warga Prancis

    MATARAM (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, mejatuhkan vonis hukuman mati kepada Warga Negara Perancis, Dorfin Felix (35), karena terbukti menyelundupkan 2,98 kilogram narkob

  • tahun lalu

    Hakim Tipikor Merry Purba Divonis 6 Tahun Penjara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadilan Medan Merry Purba divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan karena dinilai terbukti

  • tahun lalu

    Hakim Tolak Praperadilan Romahurmuziy

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai putusan hakim yang menolak permohonan praperadilan yang diajukan anggota DPR RI 2014-2019 Romahurmuziy alias Rommy, tersangka kasus

  • tahun lalu

    KPK Tangkap Hakim di Kalimantan Timur

    BALIKPAPAN (EKSPOSnews): Hakim M. Kayat, dua pengacara, seorang panitera, dan seorang sipil di Balikpapan disergap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat 3 Mei 20

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99