Minggu, 23 Sep 2018

Hak Politik Mantan Gubernur Bengkulu Dicabut

Oleh: alex
Jumat, 12 Jan 2018 05:22
BAGIKAN:
twitter.
Ridwan Mukti, mantan Gubernur Bengkulu.
BENGKULU (EKSPOSnews): Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kota Bengkulu dalam amar putusannya mencabut hak politik, yakni hak untuk dipilih kepada Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti sebagai hukuman tambahan.

"Selain pidana kurungan selama delapan tahun, juga mencabut hak terdakwa untuk dipilih selama dua tahun seusai menjalani masa tahanan," kata Ketua majelis hakim, Admiral di Bengkulu, Kamis 11 Januari 2018.

Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum KPK, yang meminta pencabutan hak politik dipilih, sebagai efek jera dari tindakan korupsi yang dilakukan terdakwa.

Hukuman tambahan ini disebabkan terdakwa merupakan kepada daerah dan terbukti menerima suap dari kontraktor proyek pembangunan infrastruktur di Bengkulu senilai Rp1 miliar.

"Untuk pencabutan hak dipilih hanya bagi terdakwa I (Ridwan Mukti), untuk terdakwa II (istri gubernur nonaktif, Lily Martiani Maddari) tidak," kata majelis hakim.

Ridwan Mukti menjalani persidangan putusan pada Kamis sore 11/1 di Pengadilan Tipikor Bengkulu, sidang dijaga ketat aparat kepolisian baik di dalam maupun di luar ruangan sidang.

Hakim menjatuhkan vonis untuk mengganjar perbuatan terdakwa masing-masing dengan pidana selama delapan tahun kurungan, denda sebesar Rp400 juta atau hukuman pengganti dua bulan kurungan.

Ridwan Mukti beserta istri dinilai terbukti telah melanggar Pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Vonis terhadap keduanya lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang menuntut terdakwa dengan pidana kurungan selama 10 tahun.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Gelar Profesor 4 Orang Dicabut karena Plagiat

    BANYUAWANGI (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan sudah mencabut gelar akademik empat profesor selama menjabat karena terbukti melakukan plagiarisme."Ki

  • 10 bulan lalu

    Ridwan Mukti Hanya Dituntut 10 Tahun Penjara

    BENGKULU (EKSPOSnews): Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti beserta istri Lily Martiani Maddari pidana 10 tahun karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan te

  • 11 bulan lalu

    Penyuap Mantan Gubernur Bengkulu Divonis 3,7 tahun Penjara

    BENGKULU (EKSPOSnews): Majelis hakim menjatuhkan vonis 3,7 tahun atau tiga tahun tujuh bulan penjara kepada Jhoni Wijaya, terdakwa pemberi suap Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti beserta istri Li

  • 11 bulan lalu

    Ridwan Mukti Mulai Diadili

    BENGKULU (EKSPOSnews): Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti beserta istri Lily Martiani Maddari menjalani sidang perdana pada di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Kota Bengkulu."Agenda sidang

  • 12 bulan lalu

    Izin Apotek Terancam Dicabut

    KENDARI (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku sedang memproses pencabutan operasi kurang lebih 10 apotek di daerah itu karena bermasalah.Kepala Dinas Kesehatan Sult

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99