Rabu, 24 Mei 2017

Dokter Menipu di Pekanbaru

Oleh: Marsot
Senin, 10 Apr 2017 14:35
BAGIKAN:
istimewa
Dokter.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Jajaran Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menangkap seorang dokter yang telah menipu korban kekasihnya sendiri dengan memintai uang senilai Rp202 juta.

"Dengan beralasan orangtuanya meninggal, pelaku meminta uang kepada korban dengan total mencapai Rp202 juta," kata Kepala Kepolisian Sektor Sukajadi, Kompol Hermawi di Pekanbaru, Senin 10 April 2017.

Pelaku berinisial PM alias Guntur Anton Raynaldi Syaputra, 37 tahun, menipu dengan beralasan ibunya meninggal dunia di Singapura dan butuh biaya untuk membawa jenazah ke Indonesia. Namun, setelah itu korban tidak bisa menghubungi pelaku yang ternyata berdinas di salah satu Puskesmas di Kabupaten Siak.

Akhirnya, dokter yang juga mengaku-ngaku sebagai oknum TNI AU itu, ditangkap tim opsnal Polsek Sukajadi, Rabu (5/4). Setelah dilaporkan korban dan dilakukan penyelidikan pelaku sembunyi di Jalan Mawar, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Dari tangan pelaku, polisi turut menyita dua lembar Surat Izin Mengemudi (SIM), terdiri dari SIM A dan SIM C. Dalam SIM itu tercatat, pelaku berprofesi sebagai anggota TNI. Pelaku bahkan sudah berkeluarga, tapi sempat juga mengimingi akan menikahi korban.

Kapolsek melanjutkan, dari hasil penyelidikan dan keterangan intansi terkait, pelaku memang tercatat sebagai Apratur Sipil Negara (ASN). Memang berprofesi sebagai dokter di Puskesmas, tapi bukan dokter di RS TNI AU.

"Kita sudah cek dan pastikan ke Dinas Kesehatan, pelaku memang seorang dokter, status ASN. Bukan oknum TNI," terang Kapolsek Saat ini pelaku telah mendekam di sel tahanan Polsek Sukajadi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Ketika ditanya, sebelum menjadi dokter, pelaku mengaku pernah bercita-cita menjadi seorang anggota TNI, tapi tidak berhasil."Dulu saya pernah mau jadi TNI, tapi gagal. Saya butuh uang untuk lanjut ambil spesialis," ujarnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 8 jam lalu

    Transportasi Daring di Pekanbaru Belum Dapat Izin

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru menyatakan segera melakukan razia penertiban terhadap operasional transportasi dalam jaringan atau berbasis aplikasi di wilayah setempat karena

  • 2 hari lalu

    Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Melon di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pertamina Wilayah Pemasaran Provinsi Riau menyatakan telah menambah pasokan 42.000 tabung elpiji tiga kilogram untuk wilayah Pekanbaru menjelang Ramadan 1438 Hijriah."Penambaha

  • 2 hari lalu

    Gas Melon di Pekanbaru Langka

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Sejumlah warga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mengeluhkan sulitnya memperoleh elpiji tiga kilogram atau gas "melon" dan kalaupun ada harganya melonjak dari harga tertinggi (HET)

  • 5 hari lalu

    Lion Air Resmi Buka Rute Pekanbaru-Surbaya

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Maskapai Lion Air secara resmi kembali membuka rute baru tujuan domestik yakni Pekanbaru-Surabaya pergi pulang satu kali sehari menggunakan pesawat Boeing 737-800ER kapasitas 2

  • 5 hari lalu

    Kasus DBD di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 302 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di ibu kota Provinsi Riau selama lima bulan pertama tahun 2017."Kami terus mengup

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak