Kamis, 24 Agu 2017

Dokter Menipu di Pekanbaru

Oleh: Marsot
Senin, 10 Apr 2017 14:35
BAGIKAN:
istimewa
Dokter.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Jajaran Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menangkap seorang dokter yang telah menipu korban kekasihnya sendiri dengan memintai uang senilai Rp202 juta.

"Dengan beralasan orangtuanya meninggal, pelaku meminta uang kepada korban dengan total mencapai Rp202 juta," kata Kepala Kepolisian Sektor Sukajadi, Kompol Hermawi di Pekanbaru, Senin 10 April 2017.

Pelaku berinisial PM alias Guntur Anton Raynaldi Syaputra, 37 tahun, menipu dengan beralasan ibunya meninggal dunia di Singapura dan butuh biaya untuk membawa jenazah ke Indonesia. Namun, setelah itu korban tidak bisa menghubungi pelaku yang ternyata berdinas di salah satu Puskesmas di Kabupaten Siak.

Akhirnya, dokter yang juga mengaku-ngaku sebagai oknum TNI AU itu, ditangkap tim opsnal Polsek Sukajadi, Rabu (5/4). Setelah dilaporkan korban dan dilakukan penyelidikan pelaku sembunyi di Jalan Mawar, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Dari tangan pelaku, polisi turut menyita dua lembar Surat Izin Mengemudi (SIM), terdiri dari SIM A dan SIM C. Dalam SIM itu tercatat, pelaku berprofesi sebagai anggota TNI. Pelaku bahkan sudah berkeluarga, tapi sempat juga mengimingi akan menikahi korban.

Kapolsek melanjutkan, dari hasil penyelidikan dan keterangan intansi terkait, pelaku memang tercatat sebagai Apratur Sipil Negara (ASN). Memang berprofesi sebagai dokter di Puskesmas, tapi bukan dokter di RS TNI AU.

"Kita sudah cek dan pastikan ke Dinas Kesehatan, pelaku memang seorang dokter, status ASN. Bukan oknum TNI," terang Kapolsek Saat ini pelaku telah mendekam di sel tahanan Polsek Sukajadi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Ketika ditanya, sebelum menjadi dokter, pelaku mengaku pernah bercita-cita menjadi seorang anggota TNI, tapi tidak berhasil."Dulu saya pernah mau jadi TNI, tapi gagal. Saya butuh uang untuk lanjut ambil spesialis," ujarnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Pemkot Pekanbaru Operasikan Trans Metro

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan akan mengoperasikan seluruh armada bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) pada Agustus 2017 sebagai bagian memaksimalkan angkutan publik di ibu ko

  • 6 hari lalu

    Membakar Ponsel Napi di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Riau membakar sebanyak 662 ponsel hasil sitaan di 15 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh wilayah

  • 2 minggu lalu

    Stok Beras Bulog di Pekanbaru Cukup

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Badan Urusan Logistik Divisi Regional Provinsi Riau menyatakan memiliki stok beras mencapai 25.000 ton atau aman untuk kebutuhan masyarakat hingga Idul Adha 1438 Hijriyah dan b

  • 2 minggu lalu

    Banyak Menara Telekomunikasi di Pekanbaru Ilegal

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru mencatat hanya terdapat 527 menara telekomunikasi yang beridiri secara legal di ibu kota Provinsi Riau

  • 2 minggu lalu

    Polisi Limpahkan 3 Kasus Pungli di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau melimpahkan tiga berkas tersangka perkara dugaan pemerasan dan korupsi pungutan liar atau pungli di Dinas Pekerjaan Um

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak