Jumat, 22 Sep 2017

Dahlan Iskan Divonis 2 Tahun, Jaksa Banding

Oleh: Marsot
Jumat, 21 Apr 2017 18:00
BAGIKAN:
istimewa
Dahlan Iskan divonis.
SURABAYA (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berencana melakukan banding terkait dengan putusan kasus dugaan korupsi terdakwa Dahlan Iskan selama dua tahun penjara di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Surabaya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung di Surabaya,  mengatakan, pengajuan banding tersebut sesegera mungkin akan dikirimkan.

"Saat ini tim jaksa masih melakukan pembenahan dan tentunya akan dilakukan pengajuan banding terkait dengan kasus ini," katanya saat dikonfirmasi di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Jumat 21 April 2017.

Sementara itu, Dahlan Iskan menyatakan terimakasih karena sudah dinyatakan tidak terbukti menerima uang negara. Namun, Dahlan mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab atas jabatannya sebagai Dirut PT PWU waktu itu.

"Terimakasih pada majelis hakim karena saya dinyatakan tidak memakan uang negara. Namun, secara moral saya bertanggung jawab sebagai Dirut waktu itu, dan saya tidak akan lari dari tanggung jawab tersebut," ucapnya.

Dahlan menambahkan, dia manganggap PT PWU yang dia pimpin waktu itu ternyata memiliki aturan yang berbeda. Bagi Dahlan, karena perusahaan tersebut sudah berbentuk PT maka dia mengira aturan PT yang harus berjalan.

"Tapi ternyata itu tidak berlaku, jadi ini bisa dibuat pelajaran untuk para Dirut PT saat ini. Belajar dari sidang ini. Anggaplah ini kebodohan saya karena terlalu emosi untuk mengabdi," urainya.

Sebelumnya, Dahlan dituntut enam tahun, Dahlan juga dituntut denda sebesar Rp750 juta subsidair 6 kurungan. Selain itu, juga dibebani membayar uang pengganti sebesar Rp4,1 miliar subsidair tiga tahun penjara.

Akan tetapi, dalam putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Surabaya yang diketuai Tahsin, Dahlan divonis selama dua tahun penjara, denda Rp100 juta atau diganti kurungan dua bulan penjara.

Untuk diketahui, kasus aset PWU diusut Kejati Jatim pada 2015 lalu. Diduga, terjadi pelepasan sebanyak 33 aset milik PWU yang bermasalah. Namun, penyidik masih fokus terhadap penanganan hukum dua aset PWU di Kediri dan Tulungagung yang dilaksanakan secara curang.

Akibatnya, negara dirugikan. Penjualan terjadi pada tahun 2003, saat Dahlan menjadi Dirut PT PWU tahun 2000-2010. Penyidik menduga penjualan aset itu cacat hukum sejak proses awal. Penjualan dilakulan tanpa melalui prosedur yang ditentukan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    Ayah Badau Divonis 16 Tahun Penjara

    TERNATE (EKSPOSnews): Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ternate, Maluku Utara, menjatuhkan vonis hukuman selama 16 tahun pada Muhammad Suprapto alias Ongko (35 tahun), seorang ayah yang setubuhi an

  • 3 hari lalu

    Mantan Kasatreskrim Polres Maluku Tenggara Barat Divonis

    AMBON (EKSPOSnews): Mantan Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara Barat, AKP Johanes Titus divonis 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim tipikor pada Kantor Pengadilan Negeri Ambon "Menyatakan terdakwa s

  • 2 minggu lalu

    Pengadilan Tinggi Bebaskan Dahan Iskan dari Tuduhan Korupsi

    SURABAYA (EKSPOSnews): Pengadilan Tinggi Surabaya membebaskan Dahlan Iskan dari tuduhan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tim

  • 4 minggu lalu

    Bambang Irianto Dibui 6 Tahun Penjara

    SIDOARJO (EKSPOSnews): Wali Kota Madiun Nonaktif Bambang Irianto divonis hukuman kurungan penjara selama enam tahun dan denda Rp1 miliar, atau lebih ringan dari tuntutan jaksa selama sembilan tahun ku

  • satu bulan lalu

    2 Koruptor Patung Jesus Divonis masing-Masing 1,3 Tahun Penjara

    MEDAN (EKSPOSnews): Dua terdakwa yakni Murni Alan Sinaga dan Sondang M Pane, divonis masing-masing 1,3 tahun, di Pengadilan Tipikor Medan, kasus korupsi pembuatan patung Yesus senilai Rp6,2 miliar ber

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak