Selasa, 24 Sep 2019

Bupati Nonaktif Labuhanbatu Divonis 7 Tahun Penjara

Oleh: marsot
Kamis, 04 Apr 2019 18:08
BAGIKAN:
istimewa.
Dihukum penjara.
MEDAN (EKSPOSnews): Bupati Nonaktif Labuhanbatu, Pangonal Harahap (49) dihukum tujuh tahun penjara pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, karena diyakini terbukti menerima suap sebesar Rp42,28 miliar dan SGD 218.000 dari pengusaha.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan diketuai Erwan Effendi, dalam amar putusannya menghukum Pangonal membayar denda Rp200 juta atau subsider dua bulan.

Selain itu, menurut Hakim, Pangonal dikenakan uang pengganti sebesar Rp42,28 miliar dan SGD 2018.000.

"Jika uang pengganti tersebut tidak dibayar dan diganti dengan hukuman satu tahun penjara," ucap Hakim, Kamis 4 April 2019.

Majelis Hakim, dalam hukum tambahan juga mencabut hak pilihnya selama tiga tahun, setelah menjalani hukuman pokok.

Pangonal melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

Hal-hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

"Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya," ujar Hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dody Sukmono, di Pengadilan Tipikor Medan,  menuntut delapan tahun penjara Bupati nonaktif Labuhanbatu, Pangonal Harahap (49) karena menerima suap sebesar Rp42,28 miliar dan SGD 218.000 dari pengusaha.

Selain itu, terdakwa tersebut juga membayar denda Rp250 juta atau subsider empat bulan kurungan.

Kemudian, Pangonal dikenakan uang pengganti sebesar Rp42,28 miliar dan SGD 2018.000.

JPU mengatakan, Pangonal melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

Selain hukuman pidana dan uang pengganti, JPU meminta terdakwa diberikan hukuman tambahan berupa dicabut hak pilihnya selama tiga tahun enam bulan.

JPU dalam dakwaan menyebutkan Pangonal Harahap menerima hadiah berupa uang Rp42,28 miliar dan SGD 218.000 dari pengusaha Efendy Syahputra.

Pemberian uang tersebut berlangsung sejak 2016 hingga 2018 dan diberikan melalui Thamrin Ritonga (DPO), Baikandi Harahap, serta Abu Yazid Anshori Hasibuan.

Uang tersebut diberikan kepada terdakwa agar memberikan kepada perusahaan Asiong beberapa paket pekerjaan di Kabupaten Labuhanbatu  tahun anggaran 2016, 2017, dan 2018. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Muhammad Faisal Divonis 4 tahun Penjara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) 2009-2014 Muhammad Faisal divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan karena dinilai terbukti menerima "uang k

  • 3 bulan lalu

    Ahmad Dhani Hanya Divonis Setahun Penjara

    SURABAYA (EKSPOSnews): Musisi Ahmad Dhani Prasetyo divonis satu tahun kurungan penjara oleh majelis hakim yang diketuai R Anton Widyopriono pada sidang kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri

  • 4 bulan lalu

    Neneng Hasanah Yasin divonis 4 Tahun Penjara dan Hak Politiknya Dicabut

    BANDUNG (EKSPOSnews): Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin divonis enam tahun penjara oleh hakim yang menyatakan Neneng terbukti bersalah karena menerima suap untuk memuluskan proyek Meikarta."

  • 4 bulan lalu

    Sekjen KONI Divonis 2,8 Tahun Penjara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indoensia (KONI) Ending Fuad Hamidy divonis 2 tahun dan 8 bulan penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan

  • 4 bulan lalu

    Hakim Tipikor Merry Purba Divonis 6 Tahun Penjara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadilan Medan Merry Purba divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan karena dinilai terbukti

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99