Senin, 26 Feb 2018

Bupati Bayuasin yang Korup Divonis 6 Tahun Penjara

Oleh: Jallus
Kamis, 23 Mar 2017 16:26
BAGIKAN:
istimewa
Bupati Bayuasin Yan Anton divonis 6 tahun penjara.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Bupati nonaktif Banyuasin Yan Anton Ferdian divonis hukuman enam tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider satu bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang.

Yan Anton mendengarkan pembacaan vonis yang dibacakan secara bergantian oleh anggota majelis hakim terdiri atas Arifin, Haridi dan Paluko di ruang sidang Pengadilan Tipikor dengan didampingi penasihat hukum.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK, Roy Riadi yang menjerat dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan, ujar hakim, Kamis 23 Maret 2017.

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 12 huruf a UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 jonto Pasal 55 ayat 1.

Selain itu, majelis hakim juga mencabut hak politik Yan Anton selama tiga tahun setelah menyelesaikan masa hukuman atau lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa.

Sementara itu, dalam kasus serupa, empat terdakwa lain juga menjalani sidang pembacaan vonis hari ini.

Umar Usman, mantan Kadis Pendidikan Banyuasin divonis empat tahun penjara denda Rp200 miliar subsider satu bulan kurungan, sama.halnya dengan hukuman yang diberikan pada tiga terdakwa lainnya,Rustami (Kasubag Rumah Tangga Pemkab Banyuasin), Sutaryo (Kasi Pengembangan Mutu Pendidikan Kadis Pendidikan Banyuasin) dan Kirman (Direktur CV Adi Sai).

Sebelumnya, seorang pengusaha yakni Zulfikar Muharrami telah divonis hakim Pengadilan Tipikor Palembang hukuman 1,5 tahun penjara setelah terbukti menyediakan dana untuk menyuap Bupati Yan Anton.Yan Anton dimajukan ke persidangan setelah diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan KPK pada 4 September 2016 saat menerima suap dari Zulfikar dengan perantara Kirman. Saat itu Yan Anton menerima bukti setor pelunasan ONH Plus atas nama dirinya dan istri senilai Rp531 juta.

Dalam persidangan terungkap bahwa Yan Anton kerap menerima gratifikasi atas proyek pemerintah yang diberikan ke sejumlah pengusaha.

Para bawahaan diperintahkan untuk menghubungi sejumlah pengusaha rekanan pemerintah untuk mencarikan dana kepentingan pribadi bupati.

Para pengusaha yang telah memberikan ijon ke bupati ini nantinya akan mendapatkan imbal berupa proyek pada tahun anggaran mendatang. Kegiatan korupsi ini telah berlangsung lama, dan berdasarkan fakta dipersidangan telah berlangsung sejak 2012.

Sementara hal-hal meringankan yang menjadi pertimbangan hakim yakni terdakwa mengakui dan menyesali perbuatan. Sementara yang memberatkan sebagai pimpinan tertinggi pada pemerintah kabupaten, terdakwa menjadi pelaku utama tipikor.

Atas putusan hakim ini, terdakwa menyatakan menyatakan menerima, sementara sebaliknya JPU menyatakan pikir-pikir.

"Saya menerima dan akan menjalani hukuman ini," kata Yan Anton yang dicegat wartawan saat keluar dari ruang sidang.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Polda Riau Tetapkan Tersangka Korupsi Pipa PDAM

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menetapkan dua tersangka perkara dugaan korupsi pipa PDAM di Kabupaten Indragiri Hilir senilai Rp3,4 miliar."Sudah na

  • 5 hari lalu

    Tersangka Korupsi Aset Pramuka Asahan Ditahan

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Asahan, Sumatera Utara menahan Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Asahan, AH, sebagai tersangka korupsi dana aset dan hibah senilai Rp1,4 miliar Tahun Anggaran 2

  • 7 hari lalu

    Kejati Sumut Tangkap Tersangka Korupsi Dinas PU Deliserdang

    MEDAN (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah menangkap Madison Silitonga, terpidana kasus korupsi Dinas Pekerjaan Umum di Kabupaten Deliserdang senilai Rp5,3 miliar tahun an

  • 3 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Amankan 2 Buronan Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim intelijen Kejaksaan Agung,  mengamankan dua buronan dugaan tindak pidana korupsi yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap.Kedua buron itu, Cristina Marliana buronan Keja

  • 3 minggu lalu

    Kejati Riau Dalami Korupsi pada Dinas Pemuda dan Olah Raga

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau mendalami dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat.Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Sugeng R

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99