Rabu, 17 Okt 2018

Bupati Batubara Nonaktif Akui Terima Fee Proyek

Oleh: marsot
Senin, 15 Jan 2018 20:12
BAGIKAN:
istimewa.
OK Arya Zulkarnaen.
MEDAN (EKSPOSnews): Bupati Batubara Nonaktif OK Arya Zulkarnaen mengakui menerima uang proyek mencapai miliaran rupiah dari kontraktor Maringan Situmorang, dalam pengaturan sejumlah proyek di daerah itu tahun anggaran 2017.

Hal tersebut disampaikan OK Arya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, ketika dihadirkan sebagai saksi atas dua terdakwa kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar dalam kasus perkara suap pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara senilai Rp3,7 miliar.

Ketika Hakim Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo menanyakan jumlah uang diterima saksi, OK Arya menyebutkan hanya senilai Rp2,1 miliar, bukan sebesar Rp3,7 miliar.

Menurut saksi, uang yang diterima dari kontraktor itu, bukan ada paksaan dan diberikan secara ikhlas.

Proyek yang diberikan kepada kontraktor tersebut, pengerjaan pembangunan jembatan Sei Magung di Kecamatan Medang Deras dan proyek pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar, Kabupaten Batubara.

Selanjutnya Hakim Ketua menanyakan kepada saksi mengenai kebenaran informasi adanya ketentuan 10 persen bagi kontraktor yang mendapatkan proyek, OK Arya mengatakan tidak pernah mengeluarkan peraturan seperti itu.

"Saya tidak ada mengeluarkan peraturan 10 persen mengenai proyek tersebut," ucap Saksi OK Arya yang mengenakan kemeja putih celana warna hitam itu, Senin 15 Januari 2018.

Sebelumnya, dua orang kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar diadili di Pengadilan Tipikor Medan, dalam kasus suap senilai Rp3,7 miliar terhadap Bupati Batubara Nonaktif OK Arya Zulkarnain.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Ihsan Fernandi, dalam dakwaanya di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (7/12) menyebutkan terdakwa Maringan memberikan satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp 1,5 miliar, satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp1,5 milar an uang sebesar Rp700 juta kepada Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain.

Uang tersebut, menurut Jaksa, diserahkan melalui Sujendi Tarsono agar OK Arya melakukan pengaturan dalam proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara.

Proyek tersebut, pembangunan jembatan Sei Magung di Kecamatan Medang Deras dan proyek pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar, Kabupaten Batubara.

Sementara itu, konraktor Syaiful Azhar didakwa melakukan hal yang sama, dan menyuap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen sebesar Rp400 juta.

Uang itu diserahkan melalui Elman Herdady selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara.

Pemberian uang itu bertentangan dengan kewajiban OK Arya sebagai Bupati Batubara telah memberikan persetujuan terhadap pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara sehingga terdakwa mendapatkan pekerjaan proyek lanjutan peningkatan jalan Labuhan Ruku menuju Masjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara TA 2017.

Terdakwa diancam Pasal 5 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001, kata Jaksa Ihsan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Fee Proyek Kasus Lampung Selatan Teridenfikasi Rp56 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi mengidentifikasi "fee" sekitar Rp56 miliar dalam pengembangan kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan pada tahun an

  • 8 bulan lalu

    Marianus Sae Terima Fee Proyek

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi operasi tangkap tangan terhadap Bupati Ngada Marianus Sae sekaligus calon gubernur Nusa Tenggara Timur terkait kasus suap

  • 8 bulan lalu

    Pengusaha Diler Mobil Terlibat Korupsi Bupati Batubara Nonaktif Mulai Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Seorang pengusaha diler mobil ST, diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, karena telibat kasus dugaan suap proyek infrastruktur yang diduga dilakukan Bupati Batubara Non

  • 8 bulan lalu

    Terdakwa Bupati Batubara Nonaktif Terancam Penjara 4 Tahun

    MEDAN (EKSPOSnews): Terdakwa Bupati Batubara Nonaktif berinisil, OAZ dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, HH, dalam kasus menerima uang proyek senilai Rp3,7 miliar tahun anggaran 2017 d

  • 9 bulan lalu

    2 Penyuap Mantan Bupati Batubara Dituntut 3 Tahun Penjara

    MEDAN (EKSPOSnews): Dua terdakwa rekanan Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar dituntut masing-masing tiga tahun penjara, di Pengadilan Tipikor Medan, karena menyuap Bupati Batubara Nonaktif OK Arya Z

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99