Rabu, 08 Apr 2020

Berkas Perkara Kayu Ilegal Asal Papua Barat Segera Disidangkan

Oleh: alex
Jumat, 12 Apr 2019 04:28
BAGIKAN:
istimewa.
Kayu olahan.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung menyatakan dua berkas perkara 81 kontainer dan 1.100 meter kubik kayu ilegal asal Papua Barat sudah lengkap sehingga segera dilanjutkan ke persidangan.

Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerima dua surat dari Kejaksaan Agung tertanggal 4 April 2019 (No B/808/E.4/Epk/04/2019 dan No B/809/E.4/Epk/04/2019) yang menyatakan dua berkas perkara perusahaan pemilik 81 kontainer dan 1.100 meter kubik kayu ilegal asal Papua -CV ATI dan CV STI, tersebut telah lengkap (P-21) dan dilanjutkan dengan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) pada 8 April 2019 di Sorong, Papua Barat.

Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK Yazid Nurhuda, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta,  mengatakan, mereka harus segera menyelesaikan penanganan kasus ini karena masih ada beberapa tersangka lainnya saat ini sedang diperiksa oleh penyidik KLHK terkait kayu ilegal asal Papua yaitu DG, Direktur PT MGM dan DT, Direktur PT EAJ ditahan di Jakarta.

Lalu TS, Direktur PT RPF ditahan di Makassar, sedangkan J, Direktur CV BK ditahan di Surabaya. Sementara itu, ET, Direktur CV AKG telah diterbitkan DPO (nomor: DPO/07/III/RRS.10.2/2019/Ditreskrimsus) tanggal 4 Maret 2019.

CV ATI dan CV STI adalah pemain besar kayu ilegal di Papua Barat. Tersangka dari kasus ini adalah HBS alias MH anak Parman.

Yazid Nurhuda mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 87 ayat (1) huruf a dan/atau Pasal 95 ayat (1) huruf a dan/atau Pasal 86 ayat 1 huruf a UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan hukuman maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp5 milar.

Efek jera diharapkan bisa muncul ketika terdakwa dikenakan hukuman pidana penjara dan ganti rugi. Harapannya, para pembalak liar ini menghentikan perbuatannya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani menegaskan, upaya penyelamatan sumber daya alam melalui pemberantasan pembalakan liar merupakan komitmen pemerintah.

“Kejahatan ini harus kita lawan karena menghancurkan ekosistem, mengancam kehidupan masyarakat dan merugikan negara,” ujar dia.

Perusakan lingkungan adalah kejahatan luar biasa, harus ditangani bersama-sama. Harus ada efek jera, mengharapkan penegakan hukum pidana pencucian uang dapat segera diterapkan untuk kasus sumberdaya alam, lanjutnya.

Untuk penguatan penegakan hukum, ia mengatakan, KLHK bekerja sama dengan banyak pihak untuk melawan kejahatan ini, termasuk dengan KPK, Kepolisian, TNI AL, Bakamla dan Kejaksaan Agung.

Secara khusus dirinya mengapresiasi pihak Kejaksaan Agung sehingga penyerahan berkas penanganan kasus ini dapat diselesaikan.

“Saya berharap semua bersama-sama mengawal proses ini di pengadilan hingga mendapat putusan inkracht, dan pelaku mendapatkan hukuman maksimal” kata Rasio.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Mengamankan Kayu Ilegal di Jayapura

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG dari Yonif PR 328/DGH berhasil mengamankan seribuan batang kayu ilegal dengan jenis kayu besi dari hasil hutan Kampung Pitewi

  • tahun lalu

    TNI Amankan Kayu Ilegal

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Personel TNI dari tim Intel Korem 011/Lilawangsa, Provinsi Aceh, berhasil mengamankan kayu ilegal jenis Mangga Rusa di Gampong (desa) Glee Dagang, Kecamatan Sawang, Kabupaten

  • tahun lalu

    Berkas Perkara Bupati Tapanuli Tengah Sudah Lengkap

    MEDAN (EKSPOSnews): Jaksa pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang meneliti berkas perkara tersangka mantan Bupati Tapanuli Tengah berinisial ST, kasus dugaan penipuan dan penggelapan proyek senilai

  • 2 tahun lalu

    Polisi Sita Kayu Ilegal

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kepolisian Resort Indragiri Hulu, Provinsi Riau menyita satu unit truk berisi kayu hasil pembalakan liar yang memiliki nilai jual tinggi."Dugaan kita itu jenis kayu Meranti yan

  • 2 tahun lalu

    Polda Riau Sita Kayu Ilegal

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Riau menangkap satu unit kapal tradisional yang membawa tiga ton kayu ilegal jenis campuran di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti."Sat

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99