Selasa, 07 Jul 2020

Bareskrim Polri Serahkan Tersangka Percetakan Sawah di Kalbar

Oleh: Alex
Selasa, 08 Agu 2017 19:19
BAGIKAN:
istimewa
Polri.
JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi program cetak sawah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang dilaksanakan Kementerian BUMN tahun anggaran 2012 kepada Kejaksaan Agung.

Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Cahyono Wibowo di Jakarta,  mengatakan tersangka yang dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejagung adalah Upik Rosalina Wasrin.

Upik merupakan mantan Asisten Deputi PKBL Deputi RPS Kementerian BUMN sekaligus Ketua Tim Kerja Program BUMN 2012 serta Dirut PT Sang Hyang Seri.

Kombes Cahyono mengatakan program kegiatan cetak sawah merupakan salah satu bentuk program GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi) yang dilaksanakan dan diinisiasi oleh Kementerian BUMN tahun 2012 yang dilaksanakan oleh PT SHS dengan alokasi anggaran kegiatan sebesar Rp317 miliar.

"Sumbernya berasal dari dana yang ada pada beberapa BUMN donatur," katanya, Selasa 8 Augustus 2017.

Sementara dari hasil investigasi, diketahui nilai pekerjaan yang telah dibayarkan kepada pelaksana pekerjaan kegiatan cetak sawah adalah sebesar Rp212 miliar, dengan rincian pekerjaan yang meliputi pekerjaan jasa konsultasi studi kelayakan dan perencaan pembukaan lahan cetak sawah seluas 3.000 Ha oleh PT Indra Karya.

Kemudian, pekerjaan pembukaan lahan cetak sawah dan infrastruktur penunjang lainnya seluas 1.500 Ha oleh PT Brantas Abipraya, pekerjaan jasa konsultasi pengawas pembukaan lahan cetak sawah dan infrastruktur penunjang lainnya oleh PT Yodya Karya, serta pekerjaan pembukaan lahan cetak sawah dan infrastruktur penunjang lainnya seluas 1.500 Ha oleh PT Hutama Karya.

Cahyono mengungkapkan bahwa pelaksanaan program kegiatan cetak sawah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, diduga tidak sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, baik proses penyiapan anggaran, teknis cetak sawah maupun proses pengadaannya, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp67 miliar.

"Sementara polisi telah melakukan penyitaan uang sebagai langkah penyelamatan keuangan negara sebesar Rp69 miliar," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Penagih Utang Bank Danamon

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Bareskrim Polri mengirimkan berkas kasus dua penagih utang dari Bank Danamon Indonesia (BDI) yang mengambil paksa dokumen Kapal TB Herlina 2 milik PT Pelayaran Borneo Ka

  • 2 tahun lalu

    Bareskrim Polri Akan Periksa Bahar bin Smith

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bahar bin Smith sebagai saksi dalam kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo, pada Kamis pagi.Jadwal pemeri

  • 2 tahun lalu

    Petani Adukan Peredaran Gula Rafinasi ke Bareskrim Polri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Petani tebu yang bernaung di bawah Andalan Petani Tebu Indonesia (Aptri), mengadukan peredaran gula kristal rafinasi (GKR) ke pasar yang berasal dari tiga perusahaan kepada Bares

  • 3 tahun lalu

    Bareskrim Geledah Bank BJB Syariah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menggeledah sejumlah ruangan di Kantor Cabang Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat.Pengg

  • 3 tahun lalu

    Bareskrim Polri Gerebek Gudang Beras di Bekasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggerebek gudang beras PT Indo Beras Unggul (IBU) di Jalan Rengas km 60 Karangsambung, Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Bara

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99