Sabtu, 30 Mei 2020

Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Penagih Utang Bank Danamon

Oleh: Jallus
Rabu, 24 Apr 2019 05:19
BAGIKAN:
istimewa.
Mabes Polri.
JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Bareskrim Polri mengirimkan berkas kasus dua penagih utang dari Bank Danamon Indonesia (BDI) yang mengambil paksa dokumen Kapal TB Herlina 2 milik PT Pelayaran Borneo Karya Swadiri (PBKS).

"Berkasnya sudah dikirim ke jaksa, kami melanjutkan dan menyempurnakan kembali," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga di Jakarta, Selasa 23 April 2019.

Sebelumnya pada 14 November 2018, polisi menetapkan tersangka dua penagih utang dari BDI, yakni Jhony Simajuntak dan Nanang Romadhon yang diduga melakukan tindakan mengambil paksa dan merampas dokumen kapal.

Daniel mengatakan, Bareskrim Polri menerima penyerahan dan melanjutkan penyidikan kasus itu dari Polda Jambi.

Diketahui, kedua tersangka diduga mengambil paksa dan merampas dokumen penting Kapal Herlina 2 milik PT Pelayaran Borneo Karya Swadiri (PBKS) di Perairan Sungai Batang Hari Desa Talang Duku Kabupaten Muaro Jambi pada 6 Oktober 2017.

Sementara Direktur Utama PT PBKS, M. Adjie Pramana menjelaskan permasalahan berawal saat perusahaannya menjadi debitur BDI pada 2012 dengan mengajukan kredit investasi sebesar 9.824.849 dolar AS.

Pada 2013 terjadi perubahan perjanjian kredit dan dilakukan persetujuan Restruktur Fasilitas Kredit pada 5 Desember 2016.

"Kami selalu membayar per bulannya," ujar Adjie.

Namun, Adjie menjelaskan BDI tidak dapat menyetujui restrukturisasi tersebut karena dalam laporan Sistem Informasi debitur per 31 Desember 2016, PT PBKS tercatat dalam kategori kredit macet (Kol 5) pada Bank Permata.

Adjie menambahkan bahwa selanjutnya PT PBKS melunasi kredit di Bank Permata pada 22 Maret 2017 sehingga kolektabilitas kembali normal. Namun BDI tetap menempatkan PT PBKS dalam kategori kredit macet atas alasan subyektif.

Adjie kecewa terhadap kebijakan sepihak BDI yang melakukan penagihan sebesar 9.824.849 dolar AS pada 30 Maret 2017.

"Penagihan itu tidak pernah diperjanjikan, jadi itu tindakan sewenang-wenang BDI," tutur Adjie.

PT PBKS pun melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Petikan Putusan Perkara Perdata Nomor: 255/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel, pada April 2017.

Pada November 2017, hakim memutuskan bahwa penetapan status kredit macet oleh BDI merupakan perbuatan melawan hukum.

Namun, BDI membuat perjanjian kerja sama penarikan kapal berdasarkan Surat Nomor: 015/SK/WR-R.01/0917 pada 11 September 2017.

BDI memberikan kuasa kepada Jhony Simajuntak untuk melakukan penarikan jaminan kredit yang seharusnya dilakukan melalui penetapan sita pengadilan.

"Kapal Herlina 2 milik saya yang sedang berlayar ke Semarang dihentikan dan diambil dokumen-dokumennya dan ditarik kembali ke Jambi, padahal pihak Syahbandar tidak mengizinkan mereka untuk menahan dan merampas kapal saya tanpa ada persetujuan dari pengadilan," kata Adjie.

Akibat tindakan perampasan, Kapten Kapal Herlina 2, Delias Manoppo membuat laporan di Polda Jambi.

Laporan Delias terkait dugaan tindakan perampasan dokumen tersebut yang dilakukan dua penagih utang dari BDI.

Saat ini, kasus tersebut ditangani Bareskrim Polri dan telah dilimpahkan berkas kasusnya ke Kejaksaan namun kedua tersangka tidak ditahan.  

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Penagih Utang Tewas Diamuk Massa di Sumbar

    LUBUK BASUNG (EKSPOSnews): Enam orang "debt collector" atau juru tagih yang diduga mengambil paksa satu unit mobil mitsubishi L300 diamuk massa di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu sekitar pukul 1

  • tahun lalu

    Bareskrim Polri Akan Periksa Bahar bin Smith

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bahar bin Smith sebagai saksi dalam kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo, pada Kamis pagi.Jadwal pemeri

  • 2 tahun lalu

    Petani Adukan Peredaran Gula Rafinasi ke Bareskrim Polri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Petani tebu yang bernaung di bawah Andalan Petani Tebu Indonesia (Aptri), mengadukan peredaran gula kristal rafinasi (GKR) ke pasar yang berasal dari tiga perusahaan kepada Bares

  • 3 tahun lalu

    Bareskrim Geledah Bank BJB Syariah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menggeledah sejumlah ruangan di Kantor Cabang Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat.Pengg

  • 3 tahun lalu

    Bareskrim Polri Serahkan Tersangka Percetakan Sawah di Kalbar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi program cetak sawah di Kabupaten Ketapang, Kal

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99