Rabu, 22 Mei 2019

BNN Minta Indonesia Tiru Kebijakan Filipina Tangani Narkoba

Minggu, 04 Sep 2016 20:18
BAGIKAN:
ist
Narkoba (ilustrasi).

SUKABUMI (EKSPOSnews): Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso menginginkan kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte diterapkan di Indonesia dalam memberantas bandar-bandar narkoba.

"Jika kebijakan seperti itu diterapkan maka kami yakin, bandar dan pengguna narkoba di negeri tercinta ini akan menurun drastis," katanya saat di Sukabumi, Minggu 4 September 2016.

Menurutnya tindakan tegas seperti itu harus dilakukan, jika tidak pemberantasan narkoba akan sulit dilakukan. Walaupun Presiden RI Joko Widodo secara tegas tidak pernah memberikan maaf (grasi) kepada para bandar narkoba yang terpidana hukuman mati, ia menilai kurang cukup, karena masih banyak celah hukum yang bisa dimanfaatkan oleh bandar.

Selain itu, langkah Duterte yang menjadikan para bandar narkoba seperti hidup dalam neraka adalah hal yang tepat, karena akibat ulah bandar tersebut bisa merusak generasi penerus bangsa.

Maka dari itu, Indonesia yang sudah dinyatakan darurat narkoba seluruh pihak harus menyatakan perang kepada narkoba khususnya bandarnya, bila perlu jangan beri peluang sedikitpun si bandar narkoba bisa menghirup udara yang nyaman.

"Jika kebijakan tersebut diterapkan, saya yang paling depan untuk memberantas para bandar narkoba yang sudah merusak generasi bangsa," tambahnya.

Pria yang akrab disapa Buwas ini mengatakan akibat peredaran barang haram tersebut 40-50 orang di Indonesia meninggal dunia karena penyalahgunaan narkoba.

Sehingga, lebih baik seluruh bandar "dihabisi" dan tidak diberi ampun, daripada generasi penerus bangsa ini rusak. Untuk mereka yang benar-benar hanya kecanduan akan diberikan rehabilitasi.

"Saat ini kita sedang perang dengan narkoba, karena bangsa lain yang ingin merebut Indonesia ini tidak lagi harus mengangkat senjata tetapi hanya dengan mengedarkan barang haram tersebut. Feru Lantara. (ant)


  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Vonis Mati untuk Warga Prancis

    MATARAM (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, mejatuhkan vonis hukuman mati kepada Warga Negara Perancis, Dorfin Felix (35), karena terbukti menyelundupkan 2,98 kilogram narkob

  • 5 hari lalu

    Lapas Narkoba Langkat Sudah Kondusif

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menyatakan bahwa kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Langkat Sumatera Utara, pada saat ini sudah kembali kondusif setelah

  • 5 hari lalu

    Samsung Jawara Penjualan Ponsel di Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ponsel buatan Samsung Electronics menduduki urutan teratas dari merek gawai yang digunakan warganet untuk mengakses dunia maya, demikian survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Intern

  • 3 minggu lalu

    Masyarakat Indonesia Lebih Nyaman Jadi Kuli

    MEDAN (EKSPOSnews): Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmana -Kemristekdikti Ismet Yus Putra mengatakan kebanyakan masyarakat Indonesia lebih nyaman menjadi seo

  • 4 minggu lalu

    Riau Peringkat Lima Peredaran Narkoba

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Gubernur Riau, Syamsuar, prihatin karena daerah berjuluk “bumi lancang kuning” itu masuk urutan lima besar peredaran narkoba dari 34 provinsi di Indonesia.“Kalau bisa kit

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99