Kamis, 19 Sep 2019

Anak Gugat Ibu Kandung karena Warisan

Oleh: Alex
Jumat, 14 Apr 2017 05:52
BAGIKAN:
istimewa
Kantor Pengadilan (ilustrasi).
BAUBAU (EKSPOSnews): Tiga orang anak inisial AS (32), Sulawesi NS (30), dan PW (22) menggugat ibu kandungnya di Pengadilan Agama Kota Baubau Sulawesi Tenggara karena masalah warisan.

Majelis Hakim Pengadilan Agama Kota Baubau, Mushlih mengatakan gugatan yang diajukan melalui kuasa hukum penggugat terigistrasi Nomor 163/PDTG/2017/PA Baubau.

"Jadi betul ada gugatan anak dan ibu kandung itu bukan persoalan harta gono-gini tapi harta waris. Sidang pertamanya baru digelar 6 April 2017 dan dihadiri kedua belah pihak," ujarnya di Baubau, Kamis 13 April 2017.

Dia mengatakan, sidang perdana itu mediator yang ditunjuk masih sementara merencanakan melakukan proses mediasi, hasilnya nanti mediator akan menyampaikan pada persidangan berikutnya apakah mediasi berhasil atau tidak.

"Kalau mediasi berhasil dibuatkan laporan dengan ketetapan, tapi kalau tidak berhasil kita lanjutkan perkaranya. Untuk sidang selanjutnya digelar 20 April 2017 dengan agenda menyampaikan hasil mediasi, " katanya.

Mushlih juga mengatakan, bila nanti dalam proses mediasi terjadi kesepakatan maka akan dibuatkan akte perdamaian dan dituangkan dalam putusan, tetapi kalau tidak ada kesepakatan maka akan masuk dalam pokok perkara.

"Jadi ini belum masuk pada pokok perkara masih pada wilayah mediasi atau mendamaikan kedua belah pihak untuk mencari solusi yang terbaik antara anak dan ibu kandung," ujarnya.

Dia juga mengatakan, masalah yang digugat adalah persoalan harta yang ditinggal oleh ayah kandungnya yang dikuasai oleh ibu kandungnya secara keseluruhan. Sebagai anak dan memiliki hak ahli waris mengajukan gugatan.

"Ada beberapa poin yang digugat, diantaranya masalah tanah, satu unit kendaraan roda empat, empat unit sepeda motor, dan pencairan uang di bank Rp1 milyar," ujar hakim yang menangani kasus itu.

Sementara, Fariani (51) ibu kandung ketiga anak itu mengatakan, ketiga anaknya mengggugat karena ingin menguasai sejumlah harta bersama suaminya almarhum Ipda Matta. Harta itu diantaranya, tanah, rumah, mobil, dan sepeda motor.

"Sedih sekali, kecewa, malu kok anak yang saya lahirkan sendiri menggugat harta disaat saya masih hidup. Seberapa besar letak keselahan sehingga anak saya tega menggugat,"ujarnya.

Padahal, kata dia, sudah berencana akan membagikan harta-harta hasil jerih payahnya bersama suami kepada empat anaknya namun itu memerlukan proses yang tidak cepat.

"Sebenarnya saya tetap akan bagikan mereka punya hak. Menjual tanah, rumah tidak semudah gula-gula. Tapi mereka tidak sabar maunya yang jadinya saja," katanya.

Walaupun kecewa, Fariani menuturkan, tetap akan mendoakan kebaikan buat ketiga anaknya itu.

"Saya tetap doakan mereka bisa berubah dan sabar. Tidak ada ibu kandung yang mendoakan anaknya yang buruk-buruk," ucapnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Menjaga Warisan Tambang Batubara Ombilin

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan pemerintah akan menyiapkan perlindungan yang efektif untuk menjaga warisan tambang ba

  • 2 bulan lalu

    Pertambangan Ombilin Jadi warisan Dunia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pertambangan batubara zaman kolonial Ombilin di Sawahlunto atau "Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto", Sumatera Barat, ditetapkan sebagai warisan budaya dunia dalam sesi S

  • 4 bulan lalu

    Warisan Budaya Melayu

    BENGKALIS (EKSPOSnews): Bupati Bengkalis, Riau, Amril Mukminin mengungkapkan pelestarian budaya tradisional seperti lampu colok merupakan salah satu warisan budaya kehidupan masyarakat Melayu di Kabup

  • 12 bulan lalu

    Batik Warisan Leluhur Bangsa

    SURABAYA (EKSPOSnews): Digelarnya acara batik yang diikuti oleh seluruh pengurus Dharma Pertiwi daerah E, Jawa Timur, ternyata mendapat perhatian tersendiri dari Silvia Ambarsari.Tidak hanya itu saja,

  • 3 tahun lalu

    Pantun Diusulkan Jadi Warisan Dunia

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand akan mengusulkan pantun menjadi warisan budaya dunia ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perseri

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99