Rabu, 22 Nov 2017

Akhirnya...Miryam Jadi Tersangka. Bagaimana dengan Anggota DPR Lainnya?

Oleh: Marsot
Rabu, 05 Apr 2017 20:15
BAGIKAN:
istimewa
KPK.
JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan anggota Komisi II DPR-RI 2009-2014 dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani sebagai tersangka kasus pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional.

"Dalam pengembangan penyidikan tindak pidana korupsi terkait dengan kasus pengadaan paket KTP-E 2011-2012 pada Kementerian Dalam Negeri, KPK menetapkan satu orang sebagai tersangka yaitu Miryam S Haryani (MSH)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu 5 April 2017.

KPK menduga Miryam S Haryani dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar dalam persidangan perkara tindak pidana korupsi dengam terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Atas perbuatannya, Miryam S Haryani disangkakan melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal tersebut mengatur mengenai orang yang sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.

"Miryam S Haryani merupakan tersangka keempat yang sudah ditetapkan KPK dalam kasus indikasi korupsi KTP Elektronik ini. Tersangka sebelumnya adalah Andi Agustinus (AA) dari swasta dan dua orang sebelumnya yang sudah diproses dalam persidangan sebagai terdakwa, yaitu Irman dan Sugiharto," ucap Febri.

Febri menyatakan setelah KPK menetapkan empat tersangka tersebut tentu saja pihaknya masih akan terus mendalami fakta-fakta persidangan yang ada dan mendalami kemungkinan indikasi keterlibatan pihak lain.

Dalam persidangan pada Kamis (23/3) di Pengadilan Tipikor Jakarta diketahui Miryam S Haryani mengaku diancam saat diperiksa penyidik terkait proyek kasus KTP Elektronik (KTP-E).

"BAP isinya tidak benar semua karena saya diancam sama penyidik tiga orang, diancam pakai kata-kata. Jadi waktu itu dipanggil tiga orang penyidik," jawab Miryam.

Terkait hal itu, Miryam dalam persidangan juga menyatakan akan mencabut BAP atas pemeriksaan dirinya.

Dalam dakwaan disebut bahwa Miryam S Haryani menerima uang 23 ribu dolar AS terkait proyek sebesar Rp5,95 triliun tersebut.

Terdakwa dalam kasus ini adalah Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Pejabat Pembuat Komitmen pada Dukcapil Kemendagri Sugiharto.

Atas perbuatannya, Irman dan Sugiharto didakwa berdasarkan pasal 2 ayat (1) atas pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur tentang orang yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.

KPK juga menetapkan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai tersangka dalam kasus pengadaaan KTP Elektronik.

Andi disangkakan pasal 2 ayat (1) atas pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    KPK Resmi Tetapkan Setya Novanto Tersangka Korupsi E-KTP

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK kembali menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaaan korupsi KTP elektronik (KTP-E)."KPK menerbitkan surat perintah penyidikan pada tanggal 31 Oktober 2

  • 3 bulan lalu

    Anggota DPR Menekan Miryam

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pengacara Elza Syarief mengaku ada anggota DPR yang menekan Miryam S Haryani dalam kasus korupsi KTP-Elektronik (KTP-E)."Yang saya ingat Faisal Akbar dan Djamal Aziz pernah marah

  • 4 bulan lalu

    Penetapan Setia Novanto Sebagai Tersangka E-KTP Dinilai Tepat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Indonesia Corruption Watch (ICW) mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik yang terakhir menetapkan Ketua DPR Setya Novanto se

  • 4 bulan lalu

    Setya Novanto Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi E-KTP

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK menetapkan saudara SN (Setya Novanto) anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka karena diduga dengan melakukan tindak pidana korupsi dengan tujuan menguntungkan diri se

  • 5 bulan lalu

    KPK Limpahkan Kasus Miryam ke Pengadilan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas dari penuntut umum ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terhadap Miryam S Haryani tersangka memberikan keterang

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99