Senin, 30 Mar 2020

Aceh Butuh Balai Rehabilitasi Narkoba

Oleh: marsot
Jumat, 05 Apr 2019 10:32
BAGIKAN:
istimewa.
Narkoba.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menyatakan, daerah itu membutuhkan balai rehabilitasi narkoba guna mengobati korban penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

"Hingga saat ini di Aceh belum ada balai rehabilitasi narkoba. Padahal, balai tersebut sangat dibutuhkan korban narkoba," kata Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser di Banda Aceh, Jumat 5 April 2019.

Jenderal Polri bintang satu itu menyebutkan bahwa korban penyalahgunaan narkoba di Aceh mencapai 63 ribu orang lebih. Mereka ini membutuhkan program rehabilitasi, agar mereka tidak terjerat menggunakan barang terlarang tersebut.

Oleh karena itu, sudah saatnya Aceh memiliki balai rehabilitasi untuk mengobati korban narkoba yang umumnya generasi muda di provinsi ujung barat Indonesia itu.

"Penanganan penyalahgunaan narkoba tidak hanya cukup dengan pemberantasan. Tapi yang lebih penting lagi bagaimana upaya pencegahan dan rehabilitasi," kata Brigjen Pol Faisal Abdul Naser.

Untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba, BNN sudah meluncurkan program desa bersinar atau bersih narkoba. Program ini bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri.

"Dengan program ini, kami mengajak masyarakat beserta perangkat desa ikut bersama-sama mewujudkan desa bersih narkoba. Program desa bersinar ini untuk menyelamatkan generasi muda Aceh dari bahaya narkoba," kata Brigjen Pol Faisal Abdul Naser.

Sebelumnya, Brigjen Pol Abdul Naser bersama Bupati Aceh Besar Mawardi Ali meresmikan rumah rehabilitasi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau napza.

Kepala BNNP Aceh itu menyebutkan, rumah rehabilitasi tersebut berada di Gampong Lampineung, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Rumah rehabilitasi tersebut yang pertama di Aceh.

"Rumah tersebut dikelola puskemas, pemerintahan gampong, dan BNNP Aceh. Kami berharap kehadiran rumah rehabilitasi tersebut bisa menjadi contoh pemerintah kabupaten/kota lainnya di Aceh untuk melakukan hal serupa," demikian Brigjen Pol Faisal Abdul Naser. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Jembatan di Aceh Barat Ambruk

    MEULABOH (EKSPOSnews): Aktivitas ribuan masyarakat di di empat desa meliputi Desa Peulanteu LB, Ujong Simpang, Karang Hampa dan Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat hingga Sel

  • 8 bulan lalu

    Pemerintah Aceh Evaluasi Perusahaan Tambang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di provinsi paling barat Indonesia guna mencengah terjadinya pelanggaran hukum."Pemerintah

  • 9 bulan lalu

    Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas

    MEULABOH (EKSPOSnews): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan merekomendasikan penyesuaian kelas sebanyak 21 rumah sakit yang tersebar di sejumlah kab

  • 9 bulan lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  • 9 bulan lalu

    Melegalkan Poligami di Aceh

    MEULABOH (EKSPOSnews): Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian mengatakan pihaknya sangat setuju dan sependapat dengan rencana Pemerintah Aceh untuk mel

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99