Rabu, 18 Sep 2019

5 Anggota DPRD Sumut Mangkir dari Panggilan KPK

Oleh: alex
Rabu, 22 Agu 2018 03:57
BAGIKAN:
istimewa.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
JAKARTA (EKSPOSnews): Lima orang anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 tidak memenuhi panggilan KPK saat dipanggil sebagai tersangka.

"Hari ini, 21 Agustus 2018 diagendakan pemeriksaan terhadap 5 tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumut, namun kelimanya tidak memenuhi panggilan penyidik," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta, Selasa 21 Augustus 2018.

Kelimanya adalah anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 yaitu DTM Abdul Hasan Maturidi (DHM) yang saat ini berprofesi sebagai wiraswasta mengatakan sedang ada urusan sehingga pemeriksaan akan dijadwalkan ulang, Rahmania Delima Pulungan (RDP) mengirimkan surat ada acara keluarga, Ferry Suando Tanuray Kaban (FST) tidak hadir tanpa keterangan, Restu Kurniawan Sarumaha (RKS) mengirimkan surat yang meminta penjadwalan ulang pada 24 Agustus 2018 serta Washington Pane (WP) yang mengirimkan surat bahwa sedang dirawat di rumah sakit.

"DHM pernah diagendakan pemeriksaannya pada 17 Juli 2018, RDP pernah dipanggil pada 16 Juli 2018 namun tidak hadir tanpa keterangan, FST dan RKS pernah dipanggil pada 14 Agustus 2018 namun tidak hadir tanpa keterangan, WP merupakan salah satu pemohon praperadilan," tambah Febri.

Praperadilan diajukan 4 orang tersangka ke PN Medan yaitu Washington Pane, M Faisal, Syafrida Fitrie dan Arifin Nainggolan.

"Pada panggilan pemeriksaan 14 Agustus 2018, WP mengirimkan surat tidak hadir dengan alasan ada penugasan dari kantor," ungkap Febri.

Febri pun mengingatkan pada seluruh tersangka di kasus ini hadir jika dipanggil sebagai tersangka ataupun saksi."Karena hal tersebut adalah kewajiban hukum. Kami imbau agar tidak mencari-cari alasan untuk tidak menghadiri proses hukum ini. Ingat, sikap koperatif akan lebih baik bagi tersangka ataupun proses hukum yang sedang berjalan ini," tambah Febri.

KPK hingga saat ini sudah menahan 15 orang tersangka kasus tersebut yakni 10 anggota DPRD Sumut 2009-2014 masing-masing Jhon Hugo Silalahi (21 Agustus 2018), Biller Pasaribu (20 Agustus 2018), Pasiruddin Daulay (20 Agustus 2018), Tahan Manahan Panggabean (13 Agustus 2018), Elezaro Duha (7 Agustus 2018), Fadly Nurzal (29 Juli 2018), Rijal Sirait (4 Juli 2018), Rooslynda Marpaung (4 Juli 2018), Helmiati (9 Juli 2018) dan Muslim Simbolon (9 Juli 2018).

Selanjutnya 5 anggota DPRD Sumut 2014-2019 masing-masing Rinawati Sianturi (4 Juli 2018), Sonny Firdaus (5 Juli 2018), Mustofawiyah (11 Juli 2018), Tiaisah Ritonga (11 Juli 2018), dan Arifin Nainggolan (16 Juli 2018).

KPK pada 3 April 2018 telah mengumumkan 38 anggota DPRD Provinsi Sumut sebagai tersangka penerimaan hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Puji Nugroho terkait empat hal.

Pertama, terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD Provinsi Sumut.

Kedua, persetujuan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2013 dan 2014 oleh DPRD Provinsi Sumut.

Ketiga terkait pengesahan APBD Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2014 dan 2015 oleh DPRD Provinsi Sumut.

Terakhir, terkait penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumut pada 2015.

KPK mendapatkan fakta-fakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik bahwa 38 tersangka itu diduga menerima "fee" masing-masing antara Rp300 sampai Rp350 juta dari Gatot Pujo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD Provinsi Sumut.

Ke-38 orang tersangka itu adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, DTM Abdul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan.

Selanjutnya Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawati Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian.

Kemudian Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    3 Anggota DPRD Sumut Divonis 4 Tahun Penjara

    JAKARTA (eKSPOSnews): Tiga orang anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 divonis 4 tahun penjara karena terbukti menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.Ketiga terdakwa terse

  • 5 bulan lalu

    Mantan Anggota DPRD Sumut Muslim Simbolon Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Muslim Simbolon yang merupakan terpidana kasus korupsi ke Lapas Sukamiskin Bandung."Ja

  • 5 bulan lalu

    4 Mantan Anggota DPRD Sumut Divonis 4 Tahun Penjara, Hak Politik Juga Dicabut

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota DPRD Sumut 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019 Arifin Nainggolan (fraksi Demokrat) dan anggota DPRD Sumut 2014-2019 Mustofawaiyah (fraksi Demokrat) divonis 6 tahun penjara

  • 6 bulan lalu

    2 Anggota DPRD Sumut Divonis 4 Tahun Penjara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dua orang anggota DPRD Sumatera Utara 2009-2014 dan 2014-2019 divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan karena terbukti menerima suap dari Gu

  • 7 bulan lalu

    Jaksa Dakwa 3 Anggota DPRD Sumut Terima Suap

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jaksa penuntut umum (JPU) KPK kembali mendakwa tiga orang terdakwa anggota DPRD Sumatera Utara 2009 sampai 2014 sebagai terdakwa penerima "uang ketok" dari Gubernur Sumut Gatot P

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99