Rabu, 21 Agu 2019

48 Narapidana Divonis Mati

Oleh: alex
Kamis, 11 Apr 2019 05:08
BAGIKAN:
istimewa.
Vonis.
JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Eksekutif Amnesty lnternational lndonesia Usman Hamid mengatakan sebanyak 48 narapidana divonis mati pada 2018 di Indonesia.

Dalam laporan global terbarunya, Amnesty International mencatat setidaknya terdapat 308 orang narapidana mati hingga akhir 2018: 48 vonis mati pada tahun 2018, 39 diantaranya untuk kejahatan narkoba " 15 di antaranya adalah warga negara asing; delapan pembunuhan dan satu terorisme, ujar Usman Hamid dalam diskusi saat peluncuran laporan Amnesti Internasional tentang hukuman dan eksekusi mati 2018 di Jakarta, Rabu 10 April 2019.

Sebagai perbandingan, lanjut Usman, pada tahun sebelumnya 47 vonis mati baru dijatuhkan untuk terpidana di Indonesia, 33 vonis untuk kasus narkoba dan 14 untuk kasus pembunuhan. Sepuluh di antaranya dikenakan pada warga negara asing.

Ini berarti walaupun terdapat sedikit penurunan jumlah vonis mati dan juga walaupun terdapat moratorium eksekusi, hukuman mati tetap dijatuhkan oleh sistem peradilan terutama karena tersedianya pasal-pasal hukuman mati di peraturan perundang-undangan.

Hal ini menggarisbawahi pentingnya perubahan perundang-undangan, yang mana DPR dapat menjadi champion-nya.

Selain itu, ia mengatakan penjatuhan vonis mati pada warga negara asing juga dapat berpotensi menimbulkan masalah diplomatik, dari mulai sulitnya membebaskan warga negara Indonesia yang saat ini menghadapi tuntutan dan vonis hukuman mati, hingga tuduhan bahwa Indonesia menerapkan standar ganda.

Amnesty International juga mencatat setidaknya ada dua warga negara Indonesia di luar negeri yang dieksekusi mati pada tahun 2018.

Mereka adalah Muhammad Zaini Misrin dan Tuti Tursilawati. Keduanya dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi dan mendapat penolakan keras dari masyarakat sipil Indonesia.

Menghapuskan hukuman mati bisa mempermudah upaya diplomasi Indonesia di forum internasional untuk menyelamatkan kurang lebih 188 warga negara Indonesia yang saat ini menjadi terpidana mati di luar negeri.

"Bagaimana Indonesia dapat meyakinkan negara lain untuk mengampuni warganya agar bebas dari jeratan hukuman mati di luar negeri jika masih memiliki peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar peradilan untuk mempraktikkan hukuman yang tidak manusiawi ini di dalam negerinya sendiri?," ujar Usman Hamid. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    2 Nelayan Aceh Divonis Mati karena Sabu-Sabu

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh memvonis dua nelayan asal Aceh Timur masing-masing dengan hukum mati karena terbukti menguasai narkoba jenis sabu-sabu dengan berat

  • tahun lalu

    WNI Asal Aceh Divonis Mati di Malaysia karena Narkoba

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh Iqbal (30) divonis mati oleh Pengadilan Tinggi Shah Alam, Selangor, Selasa 31 Juli 2018 karena ditemukan narkoba dalam dua batang besi

  • tahun lalu

    Abu Sulaiman Divonis Mati

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hakim Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Akhmad Jaini menjatuhkan hukuman pidana mati kepada terdakwa kasus terorisme Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias A

  • 2 tahun lalu

    Pembunuh Anak Pejabat Divonis Mati

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan, menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap terdakwa Edi Syahputra (25), karena secara sah dan meyakinkan telah melakukan pemnuhan berenc

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99