Kamis, 21 Mar 2019

3 Dokter Jadi Tersangka

Oleh: Jallus
Kamis, 11 Jan 2018 04:41
BAGIKAN:
istimewa.
Dokter.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Pekanbaru menungkapkan ada tiga dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian peralatan kesehatan atau Alkes di rumah sakit milik Pemprov Riau tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Azwarman SH kepada wartawan di Pekanbaru,  menyatakan ada tiga SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan) yang diterima pihak kejaksaan pada tanggal 7 Januari.

"Tersangkanya dr WZ, dr KAP dan drg M," kata Azwarman menyebutkan inisial tersangka, Rabu 10 Januari 2018.

Kasus dugaan korupsi Alkes RSUD Arifin Achmad saat ini tengah diselidiki oleh Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pekanbaru.

Penetapan tersangka itu sendiri terungkap dari SPDP yang diterbitkan penyidik Polresta Pekanbaru kepada Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Dalam SPDP tersebut, disebutkan bahwa ketiga dokter tersebut berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD Arifin Achmad yang berlokasi di tengah Kota Pekanbaru itu. Dalam kasus, ketiganya ini diduga melakukan pembelian Alkes ke perusahaan lain, selain rekanan yang ditunjuk.

Selain ketiga tersangka tersebut, dua orang lainnya yang berasal dari perusahaan rekanan pengadaan alkes turut terseret. Keduanya berinisial YE Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR) serta mantan karyawan berinisial M.

Pasca menerima SPDP tersebut, Azwarman menuturkan dirinya telah menunjuk tim Jaksa Peneliti untuk melakukan penelaahan berkas perkara jika nantinya diserahkan Penyidik. Adapun terkait berkas perkara itu, Warman berharap bisa dilimpahkan Penyidik secepatnya.

"Penyidik baru memulai proses penyidikan kasus ini. Tentunya mereka akan melakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti, dan kemudian dituangkan dalam berkas perkara. Kita berharap berkasnya bisa segera rampung dan dilimpahkan ke kita untuk dilakukan penelaahan berkas," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Tipikor Satreskrim Polresta Pekanbaru mengaku telah mengantongi nama tersangka dalam dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang alat kesehatan (Alkes) di RSUD Arifin Achmad.

Hanya saja, mereka belum mengungkap nama-nama tersangka itu. "Ini masih penyidikan. Tunggu sudah P21 (berkas dinyatakan lengkap) baru kita ekspose," ujar Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Polius Hendriawan beberapa waktu lalu.Untuk diketahui, pagu anggaran pengadaan alkes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun anggaran 2012/2013 mencapai Rp5 miliar. Sementara yang diusut Penyidik Polresta Pekanbaru adalah kerjasama yang dijalin pihak rumah sakit dengan rekanan CV PMR.

Penyidik mendapati pengadaan alkes tersebut tidak sesuai prosedur. Pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar.

Namun dalam prosesnya, justru pihak dokterlah yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung, bukan kepada rekanan CV PMR.

Nama CV PMR diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan, dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan.

Atas perbuatan para tersangka, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp420.205.222. Angka ini berdasarkan hasil audit yang dilakukan BPKP Riau.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Sekda Papua Jadi Tersangka

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang telah menaikkan status penyidikan menjadi tersangka terhadap Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen

  • satu bulan lalu

    Joko Driyono Ditetapkan Jadi Tersangka Pengaturan Skor Sepak Bola

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Polisi Argo Yuwono membenarkan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka dan dicekal ke luar Indones

  • satu bulan lalu

    KPK Tetapkan Samin Tan Tersangka Pemberi Suap kepada Eni Saragih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pemilik perusahaan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM) Samin Tan sebagai tersangka pemberi suap anggota DPR non-aktif Eni Maul

  • 2 bulan lalu

    Polda Sumut Tetapkan Pengusaha Jadi Tersangka Penyerobot Hutan Lindung

    MEDAN (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah menetapkan seorang tersangka pengusaha inisial DS, dalam kasus alih fungsi hutan lindung di Kabupaten Langkat seluas 366 hektare menjadi perk

  • 3 bulan lalu

    KPK Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Bupati Pakpak Bharat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan satu tersangka kasus suap terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pakpak Bharat

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99