Selasa, 20 Agu 2019

Walhi Tolak PLTA Batang Toru

Oleh: marsot
Jumat, 21 Sep 2018 04:20
BAGIKAN:
istimewa.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
JAKARTA (EKSPOSnews):  Walhi Sumatera Utara (Sumut) mengeluarkan empat alasan menolak mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, yang dinilai mengancam habitat dan keberlangsungan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Direktur Eksekutif Walhi Sumut Dana Prima Tarigan di Jakarta,  mengatakan mega proyek PLTA Batang Toru 510 Mega Watt (MW) yang direncanakan PT North Sumatra Hydro Energy (PT NSHE) dengan investasi sebesar 1,67 miliar dolar AS yang akan dioperasikan sebagai beban puncak atau hanya menyuplai listrik dengan kapasitas maksimalnya selama enam jam saat kebutuhan listrik tinggi- ternyata tidak hanya mengancam orang utan Tapanuli.

Ia mengatakan Walhi Sumut menilai ada empat alasan untuk menolak mega proyek ini. Pertama, ternyata proyek ini mengancam orang utan Tapanuli dan habitatnya.

Sekitar 20 KM jalan akses tersebut akan dibangun di dalam habitat kera besar yang paling langka di dunia dan yang hanya terdapat di Tapanuli.

Jalan ini dibangun guna mengakses terowongan sekunder guna membangun terowongan utama dan mengangkut limbah ledakan di dalam terowongan yang akan dibuang ke hutan.

Selain itu, direncanakan pembuatan jalur transmisi listrik sepanjang 13,8 KM di dalam habitat orang utan, yang akan membelah habitatnya menjadi dua.

Alasan kedua, ia mengatakan ada risiko bencana dasyat akibat gempa. Lokasi pembangunan PLTA Batang Toru sangat berdekatan dengan sesar besar Sumatera (the Great Sumatra Fault) yang sangat terkenal sebagai pusat gempa bumi.

Data gempa bumi historis menunjukkan 60 gempa berkuatan 3,5 Skala Richter (SR) ke atas dalam radius 25 KM dari bendungan, dan pada 2008 terjadi gempa berkekuatan 6.0 SR hanya 4,1 KM dari lokasi rencana pembuatan bendungan.

Semakin banyak bukti bahwa wadukpun dapat memicu gempa, dan peristiwa ini dinamakan seismisitas yang diinduksi reservoir.

Apabila bendungan jebol akibat gempa akan terjadi bencana yang sangat merugikan, baik dari segi jiwa manusia maupun material.

Alasan ketiga, ancaman kerugian negara terhitung dari biaya investasi untuk setiap KW yang terinstalasi dari PLTA Batang Toru mencapai 3.275 dolar AS per KW. Dengan kapasitas maksimal 510 MW hanya dapat dihasilkan selama enam jam per hari (25 persen), maka ini termasuk proyek yang mahal dibanding PLTA lainnya.

Alasan keempat, proyek ini mengancam kehidupan masyarakat hilir Sungai Batang Toru. Saat pembangunan infrastruktur PLTA Batang Toru, terutama akan terjadi peningkatan sedimentasi di sungai dari limbah penggalian terowongan.

Tetapi dampak yang lebih merugikan, menurut dia, akan dirasakan setelah PLTA mulai beroperasi mengingat sejak awal didesain sebagai 'peaker' akan menyuplai listrik pada saat kebutuhan sedang tinggi.

"Bayangkan selama pembangunan proyek akan ada lalu lintas alat berat sepanjang 20 km di dalam habitat orangutan Tapanuli yang sangat langka dan terancam punah," kata Ketua Forum Konservasi Orangutan Sumatera, Kusnadi Oldani.

Orangutan ini pemalu dan menghindari kontak dengan manusia. Jadi wilayah ini yang saat ini memiliki kepadatan orangutan paling tinggi tidak akan lagi digunakan orangutan.

"Belum lagi ancaman pemburuan karena kalau PLTA sudah beroperasi, sungai Batang Toru sepanjang lebih dari 14 KM akan menjadi hampir kering, sehingga siapapun dapat Mmenyebranginya dan mengakses habitat orangutan," ujar Kusnadi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    PLTA Batang Toru Kurangi Emisi Karbon

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mampu mengurangi emisi karbon sebanyak 1,6 juta ton karbon setiap tahun di udara dengan meng

  • 10 bulan lalu

    Walhi Gugat Pemberian Izin Tambang Emas

    JAKARTA (EKSPOSnews): LSM Walhi mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, atas penerbitan Surat Keputusan (SK) Badan Koordinasi Penanaman Modal yang memberikan izin usaha pertamban

  • 12 bulan lalu

    Walhi Gugat Pemberian Izin PLTA Batang Toru

    MEDAN (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Sumatera Utara, menggugat izin lingkungan yang dikeluarkan untuk pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Batang Toru, Kabupaten Tapanuli

  • tahun lalu

    Jangan Tangkap Elang Bondol

    MEDAN (KICAU): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara (Sumut), meminta kepada warga agar jangan menangkap elang laut atau "elang bondol" yang terdapat di daerah pesisir pantai Kabup

  • 2 tahun lalu

    Walhi Ingatkan Ancaman Abrasi di Deli Serdang

    MEDAN (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara mengingkatkan kepada pihak perusahaaan pengerukan pasir di daerah perairan Kabupaten Deliserdang agar dapat menghentikan ak

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99