Kamis, 22 Jun 2017

Walaupun Kapal Pembangkit Listrik Sudah Beroperasi, Listrik di Sumut Masih Mati

Oleh: Jallus
Senin, 19 Jun 2017 20:52
BAGIKAN:
istimewa
Kapal pembangkit listrik Turki.
MEDAN (EKSPOSnews): Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu mempertanyakan sudah hadir Pembangkit Listrik Terapung atau Marine Vassel Power Plant (MVPP) Onur Sultan kapasitas 240 MW di Belawan, Sumatera Utara tapi masih ada daerah yang mati lampu.

"Kapasitasnya bisa ditingkatkan dua kali. Namun, tadi malam masih mati lampu rumah saya, saya minta tolong dibekali. Bahwa kehadiran mvpp ini bisa membuat selesai daya. Kalau masalah mati lampu masalah di gardu, selesai di gardu, bisa juga di transmisi. Makanya diantisipasi betul agar ini bisa terselesaikan," kata Gus Irawan ketika meninjau MVPP di Medan, Sumatera Utara.

Dalam kunjungan tersebut ia bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Arcandra Tahar untuk memastikan pasokan listrik.

Sementara itu, Arcandra menjelaskan dengan melihat langsung ke lapangan ia bisa memahami apa kekurangannya dan apa yang bisa diperbaiki ke depan. "Karena seribu kali cerita akan beda dengan satu kali melihat," kata Arcandra, Senin 19 Juni 2017.

Kemudian untuk pertanyaan dari Komisi VII DPR, Arcandra menjelaskan, kendala masalah transmisi karena gangguan alam.

"Yang bisa diantisipasi jaringan, misal jika terkena pohon, tapi yang tidak bisa diantisipasi tentunya petir dan gangguan alam berat lainnya," kata Mantan Menteri ESDM tersebut.

Terkait lebaran, ia menjelaskan kondisi kekurangan daya diupayakan pada tahun ini tidak akan kekurangan daya.

MVPP dan status Kondisi Kelistrikan Kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) disewa oleh PLN dan tiba di dermaga PLTU Belawan padaMinggu, 21 Mei 2017.

MVPP yang dikontrak dengan kapasitas 240 MW ini telah sinkron dengan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan sudah Commercial Operation Date (COD) pada tanggal 9 Juni 2017. MVPP merupakan solusi jangka pendek dalam penyelesaian kekurangan pasokan tenaga listrik di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya di Sumatera Utara.

Pembangkit mobile berasal dari Turki ini adalah hasil dari kerja sama antara Pemerintah, PLN dan Karadeniz Powership Co, guna memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Selama ini kemampuan pasok listrik di Sumbagut masih terbatas dengan cadangan sekitar 5 persen, sehingga masih sering mengalami defisit.

MVPP tersebut dibuat pada tahun 2015 dengan panjang 300 m dan lebar 50 m. Kapal ini memiliki mesin pembangkit jenis PLTD 18,81 MW/unit dengan jumlah total 24 unit dan PLTU 2 x 15 MW yang dapat menggunakan bahan bakar minyak jenis Heavy Fuel Oil (HFO) dan bahan bakar gas, dengan total kapasitas dapat mencapai 480 MW.

Kapal pembangkit listrik itu disewa PLN selama 5 tahun kedepan, memiliki beberapa keunggulan, yaitu tidak membutuhkan lahan yang besar, mobilitas relokasi cepat, fleksibilitas penggunaan energi primer (dual fuel engine), konsumsi bahan bakar lebih hemat (sfc 0.21 lt/kwh).

Selain itu, tingkat produksi limbah relatif rendah dan pengaruh kebisingan terhadap masyarakat relatif lebih rendah.Kondisi Kelistrikan Sumatera Utara dengan masuknya tambahan daya 240 MW dari MVPP, maka daya mampu sistem Sumbagut menjadi 2.287 MW dengan perkiraan beban puncak tertinggi yang mencapai 2.075 MW.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Kapal Pembangkit Listrik Turki Mulai Dioperasikan

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mulai mengoperasikan kapal "Marine Vessel Power Plant" Onur Sultan di Belawan yang didatangkan dari Turki.Operasional kapal Marine Vessel Pow

  • satu bulan lalu

    KAPAL PEMBANGKIT LISTRIK TURKI

    Kapal pembangkit listrik asal Turki yang disewa pemerintah sudah tiba di Belawan untuk membantu kebutuhan listrik di Sumatera Utara. Sejumlah pembangkit listrik buatan China yang sudah dioperasikan di

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak