Minggu, 31 Mei 2020

Terminal BBM Pertamina Gunung Sitoli Salurkan Biodiesel

Oleh: alex
Kamis, 31 Jan 2019 05:42
BAGIKAN:
twitter.
Pertamina.
MEDAN (EKSPOSnews): Terminal BBM Pertamina Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara, mulai Januari ini hanya menyalurkan biodiesel untuk mendukung kebijakan penerapan campuran minyak nabati 20 persen pada bahan bakar diesel atau B20.

"Dengan bertambahnya Terminal BBM Gunung Sitoli menyalurkan biodiesel, maka sudah ada 19 terminal BBM di wilayah MOR I yang menyalurkan B20," ujar Kepala Operasi Terminal BBM Gunung Sitoli, Abuzar di Medan, Rabu 29 Januari 2019.

Dia mengatakan sejalan dengan penyaluran B20, maka terminal Gunung Sitoli menghentikan suplai solar murni (B0).

Abuzar menjelaskan pada tahun lalu, terminal BBM ini juga sudah memasok sekitar 16.200 kiloliter B20.

"Secara total, MOR I melalui Industrial Fuel & Marine sudah menyalurkan 600.000 kiloliter biodiesel di seluruh wilayah Sumatera bagian Utara," ujarnya.

Jumlah itu akan terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kemampuan suplai minyak nabati dari produsen.

Menurut Abuzar, penyaluran B20 akan berdampak pada beberapa instansi pengguna solar.

Hingga kini, katanya, instansi seperti PLN khusus PLTG dan Alutsista TNI masih menggunakan bahan bakar solar karena spesifikasi pembangkit listrik tenaga gas (PLTG)nya memang pakai B0.

"Sejalan dengan beralihnya layanan Terminal BBM Gunung Sitoli ke biodiesel B20, Pertamina sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke pihak-pihak terkait," katanya.

Pertamina meminta instansi pengguna B0 segera melakukan alih suplai B0 dari Terminal BBM Gunung Sitoli ke TBBM Teluk Kabung, TBBM Dumai, TBBM Medan Group, TBBM Tanjung Uban, ataupun TBBM Pulau Sambu.

"Manajemen TBBM Gunung Sitoli berharap peralihan kebijakan itu tidak mengganggu operasional instansi-instansi tersebut," katanya. Abuzar menegaskan Pertamina menjamin keandalan suplai B0 di lokasi-lokasi TBBM tersebut.

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No 2018 K/10/MEM/2018, pemerintah telah menetapkan 30 titik penerimaan biodiesel sehingga solar murni (B0) hanya akan tersedia di 30 titik penerimaan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) yang telah ditentukan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Program B100 Bisa Hemat Ratusan Triliun Rupiah

    BOGOR (EKSPOSnews): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan, program biodiesel 100 persen (B-100) yang kini tengah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian akan menghemat devisa hingga Rp100

  • 12 bulan lalu

    PT Pelindo I Cabang Gunungsitoli Siapkan Angkutan Mudik Gratis

    GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): PT Pelindo I Cabang Gunungsitoli, Sumatera Utara, menyediakan angkutan mudik gratis bagi warga Kota Gunungsitoli yang akan mudik untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman

  • tahun lalu

    Penyerapan Biodiesel dari Sawit Harus Digenjot

    JAKARTA (EKSPOSnews): Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat penyerapan biodiesel di dalam negeri mencapai lebih dari 648.000 ton sepanjang Februari 2019 , atau naik 17 persen diba

  • tahun lalu

    PTPN Holding Sediakan Bahan Baku untuk Biodisel

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara Holding berkomitmen untuk menyediakan bahan baku CPO sebesar 1,2 juta ton untuk mendorong ketahanan energi melalui penerapan bahan bakar ramah lingkungan

  • tahun lalu

    Industri biodiesel Siap Tambah Investasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Industri biodiesel nasional bersiap untuk menambah investasi seiring dengan peningkatan permintaan pasar domestik terkait perluasan penggunaan biodiesel 20 persen (B20) dan tren

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99