Senin, 20 Mei 2019

Tarif Cargo Pesawat Mahal

Oleh: marsot
Jumat, 05 Apr 2019 10:29
BAGIKAN:
istimewa.
Pesawat cargo.
AMBON (EKSPOSnews): Eksportir kepiting bakau hidup, UD. Putri Desi mengeluhkan mahalnya tarif kargo pesawat dari Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru, ke Bandara Internasional Pattimura Ambon, Maluku,  selanjutnya ke Singapura dan Malaysia yang transit di Jakarta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku, Elvis Pattiselano, ketika dikonfirmasi di Ambon, membenarkan keluhan eksportir kepiting bakau hidup itu karena tarif kargo pesawat dari Bandara Rar Gwamar, Dobo, ke Bandara Internasional Pattimura Ambon relatif mahal.

Kendati tidak dirinci tarif kargo pesawatnya, tetapi dia menyatakan, ternyata tarif kargo pesawat dari Dobo ke Ambon lebih mahal dari Ambon ke Jakarta.

"Saya sebenarnya sebelum Gubernur Maluku Said Assagaff mengakhiri masa jabatan pada 10 Maret 2019 telah berkoordinasi dan menyurati Kementerian Perhubungan, termasuk maskapai Wings Air yang melayani penerbangan Dobo - Ambon pergi pulang(pp) maupun Garuda Indonesia," ujar Elvis, Jumat 5 April 2019.

Dia mengakui, mahalnya tarif kargo pesawat Wings Air dari Dobo ke Ambon mengakibatkan pemasokan kepiting bakau hidup tersebut pernah dua kali memanfaatkan jasa penerbangan herkules.

"Kami dari tim peningkatan ekspor Maluku berusaha memfasiitasi eksportir, baik kepiting bakau hidup maupun tuna ke sejumlah negara karena strategis bagi pengembangan perekonomian daerah ini," kata Elvis.

Disinggung kegiatan ekspor kepiting, dia menjelaskan, pada 2 April 2019 diekspor tiga ton ke Singapura dan Malaysia.

Ekspor perdana pada 12 Januari 2019 oleh eksportir UD.Putri Desi sebanyak 1,1 ton dan 25 Januari 2019 mencapai lima ton dengan tujuan pangsa pasar Singapura dan Malaysia.

Pada 6 Maret 2019 dilakukan dua kali ekspor yakni pagi hari sebanyak 2,01 ton dan sorenya 1,07 ton.

Elvis mengemukakan, ekspor langsung kepiting bakau hidup yang tidak melalui lagi Makassar atau Surabaya strategis bagi pengembangan perekonomian Maluku.

"Maluku sebelumnya dirugikan dengan sejumlah komoditas yang dipasok ke Surabaya, selanjutnya baru diekspor sehingga tidak memiliki nama dilabel barang," ujar Elvis.

Dia mengakui, para konsumen dari China sebenarnya berminat juga terhadap kepiting bakau hidup Maluku, tetapi eksportir UD Putri Desi masih membenahi sejumlah dokumen.

"Pastinya, pasar ekspor saat ini menjanjikan untuk kepiting bakau Maluku sehingga tinggal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis membina para nelayan di Kabupaten Kepulauan Aru maupun lainnya memanfaatkan peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) maupun kesejahteraan masyarakat pesisir," kata Elvis.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Mencegah Perang Tarif Angkutan Udara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai Garuda Indonesia berharap dengan terbitnya aturan baru tentang tarif penerbangan akan menghilangkan praktik perang tarif.“Mudah-mudahan dengan adanya peraturan baru in

  • 2 bulan lalu

    Tarif MRT dan LRT Belum Disepakati

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI belum sepakat dengan tarif angkutan massal Moda Raya Terpadu (MRT) yang diputuskan DPRD sebesar Rp8.500 dan diminta jangan buru - buru menetapka

  • 2 bulan lalu

    Tarif Penumpang Nagan Raya-Kuala Namu Turun

    NAGAN RAYA (EKSPOSnews): Pengguna jasa penerbangan PT Lion Air Group melalui anak perusahaan Wings Air jenis ATR 72 seri 500/600 dari Bandar Udara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya, Aceh tujuan Bandar udara

  • 3 bulan lalu

    Garuda Berani Turunkan Tarif

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengaku berani menurunkan tarif tiket penerbangan karena harga avtur yang telah turun."Makanya kami berani turunkan harga karena kami yakin den

  • 3 bulan lalu

    Tarif Tol Harus Dievaluasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi VI DPR RI Nyat Kadir menyatakan bahwa tarif sebesar Rp1000 per kilometer yang diterapkan kepada Jalan Tol Solo-Ngawi perlu dievaluasi karena dinilai masih cukup ma

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99