Selasa, 20 Nov 2018

Tak Ada Upaya Mengerdilkan Semen Padang

Oleh: Jallus
Jumat, 05 Jan 2018 04:21
BAGIKAN:
semenpadang.co.id
Semen Padang.
PADANG (EKSPOSnews): Manajemen PT Semen Indonesia membantah pandangan yang menyatakan ada upaya mengerdilkan PT Semen Padang selaku anak perusahaan oleh induk perusahaan.

"Yang kami lakukan justru sebaliknya bagaimana memperbesar PT Semen Padang sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera Barat," kata Direktur SDM dan Hukum PT Semen Indonesia Agung Yunanto di Padang, Kamis.

Ia menyampaikan hal itu pada silaturahim dengan ninik mamak dan Serikat Pekerja Semen Padang menjawab berbagai isu publik dan keresahan yang dirasakan masyarakat dan karyawan PT Semen Padang, atas kebijakan PT Semen Indonesia yang disebut mengubah struktur organisasi PT Semen Padang.

Menurut dia, hingga saat ini transaksi penjualan masih di Padang dan keuangan masuk di Padang, bukan PT Semen Indonesia.

"Tak ada aset Semen Padang yang dibawa ke Semen Indonesia justru akan diperbesar, dari laba Rp100 miliar kalau bisa menjadi Rp600 miliar," katanya.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati sejumlah poin di antaranya PT Semen Indonesia tidak akan mengubah komitmen yang sudah ada di PT Semen Padang.

PT Semen Indonesia tidak pernah punya rencana dan tidak akan mengubah status PT Semen Padang, tidak akan mengambil alih aset PT Semen Padang atau bahkan mengerdilkan dengan mengubah menjadi unit produksi, lanjut Agung.

Ia menyatakan perubahan struktur organisasi yang dilakukan oleh holding PT Semen Indonesia saat ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pencapaian laba perusahaan dari Rp1,1 triliun menjadi Rp3 triliun.

"Kami salut dengan tekad karyawan di Semen Padang yang menyatakan siap untuk meningkatkan revenue, karena itu mari buktikan untuk wujudkan laba Rp3 triliun," kata dia.

Ia menegaskan dalam kondisi saat ini yang dibutuhkan oleh jajaran Semen Indonesia Group adalah sikap kompak atau dalam istilah minang "Saiyo Sakato".

"Untuk itu, mari kita kompak karena lawan bukan di internal, lawan kita di luar sana," katanya.

Untuk melawan pesaing, kata Agung, caranya adalah dengan sinergi.

"Kita jangan sampai gontok-gontokan, satu kendali, mari kompak, supaya Semen Padang tetap menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat," katanya, Ia menyatakan kalau laba terus turun, maka apa yang bisa dijadikan kebanggaan, untuk itu, mari bertanya pada masing-masing apa yang sudah dilakukan bersama-sama dalam rangka menempatkan Semen Padang sebagai kebanggaan Sumbar.

Pada kesempatan itu, Agung mengakui ada masalah komunikasi yang belum tuntas dari holding terkait kebijakan perubahan struktur organisasi di Semen Padang.

Ia menceritakan saat Rapat Umum Pemegang Saham 15 September 2017 tergambar kondisi laporan anak-anak perusahaan yang mengalami penurunan laba.

Pada 2014 laba mencapai Rp5,55 triliun, 2015 turun menjadi Rp4,52 triliun, pada 2016 turun menjadi Rp4,52 triliun dan 2017 hanya Rp1,7 triliun.

Kondisi yang sama juga dialami Semen Padang, pada 2017 diprediksi dari RKAP awal akan minus sebesar Rp180 miliar. Tapi Semen Padang kemudian melakukan efisiensi, dan dengan kerja keras bersama bisa ditutup dengan laba mencapai Rp400 miliar, katanya.

Turut hadir pengurus Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan, anak kemenakan serta tokoh-tokoh Lubuk Kilangan. Dari manajemen PT Semen Indonesia juga hadir Direktur Produksi Benny Wendry, Direktur Pemasaran dan Suplly Chain Ahyanizzaman.

Sementara dari manajemen Semen Padang hadir Direktur Produksi Firdaus, Direktur Keuangan Tri Hartono Rianto, Direktur Komersial Pudjo Suseno.

Kemudian, Plt Komisaris Utama Suharto, Komisaris Eddy R. Rasyid dan Wiztian Yoetri.

Sebelumnya warga Kecamatan Lubuk Kilangan Padang menyampaikan protes kepada manajemen PT Semen Indonesia dengan memajang sejumlah spanduk di gerbang masuk PT Semen Padang di Indarung pada 1 Januari 2018.

Berdasarkan pantauan spanduk dipasang di pagar dan di depan gerbang bertuliskan "PT Semen Indonesia Jangan Lecehkan Ninik Mamak Kami...!!! dan "Tanah Ulayat Nagari Lubuk Kilangan Tidak Pernah Diserahkan Kepada PT Semen Indonesia.

Sebelum pemasangan spanduk, masyarakat Lubuk Kilangan juga menggelar rapat terkait wacana Semen Indonesia.

Pada rapat yang digelar di Balai Adat Nagari Lubuk Kilangan dan dihadiri tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai dan tokoh pemuda, disepakati ada delapan tuntutan kepada Menteri BUMN dan manajemen Semen Indonesia.

Diantara tuntutan tersebut antara lain mengambil kembali hak-hak dan aset karena itu merupakan milik masyarakat Minang dan Semen Padang bukan milik Semen Indonesia serta mengikuti langkah Semen Tonasa dan siap beraksi bagi Ranah Minang.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99