Rabu, 22 Nov 2017

Sriwijaya Air Akan Layani Penerbangan ke Karimun

Oleh: marsot
Kamis, 09 Nov 2017 05:22
BAGIKAN:
istimewa.
Sriwijaya Air.
KARIMUN (EKSPOSnews): Kepala Bidang Kepelabuhanan dan Kebandarudaraan Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Erly Sandhya Suputra menyatakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air akan melayani penerbangan ke Tanjung Balai Karimun.

"Alhamdulillah dari upaya kita mengajukan rute penerbangan kepada dua maskapai penerbangan, Sriwijaya Air memberikan lampu hijau untuk melayani penerbangan ke Karimun," kata Erly di Tanjung Balai Karimun, Rabu 8 November 2017.

Sebelumnya Dishub Karimun mengusulkan rute penerbangan dari dan tujuan Bandara Raja Abdullah di Bati, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun kepada maskapai Lion Air dan Sriwijaya Air.

Namun, saat ini baru Sriwijaya Air yang memberi kepastian akan melayani rute dari dan tujuan Karimun.

"Lion Air masih dalam proses, kita harapkan Lion Air juga melakukan hal yang sama," katanya.

Meski telah disetujui, kata Erly, maskapai tersebut belum bisa menerbangkan pesawatnya menuju Karimun. Sebab, untuk Provinsi Kepulauan Riau, beberapa kabupaten lain seperti Dabo, Letung dan Natuna belum menyerahkan datanya kepada maskapai tersebut.

"Jadi untuk di Kepri baru Karimun saja yang lengkap datanya, Dabo, Letung dan Natuna belum lengkap," katanya.

Kelengkapan data tersebut, menurut dia, satu keharusan mengingat maskapai ini merupakan maskapai komersial yang akan melayani rute Karimun-Dabo-Letung dan Natuna.

"Mereka setujui untuk terbang sembilan jam dalam sehari di Kepri," katanya.

Artinya meskipun Kabupaten maritim ini telah memenuhi data yang dimaksud, namun kabupaten lainnya tidak melengkapi, maskapai tersebut tetap saja tidak bisa melakukan penerbangan komersial hanya tujuan Karimun.

"Jadi harus sama-sama," katanya.

Mengenai penambahan landasan pacu Bandara Raja Abdullah, dia mengatakan, masih menunggu kajian dari Pemerintah Provinsi Kepri.

"Penambahan 'run way' sedang dikaji amdalnya oleh Dishub Provinsi," katanya.

Kajian amdal diperlukan untuk penambahan panjang landasan pacu dari 1.400 meter menjadi 1.800 meter.

Ia menambahkan, penambahan landasan pacu terealisasi jika anggaran mencukupi, namun dia memastikan akan rampung pada 2019.

"Kalau anggaran tersedia, 2019 sudah 'ok' semua," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Sriwijaya Air Group Buka Penerbangan Jakarta-Ketapang

    KUCHING (EKSPOSnews): Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan NAM Air) akan membuka penerbangan dari Jakarta menuju Ketapang (Kalimantan Barat) via Pontianak PP mulai 26 Oktober 2017.Penerbangan akan d

  • 5 bulan lalu

    Sriwijaya Air Tambah Penerbangan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sriwijaya Air Group menyiapkan 138.852 kursi penerbangan tambahan pada masa angkutan Lebaran 2017, mulai 16 Juni hingga 10 Juli 2017 guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang

  • 6 bulan lalu

    Sriwijaya Air Tergelincir, Tak Ada Roda Patah

    BATAM (EKSPOSnews): Pihak maskapai Sriwijaya Air membantah adanya roda patah saat pesawat Boeing B737-300 dengan nomor penerbangan SJ 570 tergelincir di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Rabu (31/5) p

  • 9 bulan lalu

    Sriwijaya Air Buka Rute Surabaya-Jayapura

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai Sriwijaya Air akan membuka layanan penerbangan langsung Surabaya-Jayapura mulai 24 Februari 2017.Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono

  • tahun lalu

    Sriwijaya Air Akan Terbang ke Jeddah

    TANGERANG (EKSPOSnews): Maskapai Sriwijaya Air berencana menerbangkan rute Jeddah untuk penerbangan umrah sebagai salah satu ekspansi bisnis pada tahun depan. Presiden dan CEO Sriwijaya Air Gr

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99