Rabu, 11 Des 2019

Skytrain Bandara Soetta Terintegrasi Tahun Ini

Oleh: alex
Selasa, 19 Sep 2017 04:42
BAGIKAN:
istimewa.
Skytrain Bandara Soetta.
MAGELANG (EKSPOSnews): Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan kereta tanpa awak atau "automated people mover system" (APMS) yang disebut Skytrain dengan kereta bandara dapat terintegrasi sebelum akhir tahun 2017.

"Skytrain sudah mulai beroperasi di Bandara Soekarno Hatta meskipun masih terbatas. Namun, kami berharap sebelum akhir tahun ini Skytrain dan Commuter Line Jabodetabek sudah terkoneksi," kata Rini usai mendampingi Presiden Joko Widodo saat meninjau Balai Ekonomi Desa (Balkondes) PT Telkom Indonesia (Persero) di Desa Tuksongo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin 18 September 2017.

Menurut Rini, saat ini AMPS yang juga disebut Skytrain baru beroperasi menghubungkan Terminal 3 dan Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ia menjelaskan, penyempurnaan layanan Skytrain terus dilakukan sehingga nantinya menghubungkan Terminal 1, 2 dan 3, bahkan termasuk Termimal 4 yang masih dalam tahap pembangunan.

Sekarang, penumpang Garuda Indonesia yang datang Singapura turun di terminal 2, kemudian jika ingin melanjutkan penerbangan ke Banjarmasin harus naik bis bandara ke terminal 3.

Demikian juga penumpang Garuda Indonesia dari Solo ke Jakarta untuk melanjutkan penerbangan ke Filipina harus melalui terminal 2 menggunakan bis ke terminal 3.

"Dengan dibangunnya Skytrain pergerakan penumpang antarterminal bisa lebih cepat. Ditambah lagi jika terintegrasi dengan KRL Jabodetabek maka mobilisasi penumpang dari bandara dan menuju bandara bisa lebih cepat," ujarnya.

Meski begitu tambah Rini, kualitas layanan AMPS masih perlu ditingkatkan sesuai dengan "standard operation and procedure" (SOP). "Ini kan AMPS yang pertama kita miliki, jadi harus kita jamin tingkat kenyamanan dan keamanannya juga," tegas Rini.

Sementara itu, Dirut Angkasa Pura II M Awaluddin mengatakan, tahap awal, kereta itu melewati rute sepanjang 1.700 meter. Kapasitas satu set Skytrain yang terdiri atas dua kereta sebanyak 176 orang.

Skytrain melayani perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya pada pukul 07.00-09.00 WIB, 12.00-14.00 WIB, serta 17.00-19.00 WIB.

"Dalam jangka panjang, Skytrain akan beroperasi 24 jam dalam sehari. Sehingga diharapkan dapat menjadi semacam inisiator perkembangan moda transpotasi di Indonesia demi kemudahan perpindahan masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya," tuturnya.

Saat beroperasi penuh, headway Skytrain ditetapkan setiap lima menit dengan total waktu tempuh tujuh menit.

Total nilai investasi proyek Skytrain mencapai sekitar Rp950 miliar, di mana Rp530 miliar digunakan untuk pengadaan rangkaian kereta dan Rp420 miliar untuk pembangunan lintasan.

Keretanya disiapkan PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korsel, sementara pembangunan lintasan beserta shelter oleh PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco.

"Skytrain ini merupakan hasil dari sinergi antara tiga BUMN yakni Angkasa Pura II, LEN Industri, dan Wika. Kami berharap sinergi ini menjadi contoh bagi BUMN lainnya untuk memberikan yang terbaik bagi negeri," kata Awaluddin.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    RNI Kembangkan Peternakan Unggas Terintegrasi Berbasis Riset

    CIREBON (EKSPOSnews): Dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN di bidang industri peternakan yang terintegrasi, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) melalui Anak Perusahaannya, PT PG Rajawali I

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99