Jumat, 23 Feb 2018

Phapros Berhasil Menangkan Tender E-Catalogue Senilai Rp2 Triliun

Oleh: alex
Kamis, 08 Feb 2018 12:05
BAGIKAN:
istimewa.
Phapros.
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Phapros, Tbk. yang merupakan salah satu anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) kembali memenangkan tender obat e-catalogue untuk 2 tahun ke depan, berdasarkan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) fasilitas kesehatan diseluruh Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Untuk tahun 2018 ini nilai e-catalogue yang dimenangkan Phapros naik lebih dari 100% dari total nilai yang kami dapatkan saat lelang e-catalogue tahun 2017 lalu,di mana pada tahun lalu nilai e-catalogue yang kami menangkan sejumlah Rp 498 miliar," ujar Direktur Utama PT Phapros, Tbk. Barokah Sri Utami (Emmy) di Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.

"Ke depannya kami akan pastikan agar supply produk tetap baik dan terjaga sehingga kami bisa memberikan yang terbaik untuk menyukseskan program JKN/BPJS Kesehatan," tambahnya.

Peluang Phapros untuk masuk ke pasar e-catalog menurut Emmy dari tahun ke tahun semakin besar. Pada tahun 2013 saja, nilai anggaran belanja negara terhadap produk e-catalog di sektor kesehatan mencapai lebih dari Rp 4 triliun, dan angka tersebut semakin meningkat di tahun 2017 2018 yang mencapai Rp 9 triliun. Sehingga hal tersebutlah yang mendorong Phapros untuk bisa memberikan kontribusi positif di era JKN seperti saat ini.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan LKPP pada akhir 2017 lalu, Phapros kembali memenangkan tender e-catalogue untuk dua periode 2018 dan 2019 senilai Rp 2 triliun. Ada 27 jenis obat paket lelang yang dimenangkan Phapros, di mana jumlah tersebut masih di luar 9 jenis obat paket tambahan senilai lebih dari Rp 40 miliar. Sehingga, total obat yang dimenangkan Phapros sebanyak 36 jenis.

Adapun dari 36 jenis obat yang dimenangkan Phapros dalam e-catalogue, Tablet Tambah Darah (TTD) dan Fixed-Dose Combination (FDC) sebagai obat TB menjadi kontributor terbesar, yakni mencapai lebih dari Rp 300 miliar.

"Tablet Tambah Darah dan FDC merupakan program pemerintah di mana saat ini pemerintah sedang aktif berusaha menurunkan penderita anemia pada remaja dan ibu hami yang berujung menurunkan angka kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis (stunting) akibat kekurangan gizi dan kasus TByang angkanya masih besar di Indonesia, sehingga dengan dimenangkannya TTD dan FDC bisa semakin menguatkan komitmen kami untuk berkontribusi mengatasi kedua masalah utama di bidang kesehatan tersebut," jelas Emmy.

Phapros, menurut Emmy, memiliki kekuatan di produk obat TB (tuberculosis) dan Tablet Tambah Darah. Optimalisasi kapasitas produksi yang didanai oleh penerbitan MTN juga diarahkan untuk produksi kedua jenis obat tersebut.


  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Periksa Seluruh Produksi Pharos Indonesia dan Medifarma

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa seluruh proses pembuatan semua merek obat yan

  • 2 bulan lalu

    Phapros Gandeng Perusahaan Farmasi Myanmar

    YANGON (EKSPOSnews): PT Phapros Tbk. terus melebarkan sayap bisnisnya hingga ke mancanegara, Anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) yang bergerak dalam bidang industri farmasi

  • 3 bulan lalu

    Phapros Kembangkan Bahan Baku Obat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PT Phapros untuk mengembangkan industri bahan baku obat DMH dan ekstrak tanaman obat karena selama ini Indones

  • 3 bulan lalu

    Phapros Uji Klinis 2 Obat Fitofarmaka

    JAKARTA (EKSPOSnews): Perusahaan bidang farmasi dan alat kesehatan PT Phapros Tbk. fokus pada penambahan uji klinis dua obat fitofarmaka yang sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Maka

  • 4 bulan lalu

    Phapros Genjot Penjualan Obat Generik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Perseroan Terbatas Phapros yang merupakan anak usaha dari Perseroan Terbatas Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mengejar target pendapatan 2017 sebesar Rp1 triliun dengan men

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99