Sabtu, 20 Apr 2019

Pertamina Kurangi Impor BBM

Oleh: marsot
Kamis, 13 Sep 2018 02:37
BAGIKAN:
istimewa.
Pertamina.
JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota DPR memberikan apresiasi atas kebijakan Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengurangi impor minyak untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Itu langkah bagus. Untuk jangka pendek, pengurangan impor bisa dilakukan dengan melarang ekspor minyak mentah yang menjadi bagian kontraktor (asing)," kata anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, di Jakarta, Rabu 12 September 2018.

Kurtubi menjelaskan saat ini pemerintah membeli minyak domestik sebanyak 225 ribu barel per hari (bph). "Itu jangka pendek. Namun, untuk bisa mengurangi impor migas secara berkesinambungan butuh waktu lama," ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, pengurangan impor harus disertai dengan peningkatan produksi minyak mentah di dalam negeri dengan memperbanyak pengeboran dan eksplorasi.

Saat yang bersamaan, pemerintah juga harus meningkatkan produksi BBM dalam negeri. "Yang produksi BBM dalam negeri itu kilang minyak. Kilang minyak kita sekarang gak nambah-nambah," ujar dia.

Untuk itu, Kurtubi mengapresiasi rencana Pertamina membangun 6 kilang minyak baru dan mengoptimalkan kilang yang ada dengan harapan akan menyumbang 1 juta bph untuk menutupi kebutuhan BBM dalam negeri pada 2026.

"Jadi, untuk mengurangi impor minyak memang tidak bisa seketika," ujarnya.

Ketergantungan Indonesia pada impor minyak saat ini disebabkan oleh kesalahan kebijakan-kebijakan pemerintah sebelumnya. Pemerintahan Jokowi saat ini, menurutnya, hanya terkena imbas kesalahan pemerintahan masa lalu. "Jadi bukan kesalahan pemerintah Jokowi," ujarnya.

Seperti diketahui, keterbatasan produksi BBM dalam negeri membuat pemerintah harus mengimpor minyak 400 ribu bph. Namun, kebijakan Pertamina di bawah Dirut Nicke yang memborong 225 ribu bph minyak mentah milik kontraktor, mampu menurunkan impor hingga 60 persen.

"Produksi nasional itu selama ini masih ada yang belum dibeli oleh Pertamina, yang porsinya punya KKKS. Ini yang akan dibeli oleh Pertamina. Yang pasti ini bisa mengurangi impor hingga 60 persen," kata Nicke saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/8).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Pertamina Temukan Cadangan Gas di Sulawesi Tengah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir memberikan apresiasi kepada keberhasilan PT Pertamina (Persero) menemukan cadangan gas dan kondensat di Kecamatan Toili, Kabupaten Bang

  • 4 minggu lalu

    UMKM Binaan Pertamina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 12 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kain mitra binaan PT Pertamina (Persero) mencatat omset sekitar Rp500 juta.Vice President Corporate Communication Pertamina Fajr

  • satu bulan lalu

    2 Mantan Petinggi Pertamina Divonis 8 Tahun Penjara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Manager Merger dan Akusisi PT Pertamina 2008-2010 Bayu Kristanto dan mantan Direktur Keuangan PT Pertamina Ferederick ST Siahaan divonis 8 tahun penjara karena mengabaikan prosed

  • 2 bulan lalu

    Konsumsi BBM di Sumbagut Meningkat

    MEDAN (EKSPOSnews): Manajemen PT Pertamina menyebutkan konsumsi BBM di Sumatera bagian utara pada 2018 naik 3, 5 persen sehingga perlu kesadaran semua pihak untuk melakukan penghematan penggunaaan BBM

  • 2 bulan lalu

    Pertamina Operasikan 2 SPBU di Tol Trans Jawa

    SRAGEN (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) mulai mengoperasikan sebanyak dua SPBU di tempat peristirahatan Tol Trans-Jawa kilometer (KM) 519 A dan B."Dua SPBU di ruas Solo-Ngawi dan satu SPBU di ruas

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99