Jumat, 21 Sep 2018

Pertamina Kurangi Impor BBM

Oleh: marsot
Kamis, 13 Sep 2018 02:37
BAGIKAN:
istimewa.
Pertamina.
JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota DPR memberikan apresiasi atas kebijakan Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengurangi impor minyak untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Itu langkah bagus. Untuk jangka pendek, pengurangan impor bisa dilakukan dengan melarang ekspor minyak mentah yang menjadi bagian kontraktor (asing)," kata anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, di Jakarta, Rabu 12 September 2018.

Kurtubi menjelaskan saat ini pemerintah membeli minyak domestik sebanyak 225 ribu barel per hari (bph). "Itu jangka pendek. Namun, untuk bisa mengurangi impor migas secara berkesinambungan butuh waktu lama," ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, pengurangan impor harus disertai dengan peningkatan produksi minyak mentah di dalam negeri dengan memperbanyak pengeboran dan eksplorasi.

Saat yang bersamaan, pemerintah juga harus meningkatkan produksi BBM dalam negeri. "Yang produksi BBM dalam negeri itu kilang minyak. Kilang minyak kita sekarang gak nambah-nambah," ujar dia.

Untuk itu, Kurtubi mengapresiasi rencana Pertamina membangun 6 kilang minyak baru dan mengoptimalkan kilang yang ada dengan harapan akan menyumbang 1 juta bph untuk menutupi kebutuhan BBM dalam negeri pada 2026.

"Jadi, untuk mengurangi impor minyak memang tidak bisa seketika," ujarnya.

Ketergantungan Indonesia pada impor minyak saat ini disebabkan oleh kesalahan kebijakan-kebijakan pemerintah sebelumnya. Pemerintahan Jokowi saat ini, menurutnya, hanya terkena imbas kesalahan pemerintahan masa lalu. "Jadi bukan kesalahan pemerintah Jokowi," ujarnya.

Seperti diketahui, keterbatasan produksi BBM dalam negeri membuat pemerintah harus mengimpor minyak 400 ribu bph. Namun, kebijakan Pertamina di bawah Dirut Nicke yang memborong 225 ribu bph minyak mentah milik kontraktor, mampu menurunkan impor hingga 60 persen.

"Produksi nasional itu selama ini masih ada yang belum dibeli oleh Pertamina, yang porsinya punya KKKS. Ini yang akan dibeli oleh Pertamina. Yang pasti ini bisa mengurangi impor hingga 60 persen," kata Nicke saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/8).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 10 jam lalu

    Pertamina Kekurangan Pasokan Bahan Campuran B20

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) mengalami kekurangan pasokan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) atau bahan campuran biodiesel B20 dari badan usaha yang memproduksi bahan bakar nabati (BBN). B

  • 3 hari lalu

    Pertamina Salurkan Dana Pendidikan

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melalui Terminal BBM Kreung Raya menyalurkan "corporate social responsibility" (CSR) untuk bidang pendidikan kepada e

  • 4 hari lalu

    KPK Periksa Dirut Pertamina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN yang saat ini menjabat sebagai Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati di gedung KPK, Jakarta

  • 5 hari lalu

    Pertamina Genjot Mandatori B20

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) telah merealisasikan perluasan Mandatori Biodiesel 20 persen (B30) sebesar 80 persen dari target periode berjalan.Dalam kunjungan monitoring implementasi B

  • 7 hari lalu

    Pertamina Kembangan Wisata Mangrove di Pariaman

    PARIAMAN (EKSPOSnews): PT Pertamina MOR I melalui Terminal Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Minangkabau menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk melanjutkan pengembangan wisat

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99