Rabu, 23 Jan 2019

Pertamina Kurangi Impor BBM

Oleh: marsot
Kamis, 13 Sep 2018 02:37
BAGIKAN:
istimewa.
Pertamina.
JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota DPR memberikan apresiasi atas kebijakan Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengurangi impor minyak untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Itu langkah bagus. Untuk jangka pendek, pengurangan impor bisa dilakukan dengan melarang ekspor minyak mentah yang menjadi bagian kontraktor (asing)," kata anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, di Jakarta, Rabu 12 September 2018.

Kurtubi menjelaskan saat ini pemerintah membeli minyak domestik sebanyak 225 ribu barel per hari (bph). "Itu jangka pendek. Namun, untuk bisa mengurangi impor migas secara berkesinambungan butuh waktu lama," ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, pengurangan impor harus disertai dengan peningkatan produksi minyak mentah di dalam negeri dengan memperbanyak pengeboran dan eksplorasi.

Saat yang bersamaan, pemerintah juga harus meningkatkan produksi BBM dalam negeri. "Yang produksi BBM dalam negeri itu kilang minyak. Kilang minyak kita sekarang gak nambah-nambah," ujar dia.

Untuk itu, Kurtubi mengapresiasi rencana Pertamina membangun 6 kilang minyak baru dan mengoptimalkan kilang yang ada dengan harapan akan menyumbang 1 juta bph untuk menutupi kebutuhan BBM dalam negeri pada 2026.

"Jadi, untuk mengurangi impor minyak memang tidak bisa seketika," ujarnya.

Ketergantungan Indonesia pada impor minyak saat ini disebabkan oleh kesalahan kebijakan-kebijakan pemerintah sebelumnya. Pemerintahan Jokowi saat ini, menurutnya, hanya terkena imbas kesalahan pemerintahan masa lalu. "Jadi bukan kesalahan pemerintah Jokowi," ujarnya.

Seperti diketahui, keterbatasan produksi BBM dalam negeri membuat pemerintah harus mengimpor minyak 400 ribu bph. Namun, kebijakan Pertamina di bawah Dirut Nicke yang memborong 225 ribu bph minyak mentah milik kontraktor, mampu menurunkan impor hingga 60 persen.

"Produksi nasional itu selama ini masih ada yang belum dibeli oleh Pertamina, yang porsinya punya KKKS. Ini yang akan dibeli oleh Pertamina. Yang pasti ini bisa mengurangi impor hingga 60 persen," kata Nicke saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/8).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Terbuka Peluang Kerja Sama Penjualan BBM

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region atau MOR I menandatangani surat perjanjian jual beli bahan bakar minyak 2019 dengan Direktorat Jendral Bea dan Cukai."Kerja sama d

  • satu bulan lalu

    Pertamina Olah CPO Jadi LPG dan Bensin

    PALEMBANG (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) mulai mengolah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Kilang Refinery Unit III Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, menjadi bahan bakar bensin dan LP

  • satu bulan lalu

    Pertamina Gandeng BUMNDes Bangun SPBU Mini

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) akan membangun 77.000 SPBU mini di seluruh pelosok daerah di Indonesia bekerja sama dengan BUMDes."Konsep green energy mulai diterapkan, dengan menggandeng

  • satu bulan lalu

    Pertamina Serahkan CSR

    BATAM (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan senilai Rp350 juta untuk dua masjid dan Badan Kontak Majelis Taklim Kota Batam, Kepulauan Riau.Direktur

  • 2 bulan lalu

    BBM Satu Harga dan Penerangan Tenaga Surya di Nias

    JAKARTA (EKSPOSnews):  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nias, Sumatera Utara, untuk meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99