Selasa, 13 Nov 2018

Pertamina Kurangi Impor BBM

Oleh: marsot
Kamis, 13 Sep 2018 02:37
BAGIKAN:
istimewa.
Pertamina.
JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota DPR memberikan apresiasi atas kebijakan Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengurangi impor minyak untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Itu langkah bagus. Untuk jangka pendek, pengurangan impor bisa dilakukan dengan melarang ekspor minyak mentah yang menjadi bagian kontraktor (asing)," kata anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, di Jakarta, Rabu 12 September 2018.

Kurtubi menjelaskan saat ini pemerintah membeli minyak domestik sebanyak 225 ribu barel per hari (bph). "Itu jangka pendek. Namun, untuk bisa mengurangi impor migas secara berkesinambungan butuh waktu lama," ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, pengurangan impor harus disertai dengan peningkatan produksi minyak mentah di dalam negeri dengan memperbanyak pengeboran dan eksplorasi.

Saat yang bersamaan, pemerintah juga harus meningkatkan produksi BBM dalam negeri. "Yang produksi BBM dalam negeri itu kilang minyak. Kilang minyak kita sekarang gak nambah-nambah," ujar dia.

Untuk itu, Kurtubi mengapresiasi rencana Pertamina membangun 6 kilang minyak baru dan mengoptimalkan kilang yang ada dengan harapan akan menyumbang 1 juta bph untuk menutupi kebutuhan BBM dalam negeri pada 2026.

"Jadi, untuk mengurangi impor minyak memang tidak bisa seketika," ujarnya.

Ketergantungan Indonesia pada impor minyak saat ini disebabkan oleh kesalahan kebijakan-kebijakan pemerintah sebelumnya. Pemerintahan Jokowi saat ini, menurutnya, hanya terkena imbas kesalahan pemerintahan masa lalu. "Jadi bukan kesalahan pemerintah Jokowi," ujarnya.

Seperti diketahui, keterbatasan produksi BBM dalam negeri membuat pemerintah harus mengimpor minyak 400 ribu bph. Namun, kebijakan Pertamina di bawah Dirut Nicke yang memborong 225 ribu bph minyak mentah milik kontraktor, mampu menurunkan impor hingga 60 persen.

"Produksi nasional itu selama ini masih ada yang belum dibeli oleh Pertamina, yang porsinya punya KKKS. Ini yang akan dibeli oleh Pertamina. Yang pasti ini bisa mengurangi impor hingga 60 persen," kata Nicke saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/8).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Pertamina Bagi-Bagi Hadiah

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR I) memberikan berbagai hadiah kepada konsumen Pertamax di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Singapore Station di Me

  • 6 hari lalu

    Pemeriksaan Kesehatan Gratis Ala Pertamina

    DUMAI (EKSPOSnews): Ratusan warga di Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur ikuti pemeriksaan kesehatan gratis diadakan Pertamina RU II Dumai, selama dua hari untuk 16 rukun tetangga di daerah

  • satu minggu lalu

    Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menambah pasokan elpiji ukuran 3 Kg di Kota Batam Kepualuan Riau pada Jumat, (2/11), Sabtu (3/11) dan Senin (5/11) untuk m

  • 2 minggu lalu

    Pertamina Normalkan Pasokan BBM ke Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I secara berangsur berhasil melakukan normalisasi penyaluran BBM di wilayah Riau terhitung mulai 28 Oktober 2018."Langkah-lang

  • 3 minggu lalu

    Pertamina Dorong Mitra Binaan

    CILACAP (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, mendorong mitra binaannya untuk mengembangkan potensi usaha, kata Unit Manager Communication and Corporate Social Re

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99