Rabu, 24 Okt 2018

Pertamina Kekurangan Pasokan Bahan Campuran B20

Oleh: marsot
Jumat, 21 Sep 2018 13:03
BAGIKAN:
marsot
Pertamina Coco.
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) mengalami kekurangan pasokan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) atau bahan campuran biodiesel B20 dari badan usaha yang memproduksi bahan bakar nabati (BBN). Berdasarkan keterangan tertulis dari PT Pertamina yang diterima di Jakarta,  dari 112 terminal BBM, baru 69 terminal BBM yang sudah menerima penyaluran FAME.

Sementara itu, sebagian besar daerah yang belum tersalurkan FAME berada di kawasan timur seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

"Seluruh instalasi Pertamina sudah siap blending B20. Namun penyaluran B20 tergantung pada suplai FAME, di mana hingga saat ini suplai belum maksimal didapatkan," kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas'ud Khamid menjelaskan, keberhasilan Pertamina untuk mendukung program pemerintah tersebut memang sangat bergantung keberlanjutan suplai FAME dari para produsen. Dia mencontohkan, terminal BBM Plumpang di Jakarta sepanjang 15-20 September 2018 tidak bisa optimal memproduksi B20 karena kekurangan pasokan dari produsen FAME. Sementara di sisi lain,Pertamina tetap harus memproduksi BBM demi memenuhi kebutuhan masyarakat."Pertamina punya 112 terminal BBM, kami siap semua untuk mengolahnya sepanjang suplai ada dari mitra yang produksi FAME. Begitu FAME datang bisa langsung kami di-blending dan jual," tegasnya, Jumat 21 September 2018.

Mas'ud menyebutkan,total kebutuhan FAME Pertamina untuk dicampurkan ke solar subsidi dan non subsidi yaitu sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun.

"Total konsumsi solar subsidi dan non subsidi 29 juta kiloliter per tahun, " jelasnya.

Terkait adanya denda sebesar Rp 6.000 per liter bagi badan usaha BBM yang tidak melakukan pencampuran FAME, Mas'ud menyatakan pihaknya akan berdiskusi dengan pemerintah terkait hal ini. "Denda ini kami dukung supaya disiplin. Tapi kalau kondisi di lapangan suplai FAME-nya tidak ada, kami juga tidak bisa mengolah dan menyalurkan B20. Jadi ini harus didiskusikan lagi dengan pemerintah," ujar dia.

Mas'ud menegaskan perseroan berkomitmen terus mendukung seluruh kebijakan pemerintah. Pertamina berharap perluasan penggunaan B20 pada produk BBM Diesel ini dapat mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan bagi kendaraan pribadi, sekaligus dapat mengurangi impor BBM sehingga akan berdampak pada perbaikan neraca perdagangan dan penggunaan devisa negara. Pada dasarnya, menurutnya, PT Pertamina (Persero) mendukung kebijakan mandatory Biodisel 20 persen (B20) yang dicanangkan pemerintah mulai 1 September 2018.

Saat ini 112 terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina telah siap mengolah minyak sawit (Fatty Acid Methyl Esters/FAME) untuk dicampur ke Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar guna penerapan B20 dan menyalurkannya kepada masyarakat.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    PT Pertamina EP Temukan Cadangan Gas

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) berhasil menemukan cadangan gas dan kondensat di area PT Pertamina EP (PEP) Asset 4 Kecamatan Toili Kabupaten Banggai, Sulawesi

  • 6 hari lalu

    KPK Ikuti Kasus Pertamina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di luar negeri.Namun demikian, Wakil Ketua KPK Saut Situ

  • 2 minggu lalu

    Pertamina Bantu Perpustakaan Rumah Singgah di Simalungun

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region atau MOR I membantu sarana dan prasarana perpustakaan antara lain berupa rak buku serta komputer kepada Rumah Singgah Al Baroqah,

  • 3 minggu lalu

    Pertamina Bedah Rumah Veteran

    JAYAPURA (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) telah merenovasi 137 rumah veteran yang tersebar di Pulau Ambon, Pulau Seram, dan Pulau Tual, Provinsi Maluku, dalam kegiatan Bedah Rumah Veteran (BRV) se

  • 3 minggu lalu

    Pertamina Pasok BBM ke Palu Lewat Udara

    KENDARI (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) mengirimkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke Palu, Sulawesi Tengah, dengan menggunakan Pesawat Air Tractor dari Bandara Juwata Tarakan, Kali

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99