Rabu, 20 Jun 2018

Pengusaha Dukung Pengembangan Pelabuhan Langsa

Oleh: Jallus
Kamis, 11 Jan 2018 04:50
BAGIKAN:
istimewa.
Pelabuhan.
LANGSA (EKSPOSnews): Pengusaha sangat mendukung keinginan Pemerintah Kota Langsa yang akan mengembangkan Pelabuhan Kuala Langsa ekspor impor, sehingga perekonomian di daerah itu dan umumnya Provinsi Aceh lebih maju lagi.

Direktur Utama PT Al Farez Jaya Group, Abdul Hadi Abidin di Langsa, mengutarakan, sebagai salah seorang pelaku dunia usaha dirinya sangat mendukung hajat pemerintah daerah yang akan mengembangkan pelabuhan Kuala Langsa, sehingga perekonomian daerah makin berkembang.

Menurut dia, saat ini "dwilling time" atau waktu tunggu bongkar muat petikemas di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara sangat padat dan memakan durasi hingga sepekan lebih.

Karenanya, keberadaan Pelabuhan Kuala Langsa bisa menjadi alternatif penunjang bagi pengusaha ekspor impor Aceh.

Selain itu, Adi Maros, sapaan akrab Abdul Hadi Abidin, menilai dengan beroperasinya Pelabuhan Kuala Langsa akan membuka lapangan kerja baru di Aceh, khususnya Kota Langsa dan sekitarnya.

"Kami sebagai pengusaha mendukung langkah Wali Kota. Inikan menjadi alternatif jalur perdagangan laut yang sangat strategis letaknya. Lapangan pekerjaan juga tercipta jika ini benar terealisasi," ujar pengusaha muda ini, Rabu 10 Januari 2018.

Ia meminta semua pihak terutama kalangan usahawan, politisi dan birokrat Aceh agar bersatu mendukung program Wali Kota Langsa Usman Abdullah yang akan melaporkan kendala pengembangan Pelabuhan Kuala Langsa kepada Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini.

Terlebih, kata dia, sejumlah tokoh Aceh berada di Jakarta dengan jabatan mentereng, baik sebagai pejabat publik maupun pengusaha sukses. Hal ini dinilainya, bisa mendukung proses regulasi yang membelit Pemerintah Kota Langsa.

"Terkait kendala aturan, saya pikir ini butuh dukungan pembesar Aceh yang berada di ibukota. Meraka ada yang jadi anggota parlemen, birokrat maupun pengusaha besar. Ini potensi kita untuk merangkul agar Kuala Langsa bisa terwujud sebagai pelabuhan alternatif yang strategis," ujar Adi Maros.

Pun demikian, Adi Maros mengingatkan Wali Kota Usman Abdullah, bila sudah bisa beroperasi untuk menempatkan orang-orang profesional dalam hal pengelolaannya.

Selain, tersedianya fasilitas pendukung untuk keperluan sebuah pelabuhan ekspor impor, seperti tangki penampungan CPO dan lainnya.

Ia menilai, kedalaman Pelabuhan Kuala Langsa agar diperhitungkan kembali. Bila perlu dilakukan pengerukan sehingga kapal kargo dengan tonase besar bisa berlabuh di Kuala Langsa.

Nah, dalam hal ini perlu adanya kajian bersama antara Pemerintah Kota Langsa dengan pihak PT Pelindo I sebagai otoritas pengelola pelabuhan selama ini, katanya.

Tak luput, Adi Maros meninta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf untuk menerbitkan peraturan daerah (qanun) guna menyelaraskan seluruh pengusaha ekspor impor agar tidak lagi mengirim komoditasnya melalui Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara. Akan tetapi menggunakan jasa pelayaran dari Pelabuhan Kuala Langsa nantinya.

"Sekarang banyak pengusaha ekspor atau importir Aceh bertransaksi di Belawan. Tentu biayanya besar dan keuntungan sektor pajak daerah hanya didapat oleh Pemprov Sumut bukan Aceh. Inilah perlu regulasi Aceh mengatur ini," terang Adi Maros.

Selama ini, lanjut dia, pengusaha asal Aceh harus merogoh kocek yang tidak sedikit sebagai biaya operasional pengangkutan menuju Pelabuhan Belawan.

Bila Pelabuhan Kuala Langsa berfungsi akan meminimalisir biaya angkut dan mendatangkan keuntungan lebih besar bagi pengusaha serta meningkatkan pendapatan asli daaerah (PAD), jelas dia.

Dijelaskan, sebagai pengusaha asli Kota Langsa, dirinya sangat yakin bahwa Pelabuhan Kuala Langsa nantinya akan dilirik banyak investor yang akan berinvestasi.

Pasalnya, di sejumlah wilayah pelabuhan tentu akan terdapat sejumlah kawasan industri. Hanya lagi, bagaimana pemerintah dan masyarakat menyikapi hal tesebut, tutur dia.

Adi Maros menyebutkan, masyarakat di sekitar Pelabuhan Kuala Langsa harus bisa menerima segala konsekuensi apapun bila pelabuhan bisa beroperasional, termasuk mampu beradabtasi dengan para pendatang, maupun anak buah kapal yang singgah di sana nantinnya.

Diperkirakannya, jika semua pihak mendukung program tersebut, maka pusaran ekonomi terus bergeliat. Sektor jasa dan ekonomi kreatif tumbuh serta peningkatan kesejahteraan masyarakat akan terwujud.

Karenanya, dia berharap agar Presiden Joko Widodo melalui kementerian terkait bisa mengabulkan beroperasinya Pelabuhan Kuala Langsa.

Segala bentuk perizinan dipermudah, agar masyarakat bisa mencicipi kehidupan yang layak sebagaimana program Nawacita Presiden dan Wakil Presiden, katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Kader PAN Berikan Izin Perkebunan Terluas kepada Pegusaha Tertentu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hasil studi Greenomics Indonesia memaparkn selama periode 2004-2017, kawasan hutan yang dilepas untuk izin perkebunan kepada para pelaku bisnis tertentu seluas lebih dari 2,4 jut

  • 3 bulan lalu

    Pengusaha Hiburan di Tanjungbalai Batasi Pelajar

    TANJUNGBALAI (EKSPOSnews):Pengusaha tempat hiburan di Kota Tanjungbalai menyatakan komitmen untuk membatasi kalangan pelajar yang datang untuk berkaraoke pada saat jam belajar sedang berlangsung.Hal i

  • 4 bulan lalu

    Pengusaha Diler Mobil Terlibat Korupsi Bupati Batubara Nonaktif Mulai Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Seorang pengusaha diler mobil ST, diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, karena telibat kasus dugaan suap proyek infrastruktur yang diduga dilakukan Bupati Batubara Non

  • 8 bulan lalu

    Hutan di Kalimantan Tengah Dikuasai Pengusaha

    PALANGKA RAYA (EKSPOSnews): Sekurangnya 5,1 juta hektare kawasan hutan dari 15,3 juta hektare total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah masih dikuasai kalangan pengusaha pemilik perusahaan besar s

  • 9 bulan lalu

    3 Pengusaha Terlibat Penggelapan Pajak Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Tiga pengusaha yang terlibat kasus penggelapan pajak sebesar Rp7.985.500.000 di sejumlah wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kota Medan diadili di Pengadilan Tindak Pidana K

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99