Rabu, 22 Nov 2017

Penggunaan Gas Melon Tak Tepat Sasaran

Oleh: alex
Selasa, 07 Nov 2017 11:18
BAGIKAN:
istimewa.
Gas melon 3 kilogram.
PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Pertamina Wilayah Pemasaran Riau mengakui bahwa penggunaan elpiji bersubsidi di Kota Pekanbaru yang masih belum tepat sasaran menjadi salah satu pemicu kelangkaan gas bersubsidi di wilayah tersebut.

"Masih (belum tepat sasaran). Kita akui bahwa ada usaha kuliner dengan omzet diatas Rp1 juta perhari masih menggunakan gas bersubsidi. Begitu juga dengan keluarga mampu yang belum beralih," kata Sales Eksekutif LPG Pertamina Rayon V Riau, Adi Bagus Haqqi di Pekanbaru, Selasa 7 November 2017.

Adi mengatakan hal itu usai pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru menggelar inspeksi medadak (Sidak) ke sejumlah restoran, rumah makan dan kedai kopi besar beromzet diatas Rp1 juta perhari awal pekan ini.

Menurut dia, temuan itu justru menguatkan distribusi gas bersubsidi yang masih belum tepat sasaran. Padahal, kata dia, upaya konversi gas subsidi yang dilakukan pemerintah menyasar ke masyarakat pra sejahtera.

Selain itu, gas bersubsidi juga diperuntukkan bagi usaha mikro dengan omzet dibawah Rp1 juta per hari. Namun, kenyataannya masih cukup banyak masyarakat tidak mengindahkan hal itu.

Selain itu, Adi juga mengatakan bahwa penggunaan gas subsidi dalam beberapa kasus digunakan oleh masyarakat atau pengusaha non kuliner seperti usaha "laundry" dan peternakan ayam.

"Konversi kemarin kan tidak hanya tabung, kompor dan selang. Itu artinya gas subsidi untuk keperlua masak. Dalam beberapa kasus laundry juga menggunakannya, begitu juga peternakan ayam. Ini penggunaan yang tidak tepat sasaran," tuturnya.

Untuk itu, dia mengatakan pihaknya akan terus intensif melakukan sosialisasi ke masyarakat agar penggunaan gas bersubsidi dapat tepat sasaran. Menurut dia, Pertamina akan terus menggandeng pemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi dan penindakan.

Melengkapi Adi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menambahkan 60 persen dari 23.000 tabung gas bersubsidi di Pekanbaru digunakan oleh pengusaha mikro.

"60 persen dari 23.000 tabung gas perhari itu digunakan oleh pengusaha kuliner yang mengaku mikro. Namun data kita ada beberapa yang omzetnya sudah demikian besar tetap menggunakan gas subsidi. Ini yang terus kita telusuri," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    Gas Melon di Pekanbaru Langka

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Sejumlah warga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mengeluhkan sulitnya memperoleh elpiji tiga kilogram atau gas "melon" dan kalaupun ada harganya melonjak dari harga tertinggi (HET)

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99