Rabu, 21 Nov 2018

Pemprov Riau Kesulitan Dana Lanjutkan Proyek Skala Besar

Oleh: Jallus
Rabu, 17 Okt 2018 16:23
BAGIKAN:
istimewa.
Uang.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemprov Riau kini kesulitan dana untuk melanjutkan pendanaan proyek-proyek infrastruktur besar akibat mengalami defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

"Proyek-proyek besar di Riau ini akan tunda bayar pada masa akan datang kalau tak ada lagi perubahan (kondisi) keuangan," kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim di Kota Pekanbaru, Rabu 17 Oktober 2018.

Proyek-proyek infrastruktur besar yang kini sedang dibangun dengan pembiayaan APBD Riau di antaranya adalah pembangunan Jembatan Siak IV serta dua proyek jalan layang di Kota Pekanbaru.

Wan Thamrin mengatakan belum bisa merinci secara spesifik proyek mana yang akan tunda bayar karena pihaknya masih melakukan perhitungan detilnya.

Namun, ia mengutarakan hal ini agar semua pihak, terutama kontraktor pelaksana proyek tersebut, bisa memaklumi kondisi keuangan daerah yang sedang defisit.

Ia mengatakan defisit pada APBD Riau 2018 disebabkan tunda salur atau tunda bayar Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas oleh pemerintah pusat, yang jumlahnya sudah Rp1 triliun lebih. APBD Riau murni pada tahun ini mencapai Rp10 triliun juga termasuk di dalamnya DBH Migas.

Pendapatan asli daerah (PAD) Riau kini hanya bisa mengandalkan pajak kendaraan bermotor dan pajak bea balik nama kendaraan bermotor untuk menopang APBD. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, target penerimaan pajak kendaraan bermotor Riau pada tahun ini mencapai Rp995,1 miliar dan sudah tercapai sekitar 76 persen, sedangkan terget pajak bea balik nama kendaraan mencapai sekitar Rp820 miliar dengan realisasi sekitar 82 persen.

"Minus keadaan APBD kita, tak ada lagi dana kita padahal ini masih ada bulan Oktober, November, Desember. Akibatnya kenapa, ya karena tunda bayar atau tunda salur DBH Migas. Tahun ini kita tunda salur lebih dari Rp1 triliun, itu tak terkejar dari PAD untuk menutup kekurangan ini," katanya.

Karena itu, ia meminta kepada Bapenda Riau untuk bekerja keras memenuhi target dari dua sektor pajak terbesar tersebut. Pegawai Bapenda harus benar-benar turun tangan dan jangan hanya menunggu di kantor saja menanti orang membayar pajak.

"APBD Riau ini sangat tergantung dengan PAD, yang terbesar adalah pajak kendaraan bermotor dan pajak bea balik nama kendaraan bermotor. Kalau ini dua tak tercapai juga, kalau kita tak gulung tikar, kita gulung selimut, akan bangkrut," keluh Wan Thamrin Hasyim.

Pemprov Riau kini sedang membangun dua jalan layang (flyover) di simpang Mal SKA Jalan Tuanku Tambusai - Jalan Soekarno Hatta dan Pasar Pagi Arengka Jalan HR Soebrantas - Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru. Dua proyek flyover untuk pengurai kemacetan lalu lintas ini akan dilaksanakan selama setahun pada 2018, dengan nilai kontrak kerja sebesar Rp149,6 miliar untuk flyover Mal SKA, sedangkan flyover Pasar Pagi Arengka anggarannya sebesar Rp75,5 miliar.

Kontraktor dari PT Dewanto Cipta Pratama menangani Flyover Pasar Pagi Arengka, sedangkan PT Sumber Sari Cipta Marga pada proyek Flyover Simpang SKA.

Sementara itu, proyek Jembatan Siak IV berlokasi di Jl Sudirman untuk menyebrangi Sungai Siak ke daerah Rumbai. Kini progres pembangunannya mencapai sekitar 62 persen. Pemprov Riau menargetkan jembatan tersebut bisa digunakan pada akhir 2018, karena sudah sekitar empat tahun sempat pembangunannya dihentikan sementara pada masa Gubernur Annas Maamun pada 2014.

jembatan Siak IV ini memiliki panjang sekitar 834 meter dengan lebar 18,5 meter. Proyek pembangunan jembatan ini dikerjakan oleh BUMN PT Brantas Abipraya dengan total anggaran pengerjaan sebesar Rp107 miliar dalam anggaran APBD Riau dengan sistem penganggaran tahun jamak (multiyears).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Pemprov Riau Usulkan Pergantian Kapal Roro

    DUMAI (EKSPOSnews): Dinas Perhubungan Provinsi Riau mengusulkan penggantian kapal penyeberangan Roro Dumai-Tanjung Kapal Bengkalis agar lebih besar dari Kapal Motor Penumpang Kakap ke KMP Gajah Mada y

  • 4 bulan lalu

    Pemprov Riau Tagih Saham di Blok Rokan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemprov Riau meminta PT Pertamina (Persero) untuk memberikan hak saham partisipasi (participating interest) bagi perusahaan daerah berupa 10 persen saham dalam pengelolaan Blok

  • 4 bulan lalu

    Pemprov Riau Berambisi Ikut Kelola Blok Rokan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Riau mengaku sudah mengirimkan surat keinginan untuk ikut mengelola Blok Rokan yang kontraktornya dari PT Chevron Pacific Indonesia akan berakhir pada 2021.

  • 6 bulan lalu

    Pemprov Riau Akan Turunkan Tarif PBBKB

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Riau segera menerapkan peraturan daerah tentang pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar lima persen dari sebelumnya 10 persen, sebagai solusi m

  • 11 bulan lalu

    Pemprov Riau Bantu Warga Pesisir

    SELATPANJANG (EKSPOSnews): Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyerahkan bantuan perumahan hingga kapal kepada warga pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis 21 Desember 2017.Penyerahan bantua

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99