Kamis, 27 Jul 2017
  • Home
  • Ekonomi & Keuangan
  • Pemerintah Indonesia Mengharapkan Keterlibatan Investor Bangun Infrastruktur Gas dan LNG

Pemerintah Indonesia Mengharapkan Keterlibatan Investor Bangun Infrastruktur Gas dan LNG

Oleh: Alex
Kamis, 13 Jul 2017 13:09
BAGIKAN:
istimewa
Gas Summit di Jakarta.
JAKARTA (EKSPOSnews): Indonesia sedang menghadapi kenaikan permintaan pasar gas di dalam negeri
untuk kebutuhan sektor industri dan kelistrikan. Pada masa lalu, Indonesia lebih banyak mengekspor
LNG ke pasar luar negeri. Namun, sejak tahun 2011, penggunaan LNG untuk pasar dalam negeri
Indonesia melampaui volume gas alam cair yang diekspor ke luar negeri. Dengan harapan akan semakin
meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia,

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral, IGN Wiratmadja Puja, mengatakan bahwa kebutuhan akan gas di dalam
negeri akan terus meningkat dan pada tahun 2035 suplai gas dari dalam negeri akan sepenuhnya
memenuhi kebutuhan tersebut. "Oleh karena itu, kita perlu membangun lebih banyak infrastruktur
untuk mendukung kebutuhan yang meningkat ini,' kata IGN Wiratmaja pada upacara pembukaan Gas
Indonesia Summit and Exhibition (GIS) 2017 di Jakarta Convention Center, Rabu, 12 Juli 2017.

Menurut Kementerian Industri RI, gas alam merupakan salah satu sumber energi dan bahan baku bagi
industri manufaktur dengan kebutuhan yang mencapai lebih dari 2280 mmscfd. Saat ini, kebutuhan gas
dalam negeri didominasi oleh sektor kelistrikan. "PLN (BUMN kelistrikan) memerlukan gas dalam volume
besar terutama untuk mendukung seluruh pembangkit listrik yang berkekuatan 35.000 MW. Kami juga
menjadikan hal itu sebagai prioritas karena menyangkut hajat hidup masyarakat," kata Wiratmaja.

Dimasa depan, akan lebih banyak industri yang menggunakan LNG seperti industri petrokimia.
Dengan meningkatnya kebutuhan gas di pasar domestik, Indonesia memerlukan infrastruktur terutama
untuk mendistribusikan LNG ke seluruh pelosok negeri. Pemerintah RI juga bermaksud meningkatkan
prioritas dalam membangun infrastruktur di kawasan timur Indonesia dengan mengembangkan pipa gas
virtual untuk mendistribusikan gas dari dan ke wilayah terpencil. Untuk membangun infrastruktur
tersebut, pemerintah memerlukan dana tak kurang dari US$48 miliar yang diharapkan datang dari
investor dalam dan terutama luar negeri.

Untuk mendukung pembangunan infrastruktur industri LNG, pemerintah telah meluncurkan
sejumlah refomasi kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan cadangan migas, membuat
iklim investasi yang kondusif, dan memberikan kepastian usaha di sektor hulu dan hilir migas.
Misalnya, regulasi di bidang cost recovery dan pajak penerimaan untuk usaha migas. Sementara
itu, Kementerian Keuangan memberikan insentif dalam perpajakan dan penerimaan nonpajak
berdasarkan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Oleh karena itu, GIS 2017 memainkan peranan penting untuk menyediakan platform bagi
investor berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur gas dan LNG di Indonesia. "Kami
berharap konperensi ini dapat memberikan jawaban untuk empat isu penting: mempercepat
pembangunan infrastruktur, menciptakan kebijakan dan sinergi antar para pemangku
kepentingan, menentukan kebijakan harga gas, dan menciptakan model manajemen industri
gas yang mendukung ekosistem," kata Danny Prasetya, DIrektur Komersial PT Perusahaan Gas
Negara pada Plenary Session hari pertama of GIS 2017.

Gerard Leeuwenburgh, VP Asia dmg events, penyelenggara GIS 2017 pada upacara pembukaan
mengatakan dirinya berharap para peserta konperensi dapat menggunakan forum ini untuk kepentingan
pembangunan infrastruktur industri gas di Indonesia.

Gas Indonesia Summit & Exhibition masih berlangsung hingga Jumat 14 Juli 2017 di Jakarta Convention
Center. Senayan, Jakarta.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Freeport Akan Gugat Pemerintah Indonesia ke Arbitrase Internasional

    JAKARTA (EKSPOSnews): President dan CEO Freeport McMoRan Inc Richard C. Adkerson mengaku akan menggugat pemerintah Indonesia jika belum juga mendapatkan keputusan negosiasi kontrak yang saat ini masih

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak