Sabtu, 20 Okt 2018

Pembangkit Listrik di Aceh Akan Ditambah

Oleh: alex
Jumat, 10 Nov 2017 06:53
BAGIKAN:
istimewa.
Pembangkit listrik.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan tambahan Pembangkit Listrik sebesar 2.837 MW hingga tahun 2026.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian ESDM yang dihimpun di Jakarta, Kebutuhan listrik untuk provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diproyeksikan akan tumbuh pesat dalam 10 tahun ke depan.

Rasio elektrifikasi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebesar 96,94 persen atau lebih tinggi dari rasio elektrifikasi nasional sebesar 93,08 persen. Saat ini sebesar 601 MW kapasitas pembangkit listrik telah terpasang di NAD, dengan sistem interkoneksi 150 kV Sumatera Utara-Aceh.

Sementara, sistem isolated Aceh memiliki tegangan distribusi 20 kV. Wilayah pantai Timur Aceh, Meulaboh dan sekitarnya dipasok dari sistem interkoneksi 150 kV, sedangkan sistem kelistrikan 20 kV memasok wilayah pantai barat dan tengah Aceh.

Proyeksi peningkatan 10 tahun mendatang ini berdasarkan realisasi pengusahaan lima tahun terakhir dan kecenderungan pertumbuhan ekonomi, demografi penduduk, serta peningkatan rasio elektrifikasi di provinsi ujung Barat Indonesia tersebut.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2017-2026, penjualan listrik NAD diproyeksikan meningkat dari 2.678 GWh (Giga Watt per Hour) pada tahun 2017 menjadi 7.223 Gwh tahun 2026 atau meningkat rata-raya sebesar 11,7 persen per tahun. Sementara realisasi pertumbuhan listrik tahun 2016 sebesar 2.330 GWh dengan pertumbuhan listrik sebesar 8,8 persen dalam 5 tahun terakhir.

Proyeksi kebutuhan listrik dimaksud membuka peluang investasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari sarana pembangkit, transmisi hingga distribusi. Untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik hingga tahun 2026, maka diperlukan tambahan pembangkit listrik sebesar 2.837 MW, Gardu Induk sebesar 3.790 MVA, dan transmisi sepanjang 3.625 kms.

Aceh sendiri memiliki potensi sumber energi primer terdiri dari air (1.655 MW) di 18 lokasi, panas bumi (1.307 MWe) di 19 lokasi, minyak (151 MMSTB), gas (6,39 tscf) dan batubara (451 juta ton).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 jam lalu

    Kejari Aceh Tahan Penggelap Pajak

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Banda Aceh menaham tersangka penggelapan pajak di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) dengan nilai mencapai Rp443 juta lebih.Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Er

  • 2 hari lalu

    Ekspor Kopi Lewat Aceh Minim

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Nilai ekspor komoditas kopi baik jenis Arabika maupun Robusta lewat pelabuhan di Aceh hingga Agustus 2018 masih sangat minim dengan angka 9.576 dolar AS."Untuk kopi melalui pe

  • 5 hari lalu

    17 Sekolah di Singkil Diliburkan karena Banjir

    ACEH SINGKIL (EKSPOSnews): Sebanyak 17 lembaga sekolah di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh terpaksa diliburkan akibat banjir masih merendam ruangan kelas serta halaman sekolah.Kepala Dinas Pendid

  • satu minggu lalu

    Aceh Barat Remajakan Sawit Rakyat

    MEULABOH (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mulai melaksanakan peremajaan kelapa sawit (replanting) seluas 1.110 hektare untuk mempercepat peningkatan ekonomi rakyat dari sek

  • 2 minggu lalu

    Kasus Sabu-Sabu Menonjol di Aceh Utara

    LHOKSUKON (EKSPOSnews): Penanganan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Aceh utara, Provinsi Aceh lebih didominasi oleh sabu-sabu.Berdasarkan data tahun 2018, jumlah penanganan kasus

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99