Rabu, 22 Nov 2017

Pembangkit Listrik di Aceh Akan Ditambah

Oleh: alex
Jumat, 10 Nov 2017 06:53
BAGIKAN:
istimewa.
Pembangkit listrik.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan tambahan Pembangkit Listrik sebesar 2.837 MW hingga tahun 2026.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian ESDM yang dihimpun di Jakarta, Kebutuhan listrik untuk provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diproyeksikan akan tumbuh pesat dalam 10 tahun ke depan.

Rasio elektrifikasi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebesar 96,94 persen atau lebih tinggi dari rasio elektrifikasi nasional sebesar 93,08 persen. Saat ini sebesar 601 MW kapasitas pembangkit listrik telah terpasang di NAD, dengan sistem interkoneksi 150 kV Sumatera Utara-Aceh.

Sementara, sistem isolated Aceh memiliki tegangan distribusi 20 kV. Wilayah pantai Timur Aceh, Meulaboh dan sekitarnya dipasok dari sistem interkoneksi 150 kV, sedangkan sistem kelistrikan 20 kV memasok wilayah pantai barat dan tengah Aceh.

Proyeksi peningkatan 10 tahun mendatang ini berdasarkan realisasi pengusahaan lima tahun terakhir dan kecenderungan pertumbuhan ekonomi, demografi penduduk, serta peningkatan rasio elektrifikasi di provinsi ujung Barat Indonesia tersebut.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2017-2026, penjualan listrik NAD diproyeksikan meningkat dari 2.678 GWh (Giga Watt per Hour) pada tahun 2017 menjadi 7.223 Gwh tahun 2026 atau meningkat rata-raya sebesar 11,7 persen per tahun. Sementara realisasi pertumbuhan listrik tahun 2016 sebesar 2.330 GWh dengan pertumbuhan listrik sebesar 8,8 persen dalam 5 tahun terakhir.

Proyeksi kebutuhan listrik dimaksud membuka peluang investasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari sarana pembangkit, transmisi hingga distribusi. Untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik hingga tahun 2026, maka diperlukan tambahan pembangkit listrik sebesar 2.837 MW, Gardu Induk sebesar 3.790 MVA, dan transmisi sepanjang 3.625 kms.

Aceh sendiri memiliki potensi sumber energi primer terdiri dari air (1.655 MW) di 18 lokasi, panas bumi (1.307 MWe) di 19 lokasi, minyak (151 MMSTB), gas (6,39 tscf) dan batubara (451 juta ton).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    8 Armada Layani Sabang-Banda Aceh

    SABANG (EKSPOSnews): Delapan armada direncanakan akan melayani pelayaran Sabang-Banda Aceh dan sebaliknya saat kegiatan "Sail Sabang" pada 28 November sampai 5 Desember 2017.Kepala Dinas Perhubungan K

  • 2 hari lalu

    Membangun Hotel Syariah di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh akan membangun hotel syariah dengan sumber dana bantuan hibah dari Islamic Development Bank (IDB)."Pemerintah kota akan membangun hotel den

  • 7 hari lalu

    Usut Tuntas Kematian Gajah di Aceh

    IDI (EKSPOSnews): Bupati Aceh Timur, Hasballah HM Thaib memminta kepada pihak berwajib untuk mengusut kematian seekor gajah yang ditemukan telah dikubur di kawasan perkebunan warga Desa Seumanah Jaya,

  • 7 hari lalu

    Fasilitas Pendukung Objek Wisata di Aceh Minim

    KUTACANE (EKSPOSnews): Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia menyebut fasilitas pendukung di berbagai lokasi objek wisata di Aceh dinilai masih sangat kurang."Alamnya bagus, lautnya biru. Ta

  • 7 hari lalu

    Kadis PU Aceh Tamiang Tersangka Pungli

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menetapkan Kepala Dinas PU Aceh Tamiang berinisial S sebagai tersangka pungutan liar atau pungli.Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Ace

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99