Kamis, 22 Feb 2018

Pembangkit Listrik di Aceh Akan Ditambah

Oleh: alex
Jumat, 10 Nov 2017 06:53
BAGIKAN:
istimewa.
Pembangkit listrik.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan tambahan Pembangkit Listrik sebesar 2.837 MW hingga tahun 2026.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian ESDM yang dihimpun di Jakarta, Kebutuhan listrik untuk provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diproyeksikan akan tumbuh pesat dalam 10 tahun ke depan.

Rasio elektrifikasi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebesar 96,94 persen atau lebih tinggi dari rasio elektrifikasi nasional sebesar 93,08 persen. Saat ini sebesar 601 MW kapasitas pembangkit listrik telah terpasang di NAD, dengan sistem interkoneksi 150 kV Sumatera Utara-Aceh.

Sementara, sistem isolated Aceh memiliki tegangan distribusi 20 kV. Wilayah pantai Timur Aceh, Meulaboh dan sekitarnya dipasok dari sistem interkoneksi 150 kV, sedangkan sistem kelistrikan 20 kV memasok wilayah pantai barat dan tengah Aceh.

Proyeksi peningkatan 10 tahun mendatang ini berdasarkan realisasi pengusahaan lima tahun terakhir dan kecenderungan pertumbuhan ekonomi, demografi penduduk, serta peningkatan rasio elektrifikasi di provinsi ujung Barat Indonesia tersebut.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2017-2026, penjualan listrik NAD diproyeksikan meningkat dari 2.678 GWh (Giga Watt per Hour) pada tahun 2017 menjadi 7.223 Gwh tahun 2026 atau meningkat rata-raya sebesar 11,7 persen per tahun. Sementara realisasi pertumbuhan listrik tahun 2016 sebesar 2.330 GWh dengan pertumbuhan listrik sebesar 8,8 persen dalam 5 tahun terakhir.

Proyeksi kebutuhan listrik dimaksud membuka peluang investasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari sarana pembangkit, transmisi hingga distribusi. Untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik hingga tahun 2026, maka diperlukan tambahan pembangkit listrik sebesar 2.837 MW, Gardu Induk sebesar 3.790 MVA, dan transmisi sepanjang 3.625 kms.

Aceh sendiri memiliki potensi sumber energi primer terdiri dari air (1.655 MW) di 18 lokasi, panas bumi (1.307 MWe) di 19 lokasi, minyak (151 MMSTB), gas (6,39 tscf) dan batubara (451 juta ton).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 jam lalu

    Bangka Tengah Butuh Pembangkit Listrik Baru

    KOBA (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membutuhkan investor baru untuk merealisasikan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapas

  • 5 jam lalu

    Tangkapan Ikan Tuna di Aceh Meningkat

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Hasil tangkapan ikan tuna di sekitar perairan Lhokseumawe, Provinsi Aceh, oleh nelayan meningkat hingga 100 persen dalam dua hari terakhir, karena cuacanya sangat mendukung.P

  • 4 hari lalu

    Muncul Titik Panas di Aceh

    KUTACANE (EKSPOSnews): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan lima titik panas terpantau berada di wilayah Provinsi Aceh akhir pekan ini."Hingga malam ini, terpantau lima titi

  • 3 minggu lalu

    Kekeringan di Aceh Barat

    MEULABOH (EKSPOSnews): Tanaman padi berumur 30 hari di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Provinsi Aceh mengalami kekeringan karena sudah lebih dua pekan tidak diguyur hujan."Sudah lebih dua minggu hujan

  • 3 minggu lalu

    Ribuan Nelayan Aceh Barat Masih Peserta Asuransi

    MEULABOH (EKSPOSnews): Sebanyak 1.500 nelayan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, dinyatakan masih sebagai peserta program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) sehingga tetap mendapatkan dana kla

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99