Selasa, 14 Agu 2018

Pembangkit Listrik di Aceh Akan Ditambah

Oleh: alex
Jumat, 10 Nov 2017 06:53
BAGIKAN:
istimewa.
Pembangkit listrik.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan tambahan Pembangkit Listrik sebesar 2.837 MW hingga tahun 2026.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian ESDM yang dihimpun di Jakarta, Kebutuhan listrik untuk provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diproyeksikan akan tumbuh pesat dalam 10 tahun ke depan.

Rasio elektrifikasi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebesar 96,94 persen atau lebih tinggi dari rasio elektrifikasi nasional sebesar 93,08 persen. Saat ini sebesar 601 MW kapasitas pembangkit listrik telah terpasang di NAD, dengan sistem interkoneksi 150 kV Sumatera Utara-Aceh.

Sementara, sistem isolated Aceh memiliki tegangan distribusi 20 kV. Wilayah pantai Timur Aceh, Meulaboh dan sekitarnya dipasok dari sistem interkoneksi 150 kV, sedangkan sistem kelistrikan 20 kV memasok wilayah pantai barat dan tengah Aceh.

Proyeksi peningkatan 10 tahun mendatang ini berdasarkan realisasi pengusahaan lima tahun terakhir dan kecenderungan pertumbuhan ekonomi, demografi penduduk, serta peningkatan rasio elektrifikasi di provinsi ujung Barat Indonesia tersebut.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2017-2026, penjualan listrik NAD diproyeksikan meningkat dari 2.678 GWh (Giga Watt per Hour) pada tahun 2017 menjadi 7.223 Gwh tahun 2026 atau meningkat rata-raya sebesar 11,7 persen per tahun. Sementara realisasi pertumbuhan listrik tahun 2016 sebesar 2.330 GWh dengan pertumbuhan listrik sebesar 8,8 persen dalam 5 tahun terakhir.

Proyeksi kebutuhan listrik dimaksud membuka peluang investasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari sarana pembangkit, transmisi hingga distribusi. Untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik hingga tahun 2026, maka diperlukan tambahan pembangkit listrik sebesar 2.837 MW, Gardu Induk sebesar 3.790 MVA, dan transmisi sepanjang 3.625 kms.

Aceh sendiri memiliki potensi sumber energi primer terdiri dari air (1.655 MW) di 18 lokasi, panas bumi (1.307 MWe) di 19 lokasi, minyak (151 MMSTB), gas (6,39 tscf) dan batubara (451 juta ton).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Kejati Aceh Tahan Koruptor Kantor Kemenag

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Aceh menaham satu dari dua tersangka korupsi perencanaan pembangunan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.Kepala Kejati Aceh Chaerul Amir melalui Ke

  • 7 hari lalu

    Mengembangkan Kuliner Tradisional Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Istri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati berkomitmen untuk mengembangkan kuliner tradisional Aceh sehingga dikenal masyarakat nusantara dan internasional."Kita t

  • 7 hari lalu

    Kejari Banda Aceh Eksekusi Koruptor Pengadaan Mobil Damkar

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengeksekusi seorang terpidana korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran senilai Rp17,5 miliar.Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Ba

  • satu minggu lalu

    Badan Pengelola Migas Aceh Rekrut 50 Tenaga Profesional

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) merekrut 50 tenaga profesional untuk menggenjot kinerja industri minyak dan gas di provinsi setempat."Pegawai BPMA ini setelah menandatandata

  • satu minggu lalu

    Pelindo 1 Hadir di Aceh Expo

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Komitmen PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 untuk selalu terlibat dalam upaya memacu mendukung perekonomian lokal dibuktikan dengan hadirnya dua unit Usaha Keci

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99