Senin, 26 Agu 2019

Pedagang Mulai Beraktifitas

Oleh: alex
Jumat, 24 Mei 2019 04:26
BAGIKAN:
istimewa.
Demo.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pasca kericuhan Rabu (22/5) sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat dan Petamburan III, Jakarta Pusat kembali berjualan seperti sedia kala.

Eva (50) saat ditemui di depan gerbang RS Pelni,  mengatakan sehari kemarin pedagang tidak ada yang berjualan karena situasi tidak aman.

"Sekarang sudah kondusif, jadi bisa berjualan lagi," kata ibu penjual Nasi Uduk Pelni ini, Kamis 23 Mei 2019.

Eva mengaku, walau situasi di kawasan KS Tubun dan Petamburan III sudah kondusif tapi aktivitas jual beli masih sepi.

Menurut dia, ini dikarenakan warga belum tahu situasi terkini di Jalan KS Tubun dan Petamburan III pasca kericuhan.

"Mungkin warga masih takut penjualan hari ini masih sepi," katanya.

Wanita yang sudah puluhan tahun berjualan Nasi Uduk Pelni ini mengatakan saat kericuhan terjadi suasana di kawasan tersebut mencekam, sama seperti kejadian 1998.

Tetapi lanjut dia, kondisi itu hanya terjadi sehari saja dari pukul 03.00 WIB Rabu saat sahur sampai Kamis dini hari.

"Kemarin pedagang tidak ada yang berani jualan, sekarang sudah tidak ada kericuhan jadi mulai berdagang lagi," katanya.

Sejumlah pedagang sudah berjejer berjualan di sepanjang Jalan KS Tubun dan Petamburan III seperti pejual siomay, baso, es kelapa, gorengan, mie ayam, dan pecel lele.

Kericuhan terjadi dimulai dari Tanah Abang, merembet ke kawasan KS Tubun dan Petamburan. Batas wilayahnya sampai ke Asrama Brimob Gegana unit K-9.

Sisa-sisa kericuhan masih tampak seperti sisa pembakaran di jalan-jalan, termasuk 10 unit mobil milik warga dan anggota Brimob yang dibakar di Jalan KS Tubun III.

Pantauan Antara, suasana di Jalan KS Tubun dan Petamburan III sudah normal. Warga beraktifitas seperti biasa, membuka warung, keluar rumah dan duduk-duduk di pinggir jalan.

"Situasi sudah kondusif, aman terkendali," kata Efendi (58) warga Petamburan III.

Di lokasi kejadian sebuah tenda milik anggota Yonif 312 Subang, Purwakarta yang berdiri di pinggir Jalan Petamburan III.

Sejumlah anggota TNI AD masih berjaga-jaga di lokasi sambil berinteraksi dengan warga sekitar. Sejumlah warga juga mengirimkan bantuan makanan untuk berbuka dan sahur bagi anggota TNI yang bertugas.

"Jangan khawatir mbak, di sini stok makanan aman," kata Saputra salah satu anggota TNI Yonif 312 Subang. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Demo karena Diajak Guru Ngaji?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dari ikut-ikutan teman, ingin melihat langsung demo di Jakarta hingga diajak seorang yang diduga guru ngaji menjadi alasan banyak anak-anak ikut aksi penolakan hasil rekapitulasi

  • 3 bulan lalu

    Massa yang Demo Serang Petugas dengan Petasan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Massa aksi yang terkonsentrasi di samping Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, tepatnya di jalan Wahid Hasyim, Jakarta, pada Kamis dini hari, menyerang aparat kepolisian de

  • 3 bulan lalu

    Irjen Pol Gatot Eddy Pramono Berdiri di Garis Depan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polisi melakukan penyisiran di ruas Jalan Wahid Hasyim arah Tanah Abang sebagai upaya untuk membubarkan massa  yang bersikeras bertahan di area sekitar Gedung Bawaslu, Jakar

  • 3 bulan lalu

    Penolakan Hasil Kerja KPU Membuat Demokrasi Tak Sehat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pengamat politik Universitas Al Azhar Jakarta Ujang Komaruddin menilai penolakan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 membuat sistem demokrasi Indonesia tidak sehat karena cender

  • 4 bulan lalu

    Ketua Bawaslu Sumut temui Pendemo

    MEDAN (EKSPOSnews): Aspirasi ribuan pendukung Capres-Cawapres Prabowo-Sandi di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R. Rasaha dengan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99