Rabu, 18 Jul 2018

Panel Surya Aman

Oleh: alex
Kamis, 12 Jul 2018 17:10
BAGIKAN:
istimewa.
Panel surya.
JAKARTA (EKSPOSnews): Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mencatat sudah ada 400 rumah penduduk yang memasang teknologi panel surya fotovoltaic (solar rooftop) untuk mendukung capaian energi baru terbarukan nasional.

Pada seminar tentang Pengembangan Energi Surya Atap di Jakarta, Ketua Umum AESI Andhika Prastawa menyebutkan, sekitar 400 rumah yang sudah terpasang panel surya berada di DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan rata-rata kapasitas listrik 2 kilowatt (KW).

"Untuk rumah perorangan sudah lebih dari 400 rumah yang memasang fotovoltaic. Satu rumah rata-rata pasang sekitar 2 KW, berarti sudah ada 800 KW terpasang. Itu sekitar satu tahun terakhir," kata Andhika, Kamis 12 Juli 2018.

Selain itu, ASEI juga mencatat ada satu pusat perbelanjaan yang sudah dipasangi atap surya fotovoltaic dengan kapasitas 500 KW dan pabrik industri yang juga memasang 500 KW.

Dengan demikian, sudah ada 1,8 MW surya atap yang terpasang baik di perumahan maupun gedung. Namun demikian, jumlah tersebut hanya yang tercatat oleh ASEI.

Pemasangan panel surya fotovoltaic menjadi bagian dari Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia pada 2025.

Andhika menilai target ini tidak mustahil untuk dicapai mengingat jumlah pelanggan PLN di Pulau Jawa sangat besar. Selain itu, dukungan regulasi dari pemerintah juga diperlukan agar selain perumahan, bangunan komersial dan industri turut menyukseskan gerakan ini.

"Kalau ada peraturan atau regulasi yang memungkinkan lebih mudah pelanggan PLN memasang fotovoltaic di rumah masing-masing, tentunya peningkatan akan lebih cepat dan target 1.000 MW di tahun 2025 bisa diapai," kata Andhika.

Gerakan Sejuta Surya Atap merupakan upaya Ditjen EBTKE untuk mendukung Kebijakan Energi Nasional yang menargetkan peningkatan bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

Dari target tersebut, proyeksi pembangkit listrik tenaga surya adalah sebesar 5000 MW pada 2019 dan 6400 MW pada 2025.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    Pembangunan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Terganjal Pembebasan Lahan

    PADANG (EKSPOSnews): Pembangunan Tol Trans Sumatera Padang Pariaman-Pekanbaru masih terganjal oleh proses pembebasan lahan yang belum selesai karena masyarakat menolak harga yang ditetapkan oleh tim p

  • 3 minggu lalu

    Pengamanan Mudik di Sumbar Paten

    PADANG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebutkan berdasarkan evaluasi, pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2018 di daerah itu lebih baik dari 2017 meskipun ada sejumlah h

  • 4 minggu lalu

    Babinsa Bantu Petani Basmi Hama Tanaman Jagung

    TUBAN (EKSPOSnews): Selain hama, beberapa penyakit yang biasanya disebabkan oleh virus, bakteri atau cendawan juga sering mengganggu tanaman jagung. Penyakit yang sering ditemukan pada tanaman jagung

  • 4 minggu lalu

    Nakhoda KM Sinar Bangun Sudah Diamankan

    PARAPAT (EKSPOSnews): Nakhoda kapal penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba kawasan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang diinformasikan selamat dari kecelakaan tersebut."

  • satu bulan lalu

    Pangdam dan Kapolda Jatim Tinjau Pos Pengamanan

    SURABAYA (EKSPOSnews): Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin. Tak henti-hentinya untuk terus memantau setiap perkembangan situasi dan kondisi di wilay

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99