Jumat, 16 Nov 2018

Nama Bandara Silangit Berubah, Pro Konta di Masyarakat Muncul

Oleh: Jallus
Minggu, 09 Sep 2018 03:49
BAGIKAN:
istimewa.
Bandara Silangit.
MEDAN (EKSPOSnews): Kementerian Perhubungan mengubah nama Bandar Udara Silangit yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Utara diubah menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII.

Melalui grup Badan Otorita Danau Toba di Medan, diketahui perubahan itu tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1404 tahun 2018 tentang Perubahan Nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internaional Raja Sisingamangaraja XII.

Keputusan Menhub tersebut disosialisasikan Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan Wahju Adji H melalui surat Nomor 243/Srt/B.IV/IX/2018 tertanggal 4 September 2018.

Dalam surat tersebut, Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan Wahju Adji H menyebutkan bahwa keputusan perubahan nama bandara itu dilakukan pada 3 September 2018.

Surat tersebut ditujukan kepada Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara dan Direktur Bandar Udara Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Namun Wahju Adji tidak menjelaskan alasan dan pertimbangan yang melatarbelakangi pergantian nama Bandara Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internaional Raja Sisingamangaraja XII.

Ketua Komisi D DPRD Sumut yang membidangi pembangunan dan perhubungan Ariwibowo mengaku belum mengetahui dan belum menerima salinan surat keputusan perubahan nama Bandara Silangit tersebut.

Namun politisi Partai Gerindra tersebut menyebutkan merespon positif perubahan nama menjadi Bandara Internaional Raja Sisingamangaraja XII.

"Saya pikir bagus, karena itu lebih menunjukkan identitas bandara, apalagi nama Raja Sisingamangaraja XII sangat dikenal," katanya, 8 September 2018.

Sementara itu, riak-riak ketidak setujuan perubahan nama Silangit sudah muncul ditengah masyarakat khususnya pemlik lahan yang menyerahkan tanahnya menjadi areal Bandara Silanit. Ketidaksetujuan pemilik lahan tersebut didukung penuh bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, sehingga ekslasi penolakan nama bandara semakin kuat.

Surat penolakan akan dikirim kepada pemerintah pusat dalam hal ini Presiden dan Kementerian Perhubungan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99