Sabtu, 23 Mar 2019

Mitra Grab Pindah ke Go-Jek

Oleh: alex
Rabu, 05 Des 2018 03:06
BAGIKAN:
istimewa.
Grab.
JAKARTA (EKSPOSnews): Mitra pengemudi Grab akhirnya memilih pindah ke Go-Jek karena merasa diperlakukan seperti kerja rodi akibat penetapan tarif rendah dan insentif buruk, di tengah banjir promo ongkos murah.

"Supaya bisa dapat penghasilan harian yang layak di Grab, harus lebih dari 20-an trip (perjalanan/order) sehari. Seperti kerja rodi saja," kata mantan mitra Grab,Irfan Fauzi(32) di Jakarta, Selasa 4 Desember 2018.

Pendapatan yang diterima, menurut Irfan, tak sebanding dengan usaha yang dilakukan mitra pengemudi di lapangan. Belum lagi aturan penarifan yang dianggap tidak transparan dan kerap berubah, termasuk soal skema insentif yang semakin sulit dicapai.

Penyedia layanan transportasi daring berbasis aplikasi asal Malaysia ini menetapkan skema insentif berubah menjadi sistem berlian. Tarif Grab Bike per kilometer ditetapkan Rp1.200 untuk jarak dekat, dengan potongan 20 persen dari total ongkos perjalanan untuk keuntungan perusahaan.

"Pencapaian bonus jadi semakin susah setelah Grab menerapkan skema berlian," ujar dia.

Pengemudi Grab Bike, lainnya, Taufik Muslihin (38), mengamini kondisi tersebut. Jika ingin mendapatkan insentif minimum sebesar Rp15 ribu, maka setidaknya mereka harus menyelesaikan 14 perjalanan.

"Soalnya, per trip dapat delapan berlian. Kalau jam sibuk bisa 13 berlian. Insentif paling kecil harus bisa dapat 110 berlian," kata Taufik.

Insentif paling besar, lanjut dia, senilai Rp200 ribu, harus ditebus dengan mengumpulkan 350 berlian. Untuk mendapatkan bonus tertinggi, setidaknya mitra pengemudi harus mampu menyelesaikan lebih dari 25 perjalanan. "Kami harus kerja dua kali lebih berat kalau mau dapat bonus bagus," ujarnya.Menurut Taufik, akhirnya mitra pengemudi diarahkan mencari order Grab Food yang nilai insentifnya 30 berlian untuk setiap pesanan. Kalah pamor Ironisnya, layanan Grab Food masih kalah pamor dibandingkan Go-Food milik Go-Jek.

"Kalau lagi bagus, sehari orderan Grab Food paling banyak cuma dapat tiga," kata dia.

Sementara itu, pengemudi Grab lainnya, Hardiansyah(27)juga merasakan betapa beratnya mengejar pendapatan yang mencukupi saat ini. Apalagi, tegasnya, pemasukan utamanya saat ini masih ditopang dari Grab Ride, yang tarif dan peluang insentifnya sangat rendah. "Benar-benar harus kerja keras. Soalnya, walaupun keluar jam 5 pagi, sampai jam 5 sore belum tentu bisa dapat 20 order," kata Hardiansyah.

Atas dasar itu, Hardiansyah bisa memaklumi jika rekan-rekannya sesama pengemudi Grab akhirnya memutuskan untuk pindah ke Go-Jek. "Kalau ada yang bisa kasih lebih bagus, kenapa enggak," ujarnya.

Pada pertengahan November lalu, ratusan pengemudi Grab memadati kantor rekrutmen Go-Jek di Jalan Kemang Timur, Jakarta Selatan. Mereka memutuskan mendaftar ke Go-Jek karena merasa kecewa dengan kebijakan penarifan dan respon manajemen Grab yang seakan tak peduli dengan keluhan mitra pengemudi di lapangan.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Ratusan Pengemudi Gojek Sudah Teken Akad Kredit Rumah

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Sebanyak 351 pengemudi Go-Jek di Palembang sudah menyelesaikan proses akad kredit kepemilikan rumah di Bank Tabungan Negara, meski program tersebut baru diluncurkan beberapa pe

  • 2 tahun lalu

    Pemkot Bukittinggi Tutup Kantor Gojek

    BUKITTINGGI (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menutup kantor konsultan manajemen Gojek setelah adanya penolakan dari para sopir angkutan umum terhadap transportasi dalam jarin

  • 3 tahun lalu

    Telkomsel Jalin Kerja Sama dengan GO-JEK dan TiPhone

    JAKARTA (EKSPOSnews): Untuk meningkatkan layanan bagi pengguna jasa kedua perusahaan, hari ini Telkomsel melakukan kerjasama dengan GO-JEK Indonesia dalam hal solusi komunikasi bagi para pengemudi GO-

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99