Rabu, 18 Jul 2018

Membeli Freeport, Untung atau Buntung?

Oleh: alex
Jumat, 13 Jul 2018 05:37
BAGIKAN:
istimewa.
Freeport Indonesia.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Energi Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengharapkan finalisasi penandatanganan pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara Freeport-Mcmoran Inc (FCX) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dapat segera diselesaikan.

"Mudah-mudahan penandatanganan HoA bisa difinalisasi lebih cepat sehingga akuisisi 51 persen saham PTFI bisa berjalan," kata Jonan di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.

Kementerian ESDM sebagai regulator akan memfinalkan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK OP) setelah divestasi tuntas dan stabilitas investasinya sudah sepakat.

"Kalau smelter dan ketentuan lain dalam UU Minerba sudah tidak ada masalah sejak tahun lalu," ujar Jonan.

Inalum, FCX, dan Rio Tinto telah melakukan penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasoi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia ke Inalum.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar 3,85 miliar dolar AS untuk membeli hak partisipasi dari Rio Tinto di PTFI dan 100 persen saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36 persen saham di PTFI.

Jonan mengatakan keseluruhan kesepakatan dengan FCX yang meliputi divestasi 51 persen saham, perubahan dari Kontrak Karya menjadi IUPK OP, dan komitmen pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian telah dapat diselesaikan.

"Kami harapkan nilai tambah komoditas tembaga dapat terus ditingkatkan melalui pembangunan pabrik peleburan tembaga berkapasitas 2 hingga 2,6 juta ton per tahun dalam waktu lima tahun," kata dia.

Kesepakatan pada 27 Agustus 2017 memuat pokok-pokok antara lain landasan hukum yang mengatur hubungan antara RI dan PTFI akan berupa IUPK OP dan bukan dalam bentuk Kontrak Karya.

Kemudian disepakati pula divestasi saham 51 persen untuk kepemilikan nasional Indonesia. PTFI juga membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter di dalam negeri.

Pokok berikutnya yaitu penerimaan negara secara agregat atau total lebih besar dibandingkan penerimaan negara melalui Kontrak Karya selama ini dan perpanjangan masa operasi maksimal dua kali 10 tahun akan diberikan setelah PTFI memenuhi kewajiban yang diatur dalam IUPK OP.

"Harus ada rekomendasi tertulis dari Kementerian LHK untuk persyaratan perpanjangan dua kali 10 tahun. Perpanjangan bisa diberikan dengan rekomendasi atau tidak ada masalah serius terkait masalah lingkungan hidup," kata Jonan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Freeport Indonesia, Rio Tinto Fiktif atau Riil?

    Layaknya sebuah drama, perundingan tambang emas yang dikelola PT Freeport Indonesia memasuki babak baru dalam proses perpanjangan kontrak untuk dapat terus mendulang kepingan logam mulia tersebut.Baba

  • 6 hari lalu

    Inalum Caplok Freeport Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah dicapai melalui penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara Freeport-Mcmoran Inc (FCX) dan PT

  • 4 minggu lalu

    2 Karyawan Inalum Korban KM Sinar Bangun

    PARAPAT (EKSPOSnews): Dua karyawan PT Indonesia Asahan Aluminum atau Inalum, Heriawan Sumarno, dan Restu Afriangga yang diduga turut menjadi korban KM Sinar Bangun, di perairan Danau Toba, Tigaras, Ka

  • satu bulan lalu

    Inalum Berangkatkan Pemudik Gratis

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memberangkatkan 1.500 pemudik gratis ke beberapa daerah tujuan yang merupakan program Mudik Gratis BUMN 2018."Jumlah itu masing-masing mudik

  • satu bulan lalu

    Inalum Akan Bangun PLTA di Kalimantan Utara

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum berencana membangun pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 1.700 MW di Kayan, Kalimantan Utara, untuk melistriki smelter a

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99