Kamis, 21 Feb 2019

Membeli Freeport, Untung atau Buntung?

Oleh: alex
Jumat, 13 Jul 2018 05:37
BAGIKAN:
istimewa.
Freeport Indonesia.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Energi Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengharapkan finalisasi penandatanganan pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara Freeport-Mcmoran Inc (FCX) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dapat segera diselesaikan.

"Mudah-mudahan penandatanganan HoA bisa difinalisasi lebih cepat sehingga akuisisi 51 persen saham PTFI bisa berjalan," kata Jonan di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.

Kementerian ESDM sebagai regulator akan memfinalkan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK OP) setelah divestasi tuntas dan stabilitas investasinya sudah sepakat.

"Kalau smelter dan ketentuan lain dalam UU Minerba sudah tidak ada masalah sejak tahun lalu," ujar Jonan.

Inalum, FCX, dan Rio Tinto telah melakukan penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasoi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia ke Inalum.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar 3,85 miliar dolar AS untuk membeli hak partisipasi dari Rio Tinto di PTFI dan 100 persen saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36 persen saham di PTFI.

Jonan mengatakan keseluruhan kesepakatan dengan FCX yang meliputi divestasi 51 persen saham, perubahan dari Kontrak Karya menjadi IUPK OP, dan komitmen pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian telah dapat diselesaikan.

"Kami harapkan nilai tambah komoditas tembaga dapat terus ditingkatkan melalui pembangunan pabrik peleburan tembaga berkapasitas 2 hingga 2,6 juta ton per tahun dalam waktu lima tahun," kata dia.

Kesepakatan pada 27 Agustus 2017 memuat pokok-pokok antara lain landasan hukum yang mengatur hubungan antara RI dan PTFI akan berupa IUPK OP dan bukan dalam bentuk Kontrak Karya.

Kemudian disepakati pula divestasi saham 51 persen untuk kepemilikan nasional Indonesia. PTFI juga membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter di dalam negeri.

Pokok berikutnya yaitu penerimaan negara secara agregat atau total lebih besar dibandingkan penerimaan negara melalui Kontrak Karya selama ini dan perpanjangan masa operasi maksimal dua kali 10 tahun akan diberikan setelah PTFI memenuhi kewajiban yang diatur dalam IUPK OP.

"Harus ada rekomendasi tertulis dari Kementerian LHK untuk persyaratan perpanjangan dua kali 10 tahun. Perpanjangan bisa diberikan dengan rekomendasi atau tidak ada masalah serius terkait masalah lingkungan hidup," kata Jonan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Inalum Bantu Ternak Babi

    WAMENA (EKSPOSnews): PT Inalum (Persero) pada tahap pertama, memberikan bantuan 50 ternak babi kepada masyarakat Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.Tokoh Masyarakat Kabupaten Nduga Samuel Tabuni usai men

  • 3 minggu lalu

    Inalum Bentuk Lembaga Riset

    JAKARTA (EKSPOSnews): Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero) secara resmi membentuk lembaga riset dan inovasi, Institut Industri Tambang dan Mineral atau Mining and Minerals Industry Instit

  • 2 bulan lalu

    Inalum Berikan Kontribusi Pelestarian Alam

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Indonesia Asahan Aluminium terus memberikan kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia dan pelestarian alam termasuk di wilayah yang berada di sekitar Danau Toba seperti d

  • 2 bulan lalu

    Sontoloyo, Jika Sebut Freeport Bisa Gratis 2021

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Antar Lembaga Inalum Rendi Witular mengatakan proses divestasi Freeport tidak seperti membeli "barang sendiri" milik Indonesia."Sangat dis

  • 2 bulan lalu

    Pembangunan Smelter Freeport Selesai 5 Tahun

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pejabat Eksekutif Tertinggi (CEO) PT Freeport Mcmoran Richard Adkerson mengatakan pihaknya menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan smelter dalam lima tahun."Kami membangun sm

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99