Rabu, 18 Jul 2018

Membatasi Impor Semen

Oleh: marsot
Jumat, 29 Jun 2018 08:45
BAGIKAN:
istimewa.
Semen.
BOGOR (EKSPOSnews): Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya mengapresiasi kebijakan pemerintah membatasi impor semen, sehingga mendorong pabrikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang terus bertumbuh.

"Saya melihat, dan sangat apresiasi kebijakan pemerintah yang sampai saat ini masih tidak memberikan izin impor, karena kita memiliki banyak kapasitas," kata Christian kepada wartawan dalam kegiatan Halal Bibalal di Jakarta, Kamis 28 Juni 2018.

Menurutnya, dengan kebijakan tersebut, khususnya bagi Indocement yang memiliki kapasitas produksi 24,5 juta ton, mampu jualan semen sampai kemarin sekitar 17,5 sampai 18 juta ton.

Dengan kapasitas tersebut, lanjutnya, masih ada tujuh sampai delapan juta ton lagi produksi yang menjadi suplai. Dan secara nasional pabrikan semen masih mempunyai 40 juta ton."40 juta ton itu total, bukan Indocement saja tapi pabrikan yang lain juga," katanya.

Menurutnya, kondisi ini, jika pembangunan Indonesia bertumbuh sekitar 10 persen setahun, hanya butuh enam juta ton semen. Sehingga 40 juta ton semen yang ada bisa dikonsumsi dalam beberapa tahun, minimal lima sampai enam tahun, kalau efek domino dari proyek pembangunan tersebut berjalan.

Menurut saya ini yang penting, apresiasi kebijakan Kemendag, Kemenperin untuk membantu pabrikan ini bisa berjalan dan saya berharap ke depan hal ini tetap konsisten dijalankan," katanya.

Christian yang didampingi Direktur SDM dan CSR Indocement, Antonius Marcos, dan Direktur Komersial, Troy Dartojo Soputro, menyatakan, dengan situasi tersebut, apabila pabrikan ditanya siap mensuplai pembangunan, maka pabrik siap untuk mensuplai, dan punya kapasitas untuk itu.

Tetapi, lanjutnya, yang menjadi konsentrasi pabrikan semen sekarang ini adalah komponen biaya yang paling besar dalam memproduksi adalah batu bara untuk produksi semen, dan BBM untuk transportasi.Kedua komponen ini biayanya sedang naik tinggi, karena pabrik tidak menggunakan BBM bersubsidi. Harga saat ini naik dari 50 dolar per barel, menjadi 70 sampai 75 dolar per barel."Jadi naiknya cukup siginifikan," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Periodisasi Kepala Sekolah Tak Lagi Dibatasi

    MAKASSAR (EKSPOSnews0: Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan tidak ada lagi pembatasan periodisasi jabatan Kepala

  • tahun lalu

    Pemberian Kuliner kepada Pejabat Dibatasi

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi Giri Suprapdiono mengatakan, pemberian hadiah berupa kuliner kepada pejabat sekarang ini dibatasi untuk mencegah agar tidak te

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99