Kamis, 21 Nov 2019

Kuala Tanjung Segera Diresmikan

Oleh: master sihotang
Sabtu, 02 Mar 2019 18:44
BAGIKAN:
istimewa.
Direktur Operasi & Komersi Syahputera Sembiring (kiri), Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Menhub Budi Karya, dan komisaris Utama Pelindo 1 Refly Harun (kanan) melakukan kunjungan ke Kuala Tanjung, 2 Maret 2019.
MEDAN (EKSPOSnews): Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan peninjauan Pelabuhan Kuala Tanjung milik PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 yang berada di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara pada Sabtu 2 Maret 2019. Kunjungan ini didampingi oleh Komisaris Utama Pelindo 1 Refly Harun, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1 Syahputera Sembiring, Direktur Teknik Pelindo 1 Hosadi A. Putra, serta Direktur Utama PT Prima Multi Terminal Robert Sinaga.

Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) telah melakukan kegiatan ekspor perdana sebanyak 205 TEUs menggunakan Kapal Wan Hai 505 pada 27 Desember 2018. Kemudian pada 14 Februari 2019, KTMT melakukan kegiatan pengapalan ekspor yang membawa muatan 261 TEUs menggunakan Kapal Wan Hai 507 yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution yang didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi serta Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana. Komoditas ekspor berupa turunan CPO yang diangkut menggunakan Kapal milik Wan Hai Lines dengan ukuran panjang (LoA) 268 meter, berbobot 50.000 GT berkapasitas 4.500 TEUs yang melayani rute direct call intra Asia India menuju China.

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kesiapan operasional Pelabuhan Kuala Tanjung dengan fasilitas kepelabuhanan yang lengkap. “Kedalaman Pelabuhan Kuala Tanjung mencapai 16-17 meter LWS (Low Water Spring) yang bisa disandari kapal-kapal besar. Dengan pengoperasian pelabuhan diharapkan mampu menekan biaya logistik sehingga terciptanya efisiensi. Dengan penurunan biaya logistik nantinya bisa berdampak pada penurunan harga barang-barang sekitar 35-55%. Selain itu, di pelabuhan ini juga bisa disandari cruise yang mampu membawa 3.000-5.000 wisatawan yang bisa mendorong pariwisata Indonesia, khususnya di daerah Sumatera Utara,” jelas Luhut.

Saat ini, KTMT telah dilengkapi dengan fasilitas kepelabuhanan yang lengkap dan modern dengan didukung sistem IT yang terintegrasi. Guna meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan kecepatan proses bongkar muat, KTMT akan dilayani Container Crane bertenaga listrik dengan kapasitas 45 Ton dan mampu meng-handle container dengan kapasitas 20 feet, 40 feet hingga 45 feet.

KTMT berkapasitas 600 ribu TEUs ini juga dilengkapi dengan dermaga 500x60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch. Selain itu, Terminal Multipurpose Kuala Tanjung juga didukung berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Pada tahap awal, KTMT yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya ini diharapkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya. Sudah ada sejumlah perusahaan berlokasi di KEK Sei Mangkei, diantaranya Unilever, Wilmar, PT Domas Agrointi Prima (Bakrie Group), Permata Hijau Group (PHG), dan P&G yang telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung. Pengiriman komoditas melalui Pelabuhan Kuala Tanjung menawarkan integrasi antara moda angkutan laut dan angkutan berbasis rel sehingga akan meningkatkan efisiensi serta menekan emisi karbon.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan fasilitas-fasilitas yang ada di Pelabuhan Kuala Tanjung berjalan dengan baik, sehingga dengan pengoperasian pelabuhan ini sebagai hub internasional mampu melakukan percepatan kegiatan ekspor.

“Dengan pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung ini diharapkan mampu mempercepat perekonomian daerah, khususnya Sumatera Utara serta menekan biaya logistik nasional,” terang Syahputera Sembiring, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1.


  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Kapal Meratus di Kuala Tanjung

    Kapal milik Pelayaran Meratus Line, KM Meratus Jayapura, sandar perdana di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia

  • 5 bulan lalu

    Sofyan Basir Segera Jalani Sidang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa sidang perdana terhadap Dirut PT PLN nonaktif Sofyan Basir akan dilakukan pada Senin (24/6) di Pengadilan Tindak Pidana

  • 5 bulan lalu

    Proses Pembangunan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung Bisa Dipercepat

    MEDAN (EKSPOSnews): Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan pihaknya akan memberikan pengamanan terhadap aset milik negara berupa tanah yang selama ini banyak dikuasai sekelompok ma

  • 6 bulan lalu

    Kapal Temas Line Rutin Bersandar di Kuala Tanjung

    MEDAN (EKSPOSnews): Temas Line Jadikan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) sebagai Transhipment Port dengan Rutin Sandar Setiap MingguDua kapal milik Pelayaran Tempuran Emas (Temas Line), MV Si

  • 7 bulan lalu

    MV Spil Ningsih Bongkar Muat di Kuala Tanjung

    KUALA TANJUNG (EKSPOSnews): Kuala Tanjung Multipurpose Terminal milik PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waski

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99