Rabu, 24 Mei 2017

Inilah Nilai Simpanan Nasabah yang Bisa Diintip Dirjen Pajak

Oleh: Agung
Jumat, 19 Mei 2017 06:11
BAGIKAN:
marsot
Nasabah Bank Sumut.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan  batas saldo atau nilai rekening yang wajib dilaporkan lembaga keuangan kepada Direktorat Jenderal Pajak mencapai US$250 ribu dolar, atau setara dengan Rp3,3 miliar (kurs Rp13.300 per dolar AS).

Batasan tersebut ditegaskan bendahara negara sudah sesuai dengan perjanjian internasional yang sudah disepakati oleh peserta Automatic Exchange of Information. Data tersebut, nantinya akan tidak hanya bisa diakses oleh negara-negara lain, begitu sebaliknya.

"Kalau diatas (US$250 ribu), maka subjek akses informasi dilakukan di seluruh dunia. Karena kita masuk, maka kami menggunakan aturan itu," tegas Ani, sapaan akrab Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis  18 Mei 2017.

Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2017, disebutkan bahwa lembaga keuangan yang sesuai berdasarkan perjanjian internasional di bidang perpajakan, diwajibkan membuka akses informasi keuangan kepada otoritas pajak.

Adapun laporan yang harus diserahkan, nantinya mencakup identitas pemegang rekening keuangan, nomor rekening keuangan, identitas lembaga jasa keuangan, saldo atau nilai rekening keuangan, sampai dengan penghasilan yang terkait dengan rekening keuangan nasabah.

"Jadi saya tekankan, karena ini AEoI, maka compliance (kepatuhan) kita harus setara dengan negara lain," katanya.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak