Senin, 20 Mei 2019

Garuda Batalkan Pemesanan Boeng Seri MAX?

Oleh: marsot
Kamis, 28 Mar 2019 12:25
BAGIKAN:
istimewa.
Garuda.
JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara juga tidak mau berkomentar mengenai hasil pertemuan dengan petinggi The Boeing Company yang digelar di kawasan perkantoran Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ari Askhara kepada wartawan, setelah pertemuan, segera memasuki mobil setelah menyapa beberapa jurnalis yang menunggu sejak pagi hari.

Dirut Garuda tidak mau berkomentar dan menyatakan bahwa dia terburu-buru karena ada pertemuan lain.

Beberapa saat sebelumnya, petinggi Boeing yaitu Sales Director International Sales The Boeing Company, Samir Belyamani, juga menyatakan tidak mau berkomentar.

Namun, ujar Samir, pekerja media bisa mengajukan pertanyaan melalui email atau surat elektronik yang akan dibalas pihak kantor regional di Singapura.

Sebelumnya diwartakan, pihak Maskapai Garuda Indonesia akan bertemu dengan petinggi perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat Boeing pada pekan depan terkait pengajuan pembatalan pengiriman 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8.

“Mereka (petinggi Boeing) akan datang ke Indonesia,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara kepada Antara di Jakarta, Jumat (22/3).

Ari mengatakan, pihaknya telah mengajukan pembatalan tersebut, dan kemungkinan juga mengusulkan penggantian dengan jenis pesawat lainnya.

“Kemungkinan (penukaran) itu ada, tapi saat ini belum mengajukan opsi ke Boeing, baru ‘cancel’ saja,” katanya.

Dari total 50 unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang dipesan Garuda, satu di antaranya sudah dioperasikan untuk penerbangan domestik.

Namun, dia mengaku masih belum dibahas terkait satu unit Boeing 737 Max 8 yang sudah beroperasi tersebut. “Belum dibahas,” kata Ari, Kamis 28 Maret 2019.

Terkait biaya yang sudah dikeluarkan untuk pembelian pesawat tersebut, Ari mengatakan semua dibeli menggunakan skema pembiayaan (leasing). “Kami enggak ada ‘capital expenditure’ tapi operational expenditure” katanya.

Ari mengatakan pembatalan tersebut karena hilangnya kepercayaan publik terhadap pesawat Boeing 737 Max 8 setelah mengalami dua kali kecelakaan, yakni Lion Air JT 610 dan Ethiophian Airlines ET 302.

Terlebih, sejumlah otoritas penerbangan Uni Eropa dan Amerika Serikat Federal Aviation Administration sudah melarang sementara pengoperasian jenis pesawat tersebut.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Mengembangbiakkan Burung Garuda

    CISARUA (KICAU): aman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Jawa Barat resmi mengoleksi sepasang Elang Jawa bernama Hanum dan Riska. Satwa yang kerap diidentikan dengan burung Garuda ini siap dikembangbiakkan

  • 2 bulan lalu

    Garuda Cetak Laba RP11,3 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) selama  2018 mencatat laba bersih sebesar 809,85 ribu dolar AS atau setara  Rp11,33 miliar (asumsi kurs Rp14.000

  • 2 bulan lalu

    Boeing Tolak Usulan Garuda Tukar Seri MAX

    NUSA DUA (EKSPOSnews): Perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat Boeing belum menyetujui usulan penukaran 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang dipesan oleh Garuda Indonesia.“Mereka masih h

  • 2 bulan lalu

    Garuda Buka Penerbangan Jakarta-Nagoya

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia resmi melayani rute penerbangan langsung Jakarta-Nagoya pp dengan menggunakan pesawat jenis Airbus 330 berkapasitas 222 tempat dudu

  • 2 bulan lalu

    Garuda Dukung Kuala Namu Sebagai Bandara Hub Domestik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mendukung pengembangan Bandara Internasional Kuala Namu Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai hub penerbangan domestik wilayah Indonesia bag

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99