Kamis, 17 Agu 2017

Dosen Unimed Ubah Sampah Menjadi Uang

Oleh: Elida KS
Senin, 07 Agu 2017 19:24
BAGIKAN:
istimewa
Hasil kerajinan.
MEDAN (EKSPOSnews): Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan mengajak masyarakat Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumut untuk memanfaatkan sampah anorganik menjadi karya Seni rupa dan Kerajinan. Sampah anorganik merupakan sampah non hayati yang tidak dapat diurai oleh alam, seperti botol plastik, tas plastik, sachet plastik, dan lain-lain. Pembakaran sampah anorganik seperti plastik yang tidak sempurna dan gas yang dihasilkan akan terurai di udara menjadi dioksin, senyawa ini berbahaya jika terhirup oleh manusia.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Pelaksana Tim LPM Unimed, Adek Cerah Kurnia Azis mengungkapkan, produksi sampah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah domestik yaitu sebesar 5,4 juta ton per tahun setelah China. Sumatera Utara termasuk daerah penyumbang sampah anorganik terbesar di Indonesia di luar Jawa. Karena itu dibutuhkan solusi yang benar-benar terukur dan bermanfaat bagi masyarakat untuk mengatasi persoalan sampah.

"sehingga masyarakat tidak mengangap sampah tersebut sebagai bahan yang tidak memiliki nilai guna bahkan menjadi limbah. Maka program ini di buat untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang penangan sampah agar tidak menjadi limbah dan memiliki nilai Ekonomi, ujar  dosen Seni rupa tersebut

Kegiatan yang dilaksanakan di balai Kelurahan Deli Tua Barat diikuti puluhan ibu-ibu yang nota bene merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan tersebut mengambil tema "Pemanfaatan Sampah Anorganik Menjadi Karya Seni Rupa dan Kerajinan. Kelompk Program Keluarga Harapan (PKH) Andaliman, Kenanga, dan Mawar yang menjadi sasaran utaman dalam kegiatan ini. Kelompok perkumpulan Ibu-Ibu kurang mampu inilah yang akan membuat aneka ragam tas, bunga, dompet, dan keranjang yang berbahan dasar sampah anorganik.

Sriwati yang menjadi ketua pada kelompok kegiatan ini, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh LPM Unimed. "Ibu-Ibu keluarga harapan cukup senang dengan pelatihan yang dilaksanakan oleh dosen Unimed, karena tidak hanya ilmu yang diberikan peralatan untuk membuat kerajinan pun disediakan oleh dosen-dosen tersebut sehingga kegiatan jauh dari kesan formal tapi langsung dirasakan manfaatnya karena produk langsung dapat dijual," ungkap Sriwati, peserta program keluarga harapan tersebut.

Kedepannya LPM Unimed akan membina ibu-ibu PKH Andaliman, Kenangan, dan Mawar melalui pemanfaatan sampah anorganik, dimana akan dilakukan berbagai macam pengembangan karya seni rupa kerajinan yang lebih bervariasi lagi, yang bisa diterima oleh pasar sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya dan mengurangi limbah.


  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak