Rabu, 14 Nov 2018

Direksi BUMN yang Ikut BPJS Ketenagakerjaan Minim

Oleh: Jallus
Jumat, 24 Nov 2017 06:43
BAGIKAN:
istimewa.
BPJS Ketenagakerjaan (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyatakan kepesertaan direksi BUMN dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan masih sangat kecil meski pun kepesertaan karyawannya meningkat hingga 95 persen saat ini.

Agus, di sela Seminar Nasional bertajuk Membentuk Solusi Kolaborasi: Inovasi Dalam Sektor Publik di Jakarta, mengatakan dirinya lupa berapa angka pastinya dari seratusan BUMN yang ada.

"Nanti saya cek lagi angka pastinya. Yang jelas angkanya masih kecil," ujar Agus, Kamis 23 November 2017. Di sisi lain, kepesertaan karyawan BUMN terus meningkat hingga saat ini sudah mencapai 95 persen.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono di tempat yang sama mengatakan selayaknya direksi BUMN menjadi teladan bagi karyawannya. "Minimal mereka ikut program Jaminan Kecelalaan Kerja dan Jaminan Kematian," ujar Guntur.

Meski pun kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan kewajiban bagi setiap pekerja yang menerima upah di wilayah Indonesia.

Karena itu, pekerja asing (ekspatriat) yang bekerja di perusahaan Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Direksi perusahaan swasta juga sudah banyak yang menjadi peserta, sehingga dalam berbagai kesempatan BPJ-TK membayar klaim dalam jumlah miliaran rupiah atas nama direksi tersebut. Sebagian besar keluarga direksi swasta meminta BPJS-TK untuk merahasiakan jumlahnya karena alasan tertentu.

Terkait dengan pelaksanaan seminar, BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan hukum publik memandang pentingnya peranan kolaborasi dan inovasi untuk meningkatkan kepesertaan dan pelayanan.

Guntur menyatakan jaajarannya memberi perhatian pada kepesertaan dan pelayanan, tata kelola yang baik, kinerja organisasi dan SDM, serta penguatan manajemen risiko dan IT.

Khususnya pada peningkatan kepesertaan, Guntur menyatakan luasnya segmen pekerja mengharuskan BPJS-TK untuk melakukan inovasi dan berkolaborasi agar bisa menjangkau semua lapisan. "Kolaborasi dan inovasi harus dilakukan agar lembaga ini dapat diterima dan dipercaya oleh publik," ujar Guntur.

Seminar nasional diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari wakil dari instansi pemerintah terkait, mitra BPJS Ketenagakerjaan, organisasi pengusaha (Apindo/Kadin), serikat pekerja dan BEM Universitas di DKI Jakarta.

Peserta dari internal BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari jajaran direksi, dewas, deputi direktur, asisten deputi wilayah dan kepala cabang.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Vokasi UI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

    DEPOK (EKSPOSnews): Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (Vokasi UI) kembali menambah dua mitra industri, yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan PT Pertamina Bina Media (Pertamedika), sebagai upaya

  • 3 minggu lalu

    BPJS Ketenagakerjaan Gelar Rapat Kerja sama Operasional dengan Pemkab Dairi

    SIDIKALANG (EKSPOSnews): Bupati Dairi melalui Sekretaris Daerah Sebastianus Tinambunan, meminta agar seluruh Kepala Desa, perangkat desa (seluruh aparatur desa) termasuk para Kepala Dusun dan BPD untu

  • 4 minggu lalu

    Ratusan Aparatur Desa Kecamatan Kabanjahe Diminta Daftar BPJS Ketenagakerjaan

    KABANJAHE (EKSPOSnews): Pemerintah mendorong agar aparatur desa dapat mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan yang dilaksanakan melalui Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

  • satu bulan lalu

    Ribuan Karyawan PT Freeport Indonesia yang Kena PHK Belum Cairkan BPJS

    TIMIKA (EKSPOSnews): Lebih dari 4.000 orang eks karyawan PT Freeport Indonesia dan berbagai perusahaan subkontraktornya hingga kini belum mencairkan klaim Jaminan Hari Tua/JHT pada Kantor Badan Penyel

  • satu bulan lalu

    Kejaksaan Negeri Karo Himbau Pemberi Kerja Penuhi Hak BPJS Ketenagakerjaan Pekerja

    KABANJAHE (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Karo menghimbau kalangan usaha dan pemberi kerja mulai dari usaha mikro hingga usaha besar termasuk yayasan pendidikan, koperasi dan juga honorer daerah dan pe

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99